Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 29


__ADS_3

saat istirahat sekolah Santi bertemu dengan Ana.


"San mama sering nanyain Lo, katanya sekarang Lo jarang ke rumah setelah pindah."


"iya Na, Lo tau sendiri sekarang gue bener bener sibuk."


"iya sih gue paham. gimana kalo Minggu Lo nginep di rumah, kita bikin acara kecil-kecilan."


"insyaallah ya Na, tapi gue usahain."


"sip, kalo gue ajak Ahmad nggak masalahkan?"


"iya nggak masalah lagian kan ada Abang Lo, biar jadi temannya juga."


"Ok, ntar gue bilang juga ke Ahmad"


"Ana Lo masih belum berani jujur ke Ahmad?." Santi tahu bahwa Ana menaruh perasaan kepada Ahmad.


"belum San, lagian gengsi lah mana ada cewek yang duluan bilang. gue masih setia nunggu kesadaran dari dia buat bilang cinta ke gue."


"masih aja.. iya kalo dia sadar, kalo nggak sadar sadar. dan malah di embat orang duluan gimana? nyesel ntar Lo."


"ya udah berarti bukan jodoh San. cinta gue bertepuk sebelah tangan."ucap Ana sambil memelas.


"pasrah amat, perlu nggak bantuan dari gue.. hihihii"


"nggak... nggak...Lo mau bikin gue malu. gue berasa nggak punya muka ntar."


"ya udah lah, pertahanin dah tuh gengsi" sindir Santi sambil menyenggol bahu Ana.


"biarin, dari pada gue nanggung malu seumur hidup" balas Ana sambil menyenggol bahu Santi balik. Santi tertawa mendengar jawaban Ana begitu pun dengan Ana ikut tertawa.

__ADS_1


mereka terus melanjutkan obrolan hingga jam istirahat selesai.


Saat Santi pulang dari tempat kerjanya, di depan restoran Ahmad sudah menunggu di atas motor miliknya.


"Ahmad Lo..-


"iya, gue udah nungguin Lo dari tadi"


"ye siapa suruh!"


"ayo naik, kita cari makan dulu ya."


"iya dah" Santi pun naik ke atas motor


motor melaju setelah beberapa menit berlalu


"San, mau makan apa?"


"gue lagi nggak pengen makan nasi."


"iya boleh dah"


mereka sampai di sebuah restoran bakso di pinggir jalan raya. mereka sudah duduk dan sedang menunggu pesanan.


"Santi, Lo beneran pindah kostan?"


"iya gue cari yang lebih murah."


"daerah mana?"


"nggak jauh kok dari sini. gue sengaja cari yang lebih dekat dari tempat gue kerja."

__ADS_1


"ohh, ya udah ntar gue anterin Lo ya sekalian gue mau liat"


"gue minta maaf ya sebelumnya, di tempat gue yang sekarang ketat banget. nggak boleh bawa cowok masuk."


"hmm.. ya udah ntar gue antar Lo aja ya."


"iya, btw tadi Lo udah ketemu Ana belum?"


"iya, hari Minggu dia ngajakin ke rumahnya ada acara kecil-kecilan. Lo juga ikut kan?"


"insyaallah, kalo nggak ada halangan."


"harus ikut dong, ntar gue jemput Lo."


"nggak usah, gue gampang ntar."


"udah pokoknya gue jemput titik nggak ada pembantahan!"


"dih maksa" Santi pasang muka cemberut


"ya biarin.. Haha"


pesanan pun sampai dan mereka menikmati bakso nya masing-masing.


kini mereka telah sampai di gang jalan besar, Santi meminta Ahmad agar menurunkan dirinya di sana. Ahmad meminta agar mengantarkan Santi sampai depan rumah kos nya tapi Santi menolak. dia takut Ahmad akan tahu bahwa dia telah membohongi dirinya.


Santi akhirnya berjalan beberapa menit menuju apartemen dari gang jalan yang Ahmad turunkan tadi.


Santi telah berada di dalam apartemen tetapi lagi lagi dia tidak menemukan Metandra. Santi pun langsung menuju ke dalam kamar dan dia juga tidak menemukan Metandra di sana. Santi berfikiran bahwa Metandra belum pulang dan masih main di luar.


.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2