
Akhirnya Bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid bersiap siap untuk pulang. Santi segera menuju depan gerbang sekolah untuk mencari Rendi.
20 menit telah berlalu, dia masih setia menunggu tapi belum terlihat juga. sampai kaki nya merasakan pegal karena telah lama berdiri
Aduh Rendi kemana ya ? apa aku susul ke sekolahan nya saja. jangan deh ntar malah ga ketemu. tunggu sebentar lagi Santi. ayo bersabarlah. perang Santi dalam hatinya
tidak lama setelah itu akhirnya Rendi muncul juga.
"ihh dek lama banget"
"iya kak tadi ada pembagian kelompok jadi agak lama" (dengan muka lelahnya)
"ya udah yuk pulang"
"iya, kak tadi di sekolah ada iyuran jadi uang buat ongkos udah kepakek."
"ya udah gpp, untung tadi kakak ga jajan di sekolah jadi pake uang ini aja( sambil menunjukkan utangnya) mudah mudahan cukup untuk bayar angkot"
"iya ka"
__ADS_1
merekapun bergegas masuk ke dalam angkot yang sedang menunggu penumpang lainnya.
angkot melaju dengan kecepatan sedang, di dalam angkot Rendi tertidur dengan menyenderkan kepalanya di bahu Santi.
Santi sedikit tidak fokus dengan jalanan karena dia juga merasa ngantuk dan lelah. setelah angkot berjalan cukup lama dan di dalam angkot tersisa sedikit penumpang barulah Santi tersadar.
Ya Tuhan sampai mana ini perasaan tadi tidak melewati tempat ini. Santi agak merasa aneh
"Ssetop.." ( berteriak)
"aduhh si Eneng biasa aja dong nyetopinya, bikin saya jantungan aja" kata abang angkot
seketika Rendi pun terbangun dengan teriakan kakak nya itu.
"aduh Eneng jln. M..... sudah kita lewati tadi dan ini sudah lumayan jauh neng. terpaksa Eneng harus naik angkot untuk putar balik. karena klo jalan juga bisa habis waktu sekitar 25 menitan." ujar si Abang angkot
"ya udah deh bang kita turun sini aja, berapa bang berdua?"
"10rb aj neng"
__ADS_1
"yah bang kita adanya 8rb gmn"
"ya udah lah gpp"
"Terima Kasih ya bang"
Abang angkot melambaikan tangan sambil berlalu meninggalkan Santi dan Rendi.
"Dek kamu masih kuat ga buat berjalan?"
"ya udah mau gimana lagi kak kita udah ga ad uang" jawab Rendi sambil muka memelas
akhirnya mereka berdua menyusuri jalanan setapak. sambil bercerita tentang hari pertama mereka lakukan di sekolahan tadi. sambil di iringi dengan canda dan tawa.
tidak terasa akhirnya mereka telah sampai ke jln.M..... hanya butuh berjalan sedikit lagi menuju rumah mereka akan sampai.
sesampainya di rumah mereka langsung merebahkan diri di lantai. sebenarnya Santi dan Rendi sudah merasakan kelaparan sepanjang perjalanan tadi. hanya saja rasa lapar kalah dengan rasa lelahnya.
bibi Ina yang mengetahui mereka pulang terlambat, langsung banyak pertanyaan mencecar Santi dan Rendi. akhirnya mereka menjelaskan semuanya.
__ADS_1
di waktu yang senggang, Santi selalu sedikit ikut membantu pekerjaan bibi dan pengasuh dari adik sepupu nya itu. karena dia orang yang memang tidak bisa diam. Rendi juga sama halnya. waktu di kampung pun mereka selalu membantu pekerjaan ibu dan bapak mereka.
tiga Minggu telah berlalu, semua berjalan dengan baik-baik saja. tiba tiba di sore ini bibi Ina mengumpulkan Bi Reni, saya dan Rendi. entah apa yang akan bibi Ina sampaikan. kelihatannya cukup serius.