
Ibu ini seperti tidak asing, siapa ya? aku pernah melihatnya tapi dimana ya. oh iya ibu yang bersama Mahendra bukan ya? tapi...Ah udahlah mungkin aku hanya salah orang.
"Apa ibu tidak apa apa?" aku memperhatikan sekujur tubuh ibu itu takutnya telah terjadi sesuatu terhadapnya.
"Saya tidak kenapa-kenapa nak, apa kamu sudah sembuh?" tanya ibu tersebut
Deg
Benar rupanya dia adalah ibu yang aku lihat di rumah sakit.
"Iya Alhamdulillah, saya sudah sembuh bu. masyAllah berarti benar ibu yang waktu itu menolong ku."
"Syukurlah... iya benar, terima kasih ya kamu sudah membantu saya."
"Sama sama Bu saya juga sangat berterima kasih atas bantuan yang ibu dan pak Mahendra berikan pada saya waktu itu. apa bapak Mahendra anak ibu?"
"Iya dia putra ibu yang pertama, kalau boleh tau kamu mau kemana?"
"Saya sedang mencari pekerjaan Bu."
"Mencari pekerjaan? bukankah kamu sedang hamil nak? terus dimana suami kamu?" dia mengelus kepala ku, aku sangat terharu serasa sedang di belai oleh ibu kandung ku.
__ADS_1
"Iya bener Bu saya memang sedang hamil, saya sudah pisah dengannya."
"Ohh, maaf ya ibu banyak pertanyaan. semoga kamu dan bayi nya sehat terus ya." sambil mengelus perut ku kembali, aku membendung air mata ku yang hampir tumpah. aku tidak menyangka baru beberapa kali bertemu tapi ibu ini sudah sangat ramah dan perhatian terhadap ku.
"Aman, iya tidak apa apa Bu. terima kasih doanya."
"Panggil saja Mommy Zia."
"Bbaik Mom-my Zia, saya Santi. kalau begitu saya permisi."
"Tunggu... nak kalau kamu mau, di kantor Mommy lagi butuh pegawai baru kebetulan sebentar lagi ada yang mau risign atas permintaan suaminya. buat sementara dalam beberapa hari ini sebelum dia risign kamu bisa belajar untuk menguasai pekerjaan dalam bidang tersebut. ini ada kartu nama perusahaan, kalau kamu mau besok datang ke kantor itu."
"Ini serius Bu? ehhh Mommy."
"Sekali lagi Terima kasih banyak Mommy Zia." aku mencium tangannya Mommy Zia. lagi lagi Mommy Zia mengelus kepala ku, rasanya aku benar-benar terharu.
Author POV
Pagi hari setelah Santi menyiapkan segala keperluan Sahira. seperti biasa setiap pagi dia selalu di sibukkan oleh rutinitasnya. setelah semua beres Santi menyerahkan Sahira kepada Ana lalu dia berangkat ke kantor. hari ini Santi pergi ke kantor lebih awal mengendarai sepeda motor miliknya. motor itu dia dapat selama 6 bulan bekerja di perusahaan PT. YP Group. dia memang belum mempunyai mobil, baginya ada motor sebagai teman untuk berkeliling saja sudah sangat bersyukur. sebenarnya dia dapat fasilitas kendaraan mobil dari kantor namun dia tidak menerimanya.
Seperti biasa Santi selalu datang on time ke kantor. semua pegawai sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. apalagi di hari ini anak pemilik perusahaan akan datang ke kantor, yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di luar negeri. kemungkinan buat sementara dia yang akan menggantikan posisi Mahendra.
__ADS_1
Kini semua sudah bersiap-siap untuk menyambut orang terpenting di perusahaan tersebut. mereka semua berbaris memanjang saling berhadapan untuk memberi jalan. namun Santi tidak ikut dalam penyambutan tersebut. dia tiba-tiba saja mendapatkan panggilan alam dan tidak dapat di tunda.
Setelah semua hendak membubarkan diri tiba tiba saja Santi muncul tanpa rasa bersalah nya. matanya langsung tertuju pada seseorang yang berjalan sejajar dengan Mommy Zia. mata mereka saling bertautan satu sama lain, meskipun sudah lama tidak bertemu namun Santi masih mengingat jelas siapa laki-laki tersebut. laki-laki yang pernah singgah dalam hidupnya itu tidak ada perubahan masih sama seperti yang dulu. hanya saja sekarang nambah dewasa dan macho dari sebelumnya. namun untuk perasaan tidak berubah, Santi masih saja merasa berdebar bahkan lebih kencang dari sebelumnya saat bertatapan seperti ini.
"Hallo Santi perkenalkan ini putra bungsu Mommy, Metandra..ini Santi, dia termasuk pegawai terbaik di perusahaan ini." tutur Mommy Zia menjelaskan.
"Hallo..."Santi mengulurkan tangannya "Santi" tangan mereka berjabatan seolah tidak saling mengenal.
Apakah mungkin Mommy Zia punya anak seperti ini, kenapa pribadi mereka sangat berbeda sekali. tutur Santi dalam hati
"Metandra" balasnya, Metandra terpana dengan pesona dari Santi. dia melihat banyak perubahan pada wanita di hadapannya saat ini. Santi semakin terlihat cantik, elegan, seksi, serta semakin berkarisma di matanya.
"Hmmm" Santi menyadarkan Metandra yang sedari tadi masih memegang erat tangannya. melihat tingkah Metandra yang salah tingkah, membuat Mommy tersenyum.
"Mommy, Santi pamit duluan untuk melanjutkan pekerjaan."ucap Santi
"Iya, semangat bekerja San" sahut Mommy Zia
"Terima Kasih Mommy." Santi pergi dari hadapan mereka berdua.
.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐