
setelah beberapa hari kemudian, Santi di suruh oleh bibi Ina untuk mengantarkan Nisa dan Reri untuk les di sekolahnya. biasanya yang menggantarkan mereka les adalah Rendi berhubung sekarang dia demam mau tidak mau Santi yang mengantarkannya. Nisa berangkat menggunakan sepeda nya sendiri sedangkan Santi mengiringi dari belakang sambil membonceng Reri.
setelah selesai les, akhirnya mereka bergegas pulang. karena cuaca yang mendung menandakan akan turunnya hujan. mereka menggoes sepedanya dengan penuh tenaga supaya cepat sampai rumah sebelum hujan turun.
saat sepeda yang di goes Santi keluar menuju jalan besar tiba tiba sebuah motor ngerem mendadak yang membuat Santi dan Reri shock dan teriak.
"Aaaaaaaaa..." teriakan Santi dan Reri
gubbrakkk
Santi tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan akhirnya mereka jatuh.
"mbakkkk" pekik Reri
"Hehhh Lo liat liat dong kalo mau nyebrang, masih untung Lo nggak ketabrak." lelaki remaja itu turun dari motor sambil membuka helem yang di kenakannya.
"iya Maaf" ujar Santi berdiri sambil mengarahkan pandangan ke sumber suara.
"METANDRA.." ucap Santi sambil membulatkan matanya.
"siapa Lo" dengan ekspresi datarnya
__ADS_1
Ahh tidak mungkin dia tidak mengenaliku, Kitakan pernah sekelas dulu. apa dia pura pura tidak mengenaliku atau memang benar benar tidak mengenalku. Hmmm.. mungkin karena sewaktu kita sekelas ngga pernah mengobrol bahkan dia nggak pernah melihatku kali ya. hanya aku saja yang sering memandanginya. oh dia masih saja tampan walau sedang marah. penuh pertanyaan dan kekaguman di dalam hati Santi
" Hei.. Hallo..." kata Metandra menyadarkan Santi dari lamunannya
"Ahh iya.. mungkin aku salah orang" ucap Santi
" ya sudah minggir, gue mau lewat."
"I-iya iya, sebentar" menyingkirkan sepedanya ke pinggir jalan
setelah di beri jalan oleh Santi, Metandra berlalu begitu saja. Nisa yang dari kejauhan melihat mbak dan Adeknya yang hampir tertabrak pun berputar arah mendekat.
"nggak papa mbak." sahut Reri
"mbak hati hati dong" ucap Reri
"iya maaf ya"
"iya bener tuh mbak, untung nggak kenapa-napa" tegas Nisa
"iya, ya udah lanjut yuk. ntar keburu hujan." merekapun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.
__ADS_1
keesokan harinya di sekolah, Santi membawa banyak jajanan di dalam kontainer box berukuran sedang dia memiliki ide untuk mejajalkan seneck jajanan kepada teman temannya. yang dia bawa dari warung dekat rumahnya. ternyata teman temannya banyak yang suka. tanpa bersusah payah untuk menawarkan, dalam hitungan waktu seneck yang dia bawa sudah habis terjual. hatinya sangat senang karena uang nya bisa dia gunakan untuk tambahan bayar SPP. besoknya dia berniat untuk membawa seneck lebih banyak lagi agar dia mendapatkan keuntungan lebih.
saat mengantarkan Nisa dan Reri les pun dia juga membawa seneck untuk di jual. walaupun Rendi telah sembuh tapi dia minta agar dirinya yang mengantarkan Nisa dan Reri supaya dia bisa sambil berjualan.
hari itu dimana Santi terburu buru menuju kelas karena dia sangat bersemangat untuk menawarkan senecknya sebelum jam pelajaran di mulai. tidak di sengaja dia bertabrakan dengan seorang siswa.
brukkk
"Waahhhh parah Lo punya mata ngga sihh" maki siswa tersebut
"Maaf maaf maaf" ucap Santi sambil menyatukan tangannya dan mengangkat ke depan mukanya membentuk segitiga.
"Maaf maaf" ualng siswa itu
saat santai melihat ke arah nya dia di buat kaget dan merasa malu atas kecerobohannya.
Metandraa gumam Santi dalam hati
"Metandra." panggil temannya
"hei bro" Metandra menghampiri dan meninggalkan Santi
__ADS_1