
Dua tahun kemudian, di sekolah sedang mengadakan pertandingan basket. sebagian dari sekolah yang lain juga ada yang ikut dalam memenuhi undangan.
saat final terdapat dua sekolah yang sedang bersaing, menjadi juara 1 dan 2. selama ini saat bertanding, Santi tidak pernah melihat pertandingan itu. karena itu final jadi dia penasaran, apalagi salah satu sekolahnya yang masuk final. Santi memilih duduk di bangku pojok kiri dekat pintu keluar.
saat pertandingan di mulai, dan para pemain memasuki lapangan basket. seketika Santi tersentak kaget, salah satu pemain di antara lawan sekolahnya yang tidak asing baginya.
"Mmetandraa" Santi membekap mulutnya tanpa disadari sudut matanya meneteskan air mata. dia tidak bisa menahannya lagi. orang yang selama ini dia cari muncul tanpa di sengaja.
Santi tetap mengikuti proses pertandingan sampai selesai. Metandra tidak menyadari kehadiran Santi sama sekali.
Metandra... apa pertemuan kita ini akan mengubah hati dan perasaan mu? aku selalu berharap demikian. aku hanya meminta pertanggung jawabkan mu. lirih Santi
Acara telah selesai, semua penonton telah pergi kini tinggallah Santi yang masih duduk di tempatnya semula. dia masih setia menunggu rombongan pemain meninggalkan lapangan. di saat itu juga Metandra telah menyadari bahwa Santi ada di sana. sesekali dia melirik ke arah keberadaan Santi. tatapannya memberikan arti bahwa dia sangat marah dan tidak bersedia bertemu dengan Santi.
saat mereka ingin meninggalkan lapangan, di situ Santi memanggil namanya.
"Metandra" Santi tak lepas menatap Metandra
Metandra mengizinkan team nya untuk pergi terlebih dahulu. karena dia tidak ingin team nya sampai mengetahui permasalahannya.
__ADS_1
"Metandra" sebut Santi sekali lagi, air matanya terus saja mengalir.
"Ada apa lagi? Hmm" sahutnya penuh amarah
"jawabnya masih sama gue masih menunggu pertanggung jawaban dari Lo" lirih nya sambil mengusap air mata di pipinya.
"nggak usah mimpi deh Lo, pertanggung jawaban atas apa?"
"ya atas kejadian itu"
"tidak ada terjadi apapun di antara kita! gue minta Lo jauhin gue jangan cari masalah apapun sama gue!." tegasnya
"Metandra, gue mohon" memegang tangannya."gue bakal terima apapun yang bakal terjadi, asal Lo bertanggung jawab."
"Lo nikahin gue" Santi merendahkan dirinya, dia bersimpuh dan menundukkan kepala.
"Lo berdiri, kalo sampai ada yang liat. gue nggak bakal tinggal diam." Santi masa bodo dengan ucapan Metandra.
"berdiri" bentak Metandra
__ADS_1
"gue nggak bakal berdiri sebelum Lo nurutin kemauan gue. gue juga nggak peduli apa yang bakal Lo lakuin ke gue." kata Santi
"Lo bener bener ya" badannya memerah di penuhi otot serta tangannya mengepal. siap untuk melayangkan tinjunya tapi tidak terjadi karena dia memikirkan repotasi nya." Ok...Lo atur aja, tapi Lo nggak usah nuntut lebih dari gue. kita hanya sekedar menikah." tegasnya
Mendengar perkataan Metandra Santi seketika tersenyum dan berdiri. dia tidak peduli dengan perkataan Metandra yang terakhir karena mendengar Metandra mau menikahinya sudah membuatnya senang.
"catat No HP gue" ucapnya
"Emm gue.. gue nggak punya HP" Santi menunduk
"Sampai sekarang Lo masih belum punya HP juga?" mengangkat ujung bibirnya."ya udah Lo catat No gue"
Santi langsung mengambil pulpen dari kantong baju. dia mencatat No yang di sebutkan Metandra di telapak tangannya.
"Lo nggak bohong kan" tanya Santi
"Lo meragukan gue?" Santi hanya membalasnya dengan menggelengkan kepalanya. setelah itu Metandra pergi meninggalkan Santi sendiri.
.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐