
setelah Ana dan Dinda keluar kini giliran pak Andi dan Ahmad yang masuk ke ruangan Santi.
"Hallo Santi" kata pak Andi sambil berjalan menghampiri brankar Santi, Ahmad membuntuti dari belakang
"iya pak" sahut Santi
"bagaimana keadaan mu San?" tanya pak Andi
"Alhamdulillah Udh baikan pak"
"baguslah kalo begitu, ada yang sakit atau ada keluhan nggak?" tanya pak Andi
"Alhamdulillah nggak ada pak, cuman agak sedikit lemes aja"
"baguslah, kamu buat sementara istirahat dulu aja. saya akan tunggu di luar sambil nunggu info dari dokter. nanti klo ada apa apa kamu tinggal pencet nurse call aja( sambil menunjuk tombol yang berwarna merah). kalo kamu perlu teman nanti biar Ana dan Dinda saya suruh masuk lagi" ucap pak Andi
" iya pak, saya gpp pak sendirian di sini".
"biarin saya aja pak yang di sini"balas Ahmad
"Ok kalau gitu, baik baik ya"
"iya pak"
setelah pak Andi keluar dan menutup pintu Ahmad duduk di bangku samping brankar yang Santi tiduri.
"gimana keadaan Lo San?"
"seperti yang Lo liat, gue baik baik aja"
__ADS_1
"baguslah, Lo bikin gue kawatir tau ga. makanya klo belum bisa berenang ga usah sok-sokan renang di kedalaman. Lo harusnya renangnya gabung sama anak anak TK aja.. wkwkwk" sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V
"wahh parah Lo ngeledek gue" dengan muka cemberutnya
"becanda" memperlihatkan senyum kudanya
"btw makasih ya Lo udah nolongin gue, tadi Ana dan Dinda udh cerita semuanya."
Iya mereka juga cerita tentang Lo yang udah kasih gue nafas buatan. secara ga sengaja kita udah ci*man dong. lamunan Santi sambil membayangkan ci*man mereka.
"Aaaaaaaaa" Santi berteriak dan menggelengkan kepala sambil menutup muka dengan kedua tangannya. kejadian itu membuatnya geli sendiri.
"Santi Lo kenapa? ada yang sakit?"
"nggakk, itu tadi gue liat ada kecoak" mengalihkan
"dimana?"
"Hmm kirain kenapa loh mah. Oo iya bahas soal yang tadi. kenapa gue bisa bantuin Lo. itu karena kebetulan gue mau renang di situ terus gue nggak sengaja ngeliat ada bayangan hitam dari atas pas gue samperin ternyata ada orang dan bayangan hitam itu ternyata rambut Lo." jelas Ahmad
"makasih banyak ya, gue berhutang nyawa sma Lo dan gue juga gak tau deh klo nggak ada Lo kemungkinan gue udah beda tempat." berlinangan air mata
"hussstt udah gak usah Lo pikirin ya yang terpenting sekarang Lo baik baik aja." Ahmad menghapus air mata yang mengalir di pipinya Santi.
Tiba tiba ada yang mendorong pintu, ternyata dokter bersama kedua suster yang ingin mengecek kondisinya Santi. di saat dokter dan suster memeriksa Ahmad keluar dari ruangan
setelah melakukan pemeriksaan dokter dan juga suster keluar dari ruangan tersebut
"keluarga pasien" panggil dokter
__ADS_1
"iya Dok" sahut pak Andi. Ana dan Ahmad pun ikut merapat
"pasien sudah boleh pulang sekarang pak, karena kondisinya sudah membaik dan tidak ada keluhan. sebelum pulang mohon untuk di urus biaya administrasinya dulu ya pak." ucap dokter
"baik dokter, terima kasih banyak" sahut pak Andi
"iya sama sama pak, kami tinggal ya pak" ucap dokter sambil meninggalkan tempat tersebut
"Ana, Ahmad kalian bawa Santi ke luar duluan ya, saya akan urus administrasinya dulu.
"baik pak" sahut keduanya
Ahmad dan Ana segera masuk menemui Santi
"Hai San, ayo kita pulang"ucap Ana
"beneran?" tanya Santi dengan muka gembiranya
"ya benar lah, emang Lo masih betah ap di sini." sahut Ana
"ya nggak lah. siapa sih yang betah di tempat kayak gini.
"kali aja Lo niat tinggal di sini wkwkwk" sahut Ahmad
"Ahahaaa" ketawa Ana memenuhi ruangan
"isshhh Lo berdua yaa(muka sebel), btw pak Andi sama Dinda kemana?"
"Dinda udah pulang duluan, tadi orang tuanya telpon nyuruh Dinda pulang buat nemenin Adek Adeknya karena mereka ada urusan di luar. kalo pak Andi lagi ngurusin administrasi." sahut Ana
__ADS_1
"Ohhh, ya udah gpp yuk kita pulang" ajak Santi
akhirnya mereka semua pulang, pak Andi mengantarkan Ana untuk pulang dan Santi di antar oleh Ahmad.