Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 37


__ADS_3

keluarga Yudha Pratama memiliki saham terbesar terhadap apartemen dimana Metandra dan Santi berada. jadi Metandra bebas untuk memilih ruangan apartemen mana saja yang dia inginkan. di apartemen sana juga Anggota grim Reaper bersama pasangan masing-masing semalam mengadakan party hingga pagi.


Sebagian dari anggota Grim Reaper sudah pulang meskipun memaksakan diri dalam keadaan mabuk dan sebagainya masih berada di apartemen.


Metandra dan Lita tertidur di kamar bersamaan dalam keadaan mabuk meski di antara mereka tidak terjadi hal apapun hanya sekedar tidur. sedangkan di kamar yang lain, Alex sedang asyik bercu*mbu dengan pacarnya. begitu juga dengan pasangan lain yang sedang bercu*mbu di sofa tanpa rasa malu.


Di rumah makan, Santi dan yang lainnya baru saja selesai menghabiskan makanan masing-masing. kini mereka sedang bersantai menunggu makanan yang mereka makan turun terlebih dahulu.


Santi terlihat sangat tegang dan gugup, Ana melihat hal itu. Ana menatap mata Santi dan memberikan sebuah senyuman mengisyaratkan bahwa Santi harus rileks dan santai. setelah mendapatkan dukungan dari Ana, Santi sedikit tentang. Santi berusaha menceritakan semuanya dari awal tanpa ada yang dia tutupi.


Awalnya orang tua Santi sempat shock dan kaget, rasa kecewa sudah pasti tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. tanpa terasa air mata mereka semua mengalir begitu saja di dalam penjelasan yang Santi berikan. terutama ibunya yang tidak melepaskan dekapannya terhadap Santi. ibunya sangat terluka dan merasakan apa yang di rasakan Santi, begitu juga dengan bapaknya yang seakan tidak terima akan kenyataan pahit yang di alami oleh Santi. semua hanya bisa berusaha mengikhlaskan saja yang sudah terjadi.


Ana sebagai sahabat Santi pun ikut bersedih dan berusaha untuk menguatkan Santi.


Kini hati Santi merasa sangat lega karena sudah menceritakan kejujuran meski menyakitkan. sedikitpun tidak ada niat untuk melukai perasaan orang tuanya semua sudah menjadi takdir. penyesalan pun tidak bisa mengubah segalanya, andai dari awal dia tidak mengenal cinta mungkin semuanya tidak seperti saat ini. kembali lagi penyesalan tidak bisa mengembalikan semua seperti dulu lagi dia hanya bisa mengikhlaskan dan mengikuti arah takdir yang di berikan.

__ADS_1


Setelah semua merasa tenang, mereka meninggalkan tempat tersebut. orang tua Santi ingin ikut bersama Santi ke apartemen dan bertemu dengan menantu mereka. meskipun sebelumnya Ana sempat menawarkan untuk sementara ke rumahnya tetapi mereka menolak.


akhirnya Ana pulang sendirian ke rumahnya, sedangkan Santi dan orang tuanya ke apartemen menggunakan taxi.


Semua yang berada di apartemen tempat mereka mengadakan party telah pulang. begitu juga dengan Metandra yang sudah menuruni lift bersama Lita yang hendak mengantar Lita pulang. saat sampai di lobby Lita menjauh dari Metandra karena mendapatkan panggilan telpon dan meminta Metandra agar menunggunya sebentar.


Tidak berapa lama Santi dan orang tuanya pun sampai mereka berjalan melewati lobby. tanpa sengaja Santi melihat Metandra yang sedang duduk di sofa lobby.


"Metandra.." Metandra yang refleks menoleh mendengar sumber suara. seketika dia terkejut dan bingung atas kedatangan Santi bersama kedua pasangan paruh baya.


"Metandra.. kenalin mereka orang tua aku" sambil menoleh ke kanan. Metandra masih saja bengong tanpa berkata apapun.


Ya Tuhan ini ngapain Santi bawa orang tuanya segala mana kampungan lagi. Metandra berkata dalam hati


"Metandra, boleh mereka nginap di sini bersama kita? mereka di sini hanya 3 hari setelah itu mereka pulang ke kampung lagi." ucap Santi menjelaskan sambil ekspresi memohon.

__ADS_1


Apa..pake nginep segala lagi..awas aja Lo Santi seenak nya aja ngundang mereka kemari tanpa bilang ke gue. Metandra meluapkan emosinya dalam hati


"nggak masalah kalau nak Metandra keberatan biar kami menginap di tempat lain saja." ucap bapak


"Ohh... nggak pak, saya sama sekali nggak keberatan kok. inikan tempat anak bapak jadi anggap saja tempat bapak sama ibu juga." jawab Metandra dengan senyum terpaksa


"beneran Metandra? terima kasih ya" balas Santi antusias


"iya nak beneran?" tanya ibu


"benarkan Bu" sahut Metandra dengan sangat terpaksa.


Hemm...pakek nanya segala lagi, awas aja Lo Santi nggak bakal lolos dari gue. gumam Metandra dalam hati


.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2