
Di dapur wangi dari masakan sudah tercium sangat harum bau khas masakan, dari tadi Santi sibuk di dapur mengolah makanan untuk makan malam mereka. kini Santi menata masakannya di atas meja makan tapi tiba-tiba saja dia melihat Metandra hendak keluar apartemen.
"Metandra... tunggu.." mendekat ke arah Metandra "mau kemana?" tanyanya lagi.
"Mau keluar, ada apa?" jawabnya dingin
"kita makan dulu yuk, gue udah masak" sambil tersenyum
"Ntar aja gue buru buru" Metandra melangkah keluar.
Sampai larut malam Santi tetap setia menunggu kepulangan Metandra . dari tadi dia di ruang tamu sambil menonton TV tapi yang di tunggu tidak pulang juga. akhirnya dia makan sendirian karena merasa sudah terlalu lapar. setelahnya Santi langsung menuju ke kamar untuk beristirahat.
Pagi hari Santi ingin pergi ke rumah Ana karena hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Santi. kebetulan di hari ini juga dia libur bekerja. Ana kemarin bilang bahwa hari itu orang tuanya berangkat ke Jakarta sudah pasti pagi ini mereka telah sampai di terminal. hatinya sangat senang orang yang telah lama tidak di lihatnya kini akan segera di pertemukan.
Kemana Metandra, apa dari semalam dia belum pulang juga? apa gue harus nunggu dia pulang dulu...Ahh iya klo dia pulang..udahlah urusan Metandra ntar aja...
Santi sangat bingung harus dari mana dia menjelaskan yang sebenarnya kepada orang tuanya nanti tentang hubungan nya dengan Metandra. akankah nantinya akan baik baik saja atau malah akan timbul permasalahan. mukin hanya pasrah dan serahkan semua pada sang pemilik itu saja yang bisa dia lakukan.
Akhirnya Santi sampai juga ke rumah Ana dengan terburu-buru dia langsung menghampiri Ana yang sedang menunggu di depan rumah.
"Ana gimana sudah ada kabar dari nyokap gue?"
"iya mereka sekarang sudah di terminal, makanya gue dari tadi nungguin Lo."
__ADS_1
"ya udah ayok kita pergi sekarang." mereka pergi ke terminal yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. mereka berdua pergi dengan mengendarai motor.
"Ana"
"hmm"
"Ee... sebenarnya gue udah nikah."Ana yang sedang fokus menyetir mendadak berhenti karena terkejut mendengar ucapan Santi.
"Anaa..Lo mau bunuh gue."teriak Santi
"Lo bilang sekali lagi, apa yang Lo ucapin tadi."
"Sebenarnya gue udah nikah."Santi dengan muka bersalahnya
"Nikah?"membulatkan mata karena terlalu terkejut dan langsung turun dari motor "sama siapa? gue kenal sama orangnya? kapan? kenapa Lo nggak undang gue?" sederet pertanyaan yang di lontarkan kepada Santi.
"Wah Lo bener bener ya San.."Ana dengan ekspresi kecewa.
"maafin gue Na." dengan mengangkat kedua tangan dan menyatukannya. Ana menerimanya walau sedikit kecewa. mereka melanjutkan perjalanan lagi, hingga akhirnya sampai di tempat tujuan.
"Ana mereka dimana ya" sambil mencari di sekitaran terminal
"Coba kita cari di sekitaran loket" mereka berdua bergerak menuju ke loket. "itu kayaknya mereka deh." Ana menunjuk ke arah tempat duduk yang panjang dan sederetan orang pada duduk di sana.
__ADS_1
"iya bener itu mereka Na" Santi mempercepat langkahnya untuk menghampiri orang tuanya.
"bapak... ibu...." ucap Santi
"Santi.. nak." mereka berdiri sambil berpelukan secara bergantian.
"nak Ana" Ana menerima pelukan dari ibunya Santi dan bersalaman dengan bapak.
"ibu, bapak sehat semua?" tanya Ana
"Alhamdulillah sehat nak." ucap ibunya Santi
"keluarga sehat semua?"tanya bapak
"sehat Alhamdulillah." sahut Ana
"ibu.. bapak.. kita cari makan dulu yuk." ajak Santi
"iya, kita makan dulu. bapak, ibu pasti sudah lapar, karena hari sudah masuk siang sekarang." timpal ana
"iya, boleh" sahut ibu dan bapak
Mereka langsung menuju ke salah satu rumah makan dan menikmati makanan di sana.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐