
deg
Santi mengambil nafas panjang untuk menormalkan detak jantungnya. rasanya dia benar benar tidak percaya yang baru saja terjadi.
Apa besok Metandra bakalan menepati kata katanya atau bakal berubah pikiran. kalau benar dia bakal berubah pikiran gimana dong. ohh Santi, kenapa tadi Lo nggak terima aja, bodoh sekali.
keesokan harinya setelah pulang sekolah Santi menunggu seperti biasa di depan sekolah. cuman untuk hari ini dia bukan menunggu Rendi melainkan Metandra. karena kemaren dia sudah bilang ke Rendi bahwa dia akan pulang bersama temannya. sudah cukup lama dia menunggu tapi yang di tunggu belum muncul juga. Santi sudah mulai pasrah karena sepertinya Metandra mengurungkan niatnya untuk pulang bersamanya. saat Santi berjalan untuk mendekati angkutan umum tiba tiba ada yang menghentikan langkahnya.
"Santi ayo naik"
"Metandra" seketika mood Santi berubah, yang tadinya lemah dan kusut menjadi bersemangat dan menampilkan senyuman di bibirnya. Santi menaiki motor yang di kendarai Metandra.
"gue kira Lo lupa" kata Santi
"mana bisa gue lupa" sahutnya
Santi tersenyum tipis mendengar jawaban dari Metandra. motor melaju dengan kecepatan normal, setelah beberapa menit berlalu tanpa ada percakapan. akhirnya Metandra membuka keheningan
"San" panggil Metandra
"Hmmm"
"sebelum pulang kita ke mall yuk"
__ADS_1
"maaf Metandra gue takut di cariin bibi gue" sebenarnya itu hanya alasannya saja karena dia juga tidak memegang uang.
"sebentar aja kok"
" tapi bener sebentar aja"
" iya gue janji" ucap Metandra
sesampainya di mall, Metandra melangkah memasuki mall. sedangkan Santi hanya mengikutinya kemana arah Metandra melangkah. Metandra memasuki sebuah restoran, Santi menghentikan langkahnya. dia hanya berdiri di depan restoran tersebut. ketika Metandra hendak duduk dia baru menyadari bahwa tidak ada Santi bersamanya. saat Santi melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu, tiba tiba saja ada yang menggenggam tangannya.
"Lo mau ke mana?"
"Metandra, gue gue mau." suara Santi menggantung
"mau apa? ayo ikut gue makan" menarik tangan Santi
"ya udah klo Lo nggak ikut gue makan, gue gak bakal ajak Lo pergi lagi. (ancamnya) mana ada gue makan sendirian." , Metandra tahu bahwa Santi sedang berbohong
"Metandra, beneran gue lagi kenyang" menelan salivanya
"laper atau kenyang Lo tetap ikut gue ke dalam." tegasnya
Hmm makan apaan dia bisa kenyang sampai jam segini. pas istirahat juga gue gak liat dia ke kantin. Gumam Metandra
__ADS_1
setelah duduk di salah satu meja makan Metandra memanggil pelayan.
"silahkan mau pesan apa?" tanya pelayanan sambil memberikan buku menu
"Hong do I Fu mie nya satu, air mineral, sama jus terong Belanda nya satu. Lo pesan apa San?"
"Emm gue" Santi bingung harus pesan apa karena dia begitu shock melihat harga dari daftar menunya.
"udah Lo pesen aja apa yang Lo mau, tenang gue teraktir" bisik Metandra, dia melihat Santi bingung dan terkejut setelah melihat daftar menu itu. dia tahu bahwa Santi seperti itu karena memikirkan bayarnya.
"bakmie aja"hatinya sedikit lega mendengar kata teraktir karena dia tidak memiliki uang untuk membayarnya nanti. dia ada uang dari hasil jualannya tapi itu hanya separuh dari harga makanan yang dia lihat di daftar menu.
"Lo nggak minum?" tanya Metandra
"air putih aja" balasnya
"mbak, air mineral nya di tambah satu lagi sama jus alpukat nya satu" Metandra menambah pesanannya untuk Santi
"baik di tunggu ya pak, pesanannya akan segera datang"
"Ok" sahut Metandra
setelah makanan datang, mereka melahapnya. Santi merasakan nikmat dari makanan yang masuk ke mulutnya. lidahnya terasa asing oleh makanan tersebut. maklum saja selama dia tinggal di Jakarta baru kali itu dia merasakannya. padahal sudah sekian lama dia tinggal di Jakarta tapi belum pernah makan makanan restoran.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐