
"anak anak sebelum kita melakukan penilaian renang kita melakukan pemanasan terlebih dahulu. dan nanti sekali praktek langsung lima orang sekaligus. yang sudah praktek kalian bebas mau berenang di manapun. tapi inget bagi yang belum bisa berenang jangan ke tempat yang paling dalam. tidak boleh sendirian/ mencar dengan temannya. nanti sebelum pulang kita kumpul dulu di sini jam 3 sore."
"baik pak" sahut semua murid
Setelah praktek dan pengambilan nilai Santi, Ana dan dinda ke kolam renang yang kedalaman sedang. ada sedikit orang di sana dan tidak terlalu ramai. mereka melakukan renang bebas di sana sambil bercerita dan di selingi dengan canda tawa.
Tak lama Dinda meminta izin untuk ke toilet
"Ana, Santi gue kebelet pengen bo*er"
"gue ikut Din, gue juga kebelet Pi**s nih" sahut Ana
"yaelahhh Ana Pi**s aja di sini, ngapain ke toilet segala, tapi jauhan dikit dari gue... wkwkwk" jawab Santi
"Hahahaa...iya Na, tadi juga pas praktek gue kebelet trus gue Pi**s aja di situ" jawab Dinda
"Eouuh... jorokk banget Lo" jawab Ana sambil menggetarkan tubuhnya.
"kebanyakan yang renang juga pada begitu Ana, mereka pada males ke toilet apalagi harus ngantri." sahut Dinda
"gue ga bisa kayak gitu ah. ntar rasanya anget anget gitu trus lama lama gatel dan lengket." Kata Ana
"ya udah yuk ah gue kebelet nih"
"Lo ga ikut San? tanya Ana
"ngga ah, gue di sini aja"
"gpp Lo sendirian di sini?" tanya Dinda sambil berjalan
__ADS_1
"iya gpp"
"Ok tunggu di situ aja ya" kata Ana dengan keras
"iya"
Santi berada di pinggiran kolam renang dengan setengah dada di atas air. dari kejauhan ada Siska dan gengnya.
"guys ada si udik tuh" kata Tiara sambil tersenyum tipis dan menaikan alisnya sebelah
"Oiya tuh" timpal Lisa sambil menoleh ke arah Santi
"kerjain ga guys." ucap Siska menggigit bibir bawahnya
"go yuk, mumpung sendiri udah lama juga kan ga jahilin" ucap Tiara
"hmm bener tuh" ucap Lisa
"apa apa" Tiara dan Lisa merapat
rencana jahat pun terlaksana oleh tiga geng tersebut. mereka berpura-pura renang di kolam itu. Siska dan Tiara berada di pinggir kolam renang paling pojok. lumayan jauh dari Santi sambil melihat sekeliling. sedangkan Lisa si handal berenang melaksanakan aksinya. dengan berenang tanpa mengambil nafas dia menghampiri Santi dan menarik kedua kaki Santi. setelah Santi berada di dasar kolam renang Lisa menyeretnya menuju kolam yang dalam dan menekan lama tubuh Santi agar tidak naik ke atas. Lisa tahu bahwa Santi tidak terlalu bisa berenang.
setelah Lisa kembali ke geng nya berada. mereka langsung naik dan meninggalkan kolam itu.
"kok gue takut ya, takut jadi masalah nantinya" ucap Lisa dengan pelan
"lemah Lo" timpal siska
"au nih Lisa" Tiara menyenggol bahu Lisa
__ADS_1
"kira kira dia bisa bertahan ga ya" sahut Lisa dengan was-was
"tenang aja ga bakal mati" jawab Siska
Santi berusaha untuk meminta pertolongan dengan mengangkat tangannya sebelah. itupun tidak terlihat dari atas air. karena kondisinya yang sudah lemah karena terlalu banyak menelan air.
saat Ana dan Dinda balik mereka tidak melihat keberadaan Santi.
"loh loh Santi kemana?" Dinda sambil mengitari pandangannya.
"lah iya kemana ya" sahut Ana
"apa dia di sana kali" sambil menunjuk ke arah tempat duduk yang di penuhi banyak orang
"ayo kita cek ke sana" Ana penasaran
saat membalikkan badan mereka di kagetkan oleh suara orang meloncat kedalam kolam renang yang tidak jauh dari mereka berdua. seketika mereka langsung menoleh dengan bersamaan.
mereka berdua melihat Ahmad yang sedang membawa Santi ke pinggir kolam renang dengan kondisi tidak sadarkan diri. mereka langsung berlari menghampiri dan berteriak
"Santi.." teriakan Dinda dan Ana
akhirnya mereka berdua membantu Ahmad untuk menaikkan Santi ke atas pinggiran kolam renang.
"Santi bangun" Ahmad menepuk pipi santi
guru olahraga mereka langsung merapat dan sebagian teman temannya yang berada di dekat situ langsung mendekat.
Ana yang membantu memberi pertolongan dengan menekan dada Santi dengan berulang ulang. tapi masih tetap belum sadarkan diri.
__ADS_1
sementara sang guru meminta bantuan pertolongan dengan menelpon pihak RS terdekat.