Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 36


__ADS_3

Selepas mandi bersama, Naya keluar kamar mandi bersusah payah untuk berjalan dengan menahan rasa sakit. Meskipun habis berendam dalam air hangat, tapi rasa nyeri itu masih terasa.


Alfath sebenarnya menahan tawa saat melihat Naya. Kalau tidak karena kasihan, pasti Dia susah tertawa terbahak-bahak. Tapi Dia sadar, Naya seperti itu juga karena ulahnya.


“Gimana masih sakit...? ” Naya mengangguk.


“Kalau jalanmu masih sulit, sebaiknya Kamu nggak usah masuk kuliah dulu aja deh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama pasti mereka marah. ”


“Enggak, lagian ngapain kek ginian ditunjukin ke Papa Mama, ya malu lah. ”


“Kira-kira Kamu masih ingat nggak rasanya semalam gimana? ” Alfath menggoda Naya padahal Dia juga sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus.


Wajah Naya memerah. Menahan rasa malu. Kalau ditanya soal itu, tidak bisa dipungkiri lagi. Sesuatu yang baru pertama kali dirasakan sungguh luar biasa.


“Kok malah bengong sih Nay... ? jadi kuliah apa nggak? Aku sudah hampir selesai ini loh. ”


“Kuliah lah... ”


“Kalau masih sakit nggak usah berangkat dulu nggak apa-apa. Nanti biar Aku atur izinnya. Sekalian Aku belikan obat di apotik nanti. ” wajah Naya masih ragu. Antara berangkat atau tidak.


“Atau Kau mau pagi ini Aku tambah lagi. ”


“Hush... katanya sahabatan, kok malah main mesum-mesuman sih... Iya Aku kuliah, tapi bentar Aku masih mikir nih.”

__ADS_1


“Mending nggak usah, nanti malah telat kalau kebanyakan mikir. Yang rugi Aku juga dong. ”


“Aku cuma mikir, kalau misalkan Aku hamil jadi gimana? ”


“Nggak mungkin hamil lah. Kan cuma sekali. ”


“Kita nggak bisa memprediksi seperti itu Fath. Kita tidak pernah tau kehendak Tuhan. Terkadang orang yang sudah sering melakukan, ternyata belum juga dikasih keturunan. Terkadang ada yang sekali, sudah di kasih. ”


“Mana ada kalau sekali langsung jadi... ”


“Hei... dulu temanku SMA banyak yang hamil diluar nikah, itu semua gara-gara coba-coba Fath.”


“Alah udahlah besok ya dipikir besok lagi. Sekarang buruan ayo berangkat. ”


“Aku nggak jadi kuliah deh. ”


“Udah pergi sana. ”


...----------------...


Sementara di ruang lain. Bella baru saja membuka matanya, betapa terkejutnya Dia saat mendapatkan tubuh kekar di samping tubuhnya.


“Aaa... tidak... ”

__ADS_1


“Kenapa sih pagi-pagi sudah teriak-teriak. Masih capek nih gara-gara ulah Kamu semalam. ”


“Kenapa jadi Kamu sih Rang, yang tidur disini. ”


“Kan semalam Kamu yang narik-narik Aku untuk masuk sini. ”


“Enggak, Aku narik Alfath. ”


“Gimana sih Kamu, Alfath itu sudah pergi duluan, sedangkan Kamu sudah mabuk berat. Saat itu Aku masih setengah sadar. Aku mencari Naya sudah tidak ada lagi. Jadi Aku mengikutimu saat Kau menarik Aku masuk kedalam sini. ”


“Astaga, Kau benar-benar mengacaukan rencanaku Rang, padahal Aku sudah membayangkan tidur dengan Alfath. ”


“Iya Kau sepertinya sangat mencintai Dia, sampai semalam Kau tidak pernah menyebut Namaku sama sekali. Hanya Alfath... Alfath... sampai selesai. ”


“Dia segalanya bagiku Rang. Aku harus mendapatkan Dia. Tidak boleh ada orang lain yang berhak atas Alfath kecuali Aku. ”


“Perjuangin dong, Aku juga sama mau memperjuangkan Naya sampai bertekuk lutut. Kau tau, semalam Aku memasukkan perangsang kedalam minuman Naya. Tapi sial, Dia sudah pergi duluan. Entah hasratnya itu akan di lampiaskan ke siapa. ”


“Hei... Kenapa Kita sama, Aku juga memasukkan sesuatu kedalam minuman Alfath. Astaga, mau di lampiaskan kemana juga hasrat Alfath semalam. Kau sih malah meniduriku. ”


“Daripada Aku tahan hasratku, mending Aku lampiaskan juga dong. ” Senyum Rangga licik.


“Eits, Kamu pakai pengaman nggak...? ”

__ADS_1


“Nggak lah, mana Aku bawa. Kan nggak sengaja ketemu Naya nya. ”


“&@-$”


__ADS_2