Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 66 Ketahuan Hamil


__ADS_3

“Kok kamu belum tidur...? ”


“Nggak bisa tidur. Aku masih mikirin yang tadi. Mikir dampaknya Bella dan Rangga yang udah tau tentang Kita. ”


“Udah nggak usah terlalu dipikirin. Entar mereka juga capek sendiri kok. ”


“Aku cuma takut, Mereka akan berbuat nekat. Bahkan sampai merusak hubungan Kita... ”


“Nggak perlu dicemaskan. Ada Aku yang selalu disampingmu... ” Alfath menatap wajah Naya dalam-dalam, berusaha meyakinkan agar wanitanya tidak cemas.


“Tidur ya, besok Kita harus kuliah... ” Naya mengangguk, berusaha memejamkan matanya. Alfath memeluknya dari belakang. Tangannya merayap kemana-mana membuat Naya berseru.


“Ah... jangan begini...!!! gimana Aku mau tidur kalau tanganmu nakal seperti ini. ” Naya menepis tangan kekar Alfath.


“Aku cuma ingin memainkan benda itu aja kok, kalau Kamu mau yang lebih juga nggak apa-apa...” Naya menghadap Alfath dan memukul dada bidangnya.


“Ih... mesum... ”


“Mesum sama istri sendiri kan nggak apa-apa kan...? ”


“Aku masih geli dengan sebutan itu... ”


“Yang mana...? ” Alfath mengernyitkan dahinya.


“Ya sebutan suami, istri, sayang, Mas... itu dengernya geli tau... ”


“Istriku memang beda ya, udah nikah tapi masih menolak jadi istri... ” Alfath mencubit hidung Naya.


“Lepasin... ” Naya memberontak saat Alfath tiba-tiba memeluknya.


“Biar nyaman kalau tidur... ”


“Tunggu... tunggu... terus gimana soal Bella yang kerja dikantormu itu...? ”


“Itu urusanku, semua akan baik-baik saja... ”


...****************...


Beberapa minggu kemudian terjadi keributan dirumah Bella...

__ADS_1


“Bella, jelaskan ini maksudnya apa...? ” Bella yang masih terlelap dikejutkan oleh terikan Mamanya.


“Apa sih Ma, masih ngantuk nih...? ”


“Bangun Kamu, jelaskan ini maksudnya apa hah...” mata Bella melotot saat melihat mamanya membawa sebuah respect di tangannya.


“Mama hamil...? syukurlah kalau Mama hamil lagi... ”


“Jangan mengelak Kamu Bella, jelaskan apa ini maksudnya...? siapa yang sudah menghamilimu...? katakan sekarang juga...!!! ”


“Ih Mama apaan sih main nuduh-nuduh segala. Itu kan Mama yang bawa, jadi udah jelas punya Mama dong... ”


“Bi Tumi menemukan ini di bawah keset depan kamar Kamu. Terus Kamu bilang ini punya Mama...? ”


“Ya terus punya siapa lagi kalau bukan punya Mama...? ” Bella masih terus mengelak tidak mengaku.


“Oh sekarang Mama paham ya, kenapa akhir-akhir ini Kamu sering mual di pagi hari. Ternyata Kamu hamil... ” wajah Mama Bella sangat mengerikan saat itu. Wajah Bella yang berusaha tetap tenang terlihat agak pias.


“Mama jangan bilang gitu dong, mungkin itu punya Mama yang lupa habis ngecek terus jatuh dibawah keset... ” amarah Mamanya semakin meluap saat Bella terus mengelak.


“Ada apa sih Ma, pagi-pagi udah ribut...? ”


“Itu bukannya respect...? ”


“Iya benar... ”


“Mama hamil lagi...? Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama...” wajah Papa Bella sumringah saat melihat benda yang ada di tangan istrinya.


“Papa... ini bukan lagi soal Mama... tapi ini soal Bella Pa... Dia hamil... ” seketika Mamanya menangis histeris. Bella juga ikut menangis.


“Ma, tenang... Mama bisa jelasin pelan-pelan nggak...? ini maksudnya apa...? ”


“Papa... Bella nggak hamil Pa... itu pasti punya Mama yang kelupaan Pa... ” Bella mendekati Papanya, membujuk agar percaya.


“Sekarang juga Kamu cek didepan Papa sama Mama kalau benar Kamu tidak hamil... ” tangan Bella gemetar saat Mamanya menyodorkan beberapa alat tes kehamilan yang masih baru.


“Mama... ”


“Ayo buktikan kalau memang Kamu tidak hamil...!!! ” tangis Bella semakin pecah bersamaan dengan tangis Mamanya yang semakin histeris.

__ADS_1


Hoek... hoek... Tiba-tiba Bella merasa sangat mual. Dia langsung lari kekamar mandi.


Sial... Kamu nggak bisa di ajak kompromi banget sih... gerutunya dalam hati merutuki janin yang ada diperutnya. Papa dan Mamanya masih menunggu Bella keluar.


“Tuh kan Pa, Mama nggak salah kan... Belum di tes aja udah ada terbukti. Kamu benar-benar bikin malu Bella, Mama nggak mau melihat Kamu lagi.


“Mama, Papa... Maafkan Aku... Aku khilaf Pa, Ma... ” kedua orangtuanya tidak memperdulikan Bella. Langsung pergi begitu saja.


Tut... tut... Bella memanggil seseorang yang ada diseberang sana.


“Aduh... kok malah nggak aktif sih... ” setelah capek menghubungi nomor yang tak kunjung aktif, Bella memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada kontak yang dituju.


Rang, Papa Mama udah tau kalau gue hamil...


Centang satu. Tidak ada profilnya.


Deg.


Rangga, gimana ini kelanjutannya...?


Rangga gue bingung harus ngapain


Rang


Jawab dong Rang...


Gue belum bisa dapetin Alfath juga...


Gue nggak mungkin bilang sama bokap kalau lo yang udah hamilin gue...


Rang, lo nggak salah sih. Tapi gue harus bilang gimana sama bokap...?


Rangga... please jangan blokir gue


Atau lo akan gue tuntut buat tanggung jawab...


woi... lo kemana sih beberapa hari ini nggak nongol


Setelah lelah mengirimkan pesan. Bella terisak karena tak kunjung ada jawaban dari Rangga.

__ADS_1


__ADS_2