Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 48 Kedatangan Bella


__ADS_3

Lanjut... lanjut... 😅


Hari ini author mau update beberapa bab deh😁sama mau memelas minta vote sama hadiahnya dung🥲🥲


“Yaudah berarti besok nggak usah pakai. ”


“Huft... ” Naya memdengus kesal dengan permintaan Alfath yang dirasa konyol itu.


“Fath, anterin ke rumah makanku dong... ”


“Kamu mau makan lagi? ”


“Enggak, Aku cuma mau melihat kondisi sekarang. Toh udah lama juga belum kesana. ”


“Besok aja, Kamu harus istirahat. ”


“Sebentar aja kok, nggak lama. ”


“Beneran ya nggak boleh lama-lama. ” Naya mengangguk menyetujui Alfath.


...****************...


“Eits... Kamu nggak boleh ikut masuk. Didalam sini aja. Ingat pernikahan Kita masih dirahasiakan.” Naya melarang Alfath yang mau mengikuti dirinya.


“Okelah.”


“Selamat sore Nona, kenapa lama sekali tidak mengunjungi Kami. Ada banyak perkembangan loh di restoran Nona.” sapa Farid selaku pemimpin sekaligus orang kepercayaan Naya di restoran.


“Oh iya Farid, maaf ya baru sempat mengunjungi kalian. Akhir-akhir ini Aku sibuk banget. ”


“Kami semua ikut berduka cita atas kasus yang menimpa Anda beberapa pekan lalu Nona. ”

__ADS_1


“Ah lupakan soal itu. Aku tidak lama, rupanya Kau tadi ingin membicarakan soal perkembangan restoran ini. ” Farid yang sudah mengenal Naya yang suka to the point langsung melaporkan perkembangan restorannya.


“Baiklah, kerjamu sangat bagus. Kau bisa diandalkan. Aku pamit dulu ya... ”


“Nona tidak ingin mencicipi menu barunya...? ”


“Lain kali saja, besok kalau tidak ada halangan Aku akan kesini lagi setelah kuliah. ”


“Baik Nona, Hati-hati di jalan... ” Naya meninggalkan Farid. Berjalan menuju mobilnya. Tapi Dia sangat terkejut saat Alfath mengingkari ucapannya. Dia saat ini tengah berbincang-bincang dengan salah satu pelayan restoran. Naya meraih ponsel dari dalam tasnya. Memanggil kontak yang bernama Alfath dari kejauhan. Saat ponsel Alfath berbunyi Dia langsung faham apa yang dilakukan Naya. Dia hanya memiscall saja. Alfath mengulurkan tangannya kepada pelayan kemudian berjalan menuju mobilnya. Rupanya Naya sudah menunggu cukup lama.


“Apa yang Kamu lakukan disana. Bukannya Aku tadi melarangmu untuk masuk...? ” Alfath di berondong pertanyaan oleh Naya yang kesal dengannya.


“Aku cuma mau melihat restoranmu, fasilitas dan pelayanannya bagaimana? terus cara pengelolaan tim-mu itu sudah benar atau perlu di tingkatkan. Tidak ada salahnya kan...? ” Alfath berkata santai sambil fokus menyetir.


“Lalu apa yang kau katakan kepada Mereka...?pasti mereka akan tau kalau Kamu suamiku. ”


“Eh maksudnya suami-suamian. Bukan suami beneran... ” Naya meralat ucapannya.


“Huft... ” Alfath mendengus.


“Tenang aja. Aku tidak akan bilang apapun. Cuma menanyakan yang tadi.”


“ Restoranmu sudah bagus sih, kalau saran Aku tinggal di tambah beberapa menu Barat saja. Soalnya jaman sekarang orang-orang pada suka menu kebarat-baratan. Sama tinggal menghidupkan suasananya. Itu aja sih koreksi dari Aku. ”


“Oh gitu ya. Nanti lah bisa Aku adain meeting sama tim. ”


“Bagus.”


“Makasih ya Fath atas sarannya. ” Naya tersenyum kepada Alfath yang sibuk menyetir. Senyuman tulus yang selama ini belum pernah dilontarkan kepada Alfath. Membuat Alfath salah tingkah dan merasakan gelagat yang aneh. Dia meraih tangan kanan Naya, kemudian menciumnya.


“Kamu cantik kalau tersenyum seperti tadi. ”

__ADS_1


“Ih apaan sih pake cium-cium tangan segala. ” Naya mengibaskan tangannya dari Alfath.


“Gitu aja masak nggak boleh. Kamu itu sebenarnya harus banyak diskusi sama Aku. Biar restoranmu makin besar. ”


“Siap tuan muda. ”


“Bagus Nyonya muda yang cantik. ” Alfath mengacak rambut Naya gemas.


“Nona... ” Naya mencubit perut Alfath membuat si pemiliknya berseru tertahan.


“Aw... sakit... Kebiasaan yang nggak Aku suka nih.”


...***************...


Ting... tong... Mbok Jah membuka pintu saat bel rumah berbunyi.


“Naya-nya ada Mbok...? ”


“Ada kok Non, silahkan masuk. ” Mbok Jah mengetuk pintu kamar Naya memberitahukan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.


“Gawat... ini gawat... ”


“Kenapa Nay...? ” tanya Alfath kepada Naya yang tengah panik.


“Bella kesini... ” Naya menurunkan volume suaranya agar tidak ada seorangpun yang mendengar kecuali Alfath. Namun saat mereka belum sempat merencanakan apapun, Bella telah membuka pintu kamar Naya.


“Naya, Kamu lagi ngapain...? ”


Astaga... deg... deg...


“ini... ini... ”

__ADS_1


Bikin kesal nggak tuh Si Bella main nyelonong aja di rumah orang🥴


Kalian jangan ada yang kaya gitu ya😳


__ADS_2