Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 76


__ADS_3

“Aku nggak mau makan ini... ” Naya merajuk setelah melihat makanan yang tersaji di meja.


“Kamu mau yang mana sayang...? tadi kamu bilangnya terserah...? ”


“Nggak mau, Aku tidak suka bau semua makanan ini... kamu aja yang makan semuanya...!! ” Alfath melongo saat mendengar Naya yang terus merajuk. Dia saat ini harus benar-benar sabar menghadapi perempuan yang tengah mengandung anaknya.


tut... tut... ponsel Naya bergetar saat tengah menikmati suasana bersama Alfath. Dia menyuapi suaminya dengan makanan yang ada di hadapannya.


“Papa... ” Naya membulatkan matanya panik saat melihat nama kontak yang muncul di layar ponselnya.


“Angkat aja, nanti Papa khawatir... ”


“Iya Pa, maaf Naya lupa ngabarin Papa. Ini lagi main sama Ayesha dan Raisya Pa.”


“Ya udah nanti kalau udah selesai main minta jemput sama Pak Komar ya sayang...” Naya sengaja mengeraskan volume ponselnya agar Alfath juga bisa mendengarkan Papanya bicara.


“Byee Pa... ”


“Huft... ” Alfath menghela nafas lega.

__ADS_1


“Kamu kenapa? yang di telepon Papa kan Aku, kenapa kamu yang panik...? ”


“Ya panik lah Nay, Aku udah nggak bisa bayangin kalau Papa tau kita sedang berduaan disini.”


“No problem, mungkin Papa justru senang karena cucunya sedang bermain dengan Ayah. Iya kan sayang...? ” Naya mengusap perutnya yang masih rata. Alfath ikut meletakkan tangannya di atas punggung tangan Naya.


“Kamu memang perempuan yang kuat Nay, bisa bertahan sejauh ini dengan hubungan kita yang berantakan karena orangtua kita sendiri.”


“Kamu juga kuat. Yang sabar ya hadapin Papa... ” kedua tangan Naya menyentuh pipi Alfath.


“Jangan begini Naya, kamu makin menggemaskan. Bisa-bisa kita nanti tidak jadi pulang.” keluh Alfath saat Naya menempel dipundak suaminya. Alfath telah merubah semua sifat Naya yang sebelumnya. Naya yang cuek, hanya fokus dengan tujuan dan komitmen dengan prinsipnya tidak ingin memiliki rasa cinta kini telah berubah menjadi perempuan yang mengasyikkan bagi Alfath.


“Masih minggu depan. Sebenarnya mau banget anak ini diantar sama Ayahnya. Tapi, Opa pasti akan marah... ” Naya menunjukkan raut muka sedih, tapi justru membuat Alfath tergelak melihat ekspresi wajah istrinya yang lucu dan menggemaskan.


“Itu mah urusannya gampang. Kita bisa pergi diam-diam seperti ini. Nggak usah bilang sama Papa... ” Alfath menaik turunkan alisnya.


“Paling juga sambil modus, mau minta jatah juga... huh... ” Naya memalingkan wajahnya.


“Sayang, ini kesempatan sebelum ada orang kertiga.”

__ADS_1


“Maksud kamu...? ” bola mata Naya membesar saat mendengar Alfath mengatakan orang ketiga. Dia pasti berpikiran jika akan ada orang lain yang akan mengganggu kehidupannya lagi.


”Siapa lagi sih orang itu... ” Naya berdecak kesal. Tapi Alfath lagi-lagi tertawa karena berhasil mengerjai istrinya yang semakin menggemaskan itu.


“Maksudnya ini...” Alfath menunjuk perut Naya.


“Huft... ”


“Usianya udah berapa sih...? Aku udah nggak sabar pengen gendong Dia. Pasti nanti kalau laki-laki akan mirip sama Aku, dan kalau perempuan mirip kamu... ”


“Tapi Aku maunya laki-laki dulu. Biar nanti bisa jagain adek-adeknya. Aku juga udah nggak sabar pengen mencubit pipi yang menggemaskan. Tapi usianya baru empat minggu.”


“Sabar ya, kita harus kuat biar bisa tinggal sama-sama lagi.”


“Sekarang sudah hampir jam lima. Pulang yuk... ”


“Aku antar sampai rumah ya, mumpung Papa belum pulang.” Naya mengangguk mantap.


...****************...

__ADS_1


Maaf ya guyss baru sempat update, soalnya habis nyelesaiin tugas kuliah yang numpuk 😤othor harap kalian nggak lari kemana-mana ya... 😃


__ADS_2