Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 49


__ADS_3

“Naya, Kamu lagi ngapain...? ”


Astaga... deg... deg...


“ini... ini... ”


“Oh lagi beresin kamar? ” Sahut Bella langsung merebahkan tubuhnya disofa.


“Hmm... iya... ” jawab Naya gugup.


Kemana tuh Si Alfath?


“Aku udah lama banget ya Nay, nggak main kesini lagi. ”


“Iya juga Bell. ”


“Bay the way om sama tante kemana...? kok rumahmu sekarang kayak sepi banget. ”


“Papa sama Mama udah pindah rumah. ”


“Loh sejak kapan mereka pindah rumah...? kok nggak pernah denger ya. ” tanya Bella penasaran.


“Sejak Aku men... maksudnya sejak Aku menginginkan untuk tinggal sendirian. ” jawab Naya gugup, bikin lidahnya sedikit keseleo saja.


“Hebat ya Kamu, udah main pisah sama orangtua saja. Kalah nih Aku... ”


“Ya bagaimanapun juga nantinya kan pasti akan berpisah juga. Jadi lebih baik belajar dewasa dari sekarang. ”


“Bagus dong kalau gitu. Oh iya ini foto Kamu pas wisuda ya Nay...? ” Bella meraih sebuah foto kecil di sebuah meja. Naya semakin gugup saat menyadari didekat foto tadi ada foto wisuda Alfath juga. Alfath yang sengaja meletakkan disana.


“Iya... ” Naya langsung meraih foto Alfath yang terpampang disamping fotonya sebelum Bella menyadari jika itu adalah Alfath. Naya segera memasukkan kedalam laci.


“Kamu masih menyimpan foto Kita dulu nggak Nay...? ” tanya Bella masih memeriksa seluruh foto yang ada dikamar Naya.


“Nggak ada kayaknya Bell, Mbok Jah sudah membereskan foto-foto lama. Katanya fotonya udah nggak layak lagi. Disuruh foto yang lebih bagus malahan. Itu kan waktu masih kuno ya... ”

__ADS_1


“Lain kali Kita liburan ke luar negeri bareng deh Nay, biar nanti bisa foto-foto bareng lagi. ”


“Oke, agendakan aja. ”


“Kamu makin cantik aja Nay. ” Bella mengagumi foto Naya yang ada di tangannya.


“Ah, cuma filter kali. Turun yuk, Mbok Jah pasti sudah menghidangkan makanan lezat. Kamu makan malam disini aja ya...” Alfath bersembunyi dibalik tirai sejak tadi memberikan kode agar mengajak Bella keluar.


“Makasih Nay... Yuk... ” Bella memeluk Naya dengan girang.


“Huft... Akhirnya. Perempuan gatel itu main nyelonong aja. Nggak tau aturan banget sih tuh orang. ” Alfath menghempaskan tubuhnya ditempat tidur.


*Ceklek...


Bugh*... tubuh Alfath jatuh kebawah tempat tidur karena gugup ada yang membuka pintu.


“Fath, jangan keluar. Cek terus ponsel Kamu. Nanti Aku kabarin kalau Bella udah pergi. ” Naya sedang diambang pintu berkata dengan lirih.


“Naya... kenapa bikin orang kaget aja sih. Aku kira cewek gatel itu. ”


Jedar... Naya menutup pintu dengan keras.


“Ayo kesana. Sebelah sana ruang makannya. ”


“Nay, itu mobil Alfath...? ” tanya Bella saat membuka tirai jendela melihat mobil Alfath yang terparkir.


“Enggak, ngapain mobil Alfath disini... Hahaha... ”


“Tapi itu mirip banget Nay... ”


“Yakali... pabrik itu bikin banyak Bell, bukan cuman satu aja. Yuk makan, nanti keburu dingin loh masakannya...!!! ” ajak Naya sembari membuka tudung saji di meja makan. Mereka berdua langsung menyantap masakan Mbok Jah yang lezat.


“Bell, boleh tanya sesuatu nggak...? ”


“Apa Nay... ?”

__ADS_1


“Kamu pacaran sama Rangga...? ”


Uhuk... uhuk... Bella tersedak saat Naya menanyakan hal demikian.


“Minum dulu gih. ”


“Pedes banget Nay masakannya. ” Bella mengeles biar tidak diberondong sama pertanyaan Naya.


“Mana ada pedas sih. Mbok Jah kalau masak itu menyesuaikan sama seleraku. Soalnya Aku nggak boleh makan pedas. Punya sakit lambung Aku tuh... ” muka Bella langsung memerah, pertanyaan Naya bagaikan petir bagi dirinya.


“Sekarang ganti Aku yang tanya ya Nay... ”


“Idih... pertanyaanku aja belum Kamu jawab. ”


“Jadi gini, Aku tadi itu cuma makan aja sama Rangga. Kan Kamu sendiri tau sedekat apa hubungan Aku sama Rangga. Kita cuma sahabatan nggak lebih. Rangga itu cintanya cuma sama Kamu, sejak dulu tidak pernah berubah perasaannya ke Kamu. ”


“Iya udah tau kok... ”


“Terus kenapa Kamu tidak berusaha membuka sedikit hatimu untuk Rangga Nay...? Dia laki-laki yang tulus mencintaimu sejak dulu. ”


“Kalau cuma membuka hati sedikit saja mending nggak usah Bell... ”


“Huft... ” Bella mendengus. Sulit sekali memang untuk mendapatkan hati Naya. Perempuan itu seperti tidak pernah tertarik dengan laki-laki sama sekali.


“Aku tuh ngerasa kurang srek gitu sama Rangga. Nggak tau darimananya. Sejak dulu tidak pernah berubah Bell. ”


“Sulit memang mendapatkan hatimu Nay, penasaran Aku sama jodohmu nanti. ”


“Jodoh itu cerminan diri. Makanya Kita harus selalu meningkatkan value biar dapat jodoh yang sepadan. ” ucap Naya bijak sambil menyindir Bella.


“Sekarang ganti Aku yang tanya ya... !!! ”


“Pasti soal Alfath... ”


“Cerdas.”

__ADS_1


__ADS_2