
“Aku antar sampai rumah ya, mumpung Papa belum pulang.” Naya mengangguk mantap.
...****************...
“Kangen...” ucap Naya saat video call dengan orang diseberang sana. Hal itu menjadi rutinitas Naya dan Alfath semenjak dipisahkan oleh orangtuanya. Mereka berdua harus diam-diam karena Papa Firman akan marah jika tau.
“Kamu sekarang udah beda banget sama dulu. Kamu sekarang itu bucin banget. Masa iya tadi juga baru saja ketemu, sekarang udah bilang kangen...”
“Yang kangen itu sebenarnya anak kamu, bukan Aku...” Naya berpura-pura seolah memang bukan dirinya yang selalu merindukan sentuhan hangat dari suaminya.
“Alah modus iya, Aku tau kok... hayooo ngaku...” Alfath meledek Naya membuat pipi perempuannya bersemu merah.
“Nggak tuh... ”
“Sayang, hadap sini dong... ”
“Kenapa...? ”
“Kamu cantik kalau pakai dress itu, andai Aku ada disana. Pasti udah Aku lahap istriku yang paling cantik ini... ”
“Peluk jauh aja deh... ”
tok... tok... tok... pintu kamar Naya diketuk dari luar. Membuat Dia harus memutuskan panggilannya dengan Alfath.
__ADS_1
“Eh Mama... ”
“Sayang, ini Mama bawain susu sama salad buah buat kamu.” wanita paruh baya itu langsung masuk kekamar Naya untuk meletakkan barang bawaannya.
“Tadi Mama seperti dengar kamu bicara sama seseorang. Siapa emangnya... ? ” Mamanya menyelidik curiga karena sudah berjanji untuk terus mengawasi Naya dimanapun Dia berada.
“Itu Ayesha sama Raisya Ma. Tadi cuma video call sebentar, mereka mau tanya soal tugas buat besok.”
“Oh gitu ya, jangan sampai kamu bohongin Mama ya. Kamu nggak boleh berhubungan dulu dengan Alfath. Papamu melakukan semuanya demi kamu sayang, biar Alfath yang buktiin kalau Dia itu sangat mencintai kamu dan memang tidak melakukan kejadian kemarin.”
“Sebenarnya Naya sih udah maafin Alfath Ma, jadi masalah ini nggak perlu dibesar-besarin. Toh udah tentram kan sekarang... ”
Please Ma, kasih kesempatan Alfath buat tinggal sama Aku lagi...
Huft... Naya menghela nafas panjang. Ternyata kedua orang tuanya masih belum bisa menerima keadaan. Padahal Naya, sebagai istri Alfath sudah memaafkan suaminya yang telah difitnah oleh seseorang.
“Yaudah Mama balik ke kamar dulu ya sayang... ” Mama Sindi mengecup kening anak semata wayangnya dengan lembut. Dan saat itu juga Mamanya sangat terkejut saat menyibak rambut Naya. Di leher anak perempuannya terdapat beberapa tanda kepemilikan yang tentu saja hasil karya dari Alfath.
Naya habis ngapain...?
“Sayang kamu baik-baik saja kan...? ” ucap Mama Sindi yang membuat Naya terkejut.
“Baik kok Ma, emang ada apa Ma kok wajah Mama mendadak berubah gitu...? ”
__ADS_1
Siapa yang telah melakukannya kepada Anakku?
“Kamu tadi dikampus ketemu sama siapa aja, terus ngapain aja sama siapa...?” pertanyaan Mama Sindi yang bagaikan berondong itu membuat manik mata Naya terlihat gugup.
“Mama ini apa-apaan sih. Kok pertanyaannya banyak banget. Sama aneh-aneh lagi... ”
Jangan-jangan ini ulah dari Alfath...
“Coba jujur sama Mama, tadi kamu ketemu sama Alfath nggak...? ” Naya seperti membeku saat mendengar pertanyaan dari Mamanya. Dia juga sebenarnya heran kenapa Mamanya tiba-tiba menjadi aneh seperti itu.
“Sayang jawab Mama, kamu tadi habis ngapain sama Alfath...? ”
“Eng... nggak ngapa-ngapain kok Ma... ”
“Jawab jujur Naya, ini apa...? ” Mamanya menunjuk leher jenjang Naya yang terdapat beberapa hasil karya Alfath.
“Hah... ” Naya menutup mulutnya.
Mampus... Mama melihat ini...
“Kamu habis___”
“Ma___”
__ADS_1