Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 40


__ADS_3

Pulang dari rumah Papa Mamanya, Naya langsung bersih-bersih karena ingin segera beranjak tidur. Di lihatnya Alfath sudah terlelap di tempat tidur. Naya dibuat jengkel olehnya karena tempat tidurnya sudah di tempati Alfath terlebih dulu.


Pengen tak hiih tu orang


Naya mencoba membangunkan Alfath dengan cara memanggik namanya. Tapi berkali-kali dicoba Alfath pun tak kunjung bangun. Jangankan bangun, menggeliat saja tidak. Kemudian Naya mencoba dengan cara lain, dengan menggelitik kakinya dengan bulu Ayam. Berkali-kali juga tidak berhasil.


Sial... sial... Masa Aku harus tidur di situ sih


Naya melirik sebuah sofa yang biasanya di gunakan Alfath untuk tidur.


Ah tidak tidak. Pemilik kamar ini kan Aku bukan Dia


Naya berpikir keras mondar mandir memikirkan cara agar Alfath bisa bangun. Belum sempat Naya menemukan cara, Alfath menarik selimut sampai menutup seluruh tubuhnya.


Yah kok malah gitu sih


Tidak ada cara lain, Naya tidak serantan. Dia memukul Alfath dengan guling yang ada di samping tidurnya sampai Naya capek. Tapi tidak ada tanda-tanda Alfath bangun. Alhasil Naya dengan penuh kekesalan beranjak tidur di sofa.


Awas saja besok. Kau akan ku habisi


Malam itu, entah saking lelahnya atau bagaimana. Tidak butuh waktu lama Naya akhirnya terlelap dalam mimpi. Lain halnya dengan Alfath, ternyata Dia mengintip Naya dari balik selimut.

__ADS_1


Huft, akhirnya Dia tidur juga.


Alfath membenahi posisi tidurnya agar lebih nyaman setelah dikerjain Naya.


Ternyata sakit juga ya. Kasihan juga Dia tidur disana. Ah biarin lah sekali-kali ngerjain Dia. Haha..


Pukul 01.00 dinihari, Naya terbangun. Tenggorokannya terasa kering. Dia beranjak dari sofa ingin memgambil air minum. Tapi sebelum membuka pintu__


“Aaa...” ruangan seketika menjadi gelap gulita. Naya reflek loncat naik keatas tempat tidur. Teriakan Naya membuat Alfath terbangun.


“Ada apa? ” Alfath menggeliat, membuka matanya.


Duar... Duar...


“Tenang... ” Alfath membalas pelukan Naya yang semakin erat meskipun sebenarnya Dia menahan sesak.


“Kenapa listriknya juga ikut padam sih...? Aku tidak suka kegelapan. ”


”Itu karena petirnya semakin kencang. Maka dari itu PLN memadamkan aliran listrik untuk sementara waktu biar tidak ada kejadian tersambar petir. ” ucap Alfath biar Naya tidak panik.


“Kau mau menemaniku kan? ” tanya Naya kepada Alfath meski tidak bisa melihat tapi bisa merasakan hembusan nafas Alfath yang di peluk erat-erat.

__ADS_1


“Ada sahabatmu. Tidurlah disini saja, Aku akan menemanimu malam ini. ” Alfath menepuk pahanya memberikan isyarat. Tanpa di suruh kedua kali Naya langsung tidur dipangkuan Alfath.


Alfath mengusap rambut Naya. Tanpa butuh waktu yang lama Naya sudah travelling dalam mimpi. Alfath yang masih sangat-sangat ngantuk juga ikut terbuai dalam mimpi dalam keadaan bersandar diranjang dan Naya ada di pangkuannya.


Malam itu seperti sangat singkat. Tiba-tiba saja alarm Naya sudah berbunyi. Itu berarti pagi telah tiba. Naya menggeliat perlahan-lahan membuka matanya. Betapa terkejutnya Dia karena tidur di pangkuan Alfath.


Hah... apa-apaan ini?


“Akhirnya kau bangun juga. ”


“Kau... ”


“Aku tidak tega membangunkanmu sejak tadi. ” Alfath mengerti maksud Naya yang melotot kepadanya.


Ini sangat memalukan


“Apa kau masih ingin berlama-lama tidur di pangkuanku sampai nanti terlambat pergi ke Kampus? ” tanya Alfath karena Naya tak kunjung bangkit. Hanya melotot sejak tadi. Naya langsung turun dari tempat tidur disusul Alfath.


“Aduh... ” Alfath meringis karena kakinya mati rasa kesemutan sampai tidak bisa berjalan.


“Kau terlalu lama tidur dipangkuanku, sampai kakiku mati rasa. ”

__ADS_1


“Oh ya? ” Naya menutup mulutnya dengan kedua tangan.


“Sebagai imbalannya Aku akan menghukummu. ”


__ADS_2