
“Ini mas obatnya. ”
Benar nggak ya?
Alfath masih ragu, tapi segera mengambil bungkusan dari mbaknya kemudian menyodorkan beberapa lembar uang.
Sesampainya dirumah, Alfath langsung mencari Naya. Namun Naya tidak ada dikamar. Alfath mencari kemana-mana tapi masih belum juga menemukan Naya.
“Mbok, Naya kemana? ”
“Sepertinya tadi Nona sedang berkebun. Tadi soalnya anu tuan, Non Naya habis nyari cangkul. ”
“Hah, kenapa Mbok biarin, Naya itu masih sakit Mbok. ” raut wajah Alfath berubah menjadi panik.
“Sakit? Nona nggak kenapa-napa tuh tuan. Tadi pagi juga habis nyuci sprei. Katanya udah waktunya ganti. Terus mau mbok gantiin nggak mau. ”
“Aduh Mbok... dimana Dia sekarang? ”
“Itu Dia... ” Mbok jah menunjuk ke taman belakang rumah. Alfath bergegas menghampiri Naya.
“Nay, Kamu ngapain sih bawa ginian segala. ” Alfath merebut cangkul dari tangan Naya.
“Apaan sih, Aku mau tanam bunga ini. ”
__ADS_1
“Sudah ayo ikut Aku. ” Alfath menarik tangan Naya menuju kamar.
“Kamu itu harus istirahat, nggak boleh capek-capek. Ini udah Aku beliin obat buat nyeri Kamu. ”
“emangnya Aku kenapa? Aku nggak sakit kan. Aku sehat. Lihat sendiri kan Kamu. ” Alfath sadar ternyata Dia kelewatan menghawatirkan Naya.
“Tadi pagi kamu kesakitan. Makanya Aku khawatir. ”
“Kan tadi pagi, sekarang kan udah enggak... ”
“Udah nggak sakit lagi? ”
“Enggak, Aku tadi sudah berendam dalam air hangat. ”
“Obat apa? sini Aku lihat... ” Alfath menyodorkan kantung kecil berisi obat-obatan.
“Hahaha, ini obat apa? ”
“Obat apa emangnya? ”
“Ini obat sakit gigi, terus yang ini buat nyeri pegal linu... Hahaha... ” Naya cekikikan sendiri melihat wajah Alfath yang terlihat seperti orang bego.
“Yang bener? biar Aku balikin kalau gitu. Biar apoteker nya lebih hati-hati kalau ngelayanin pembeli. ” Alfath merebut obat dari tangan Naya. Dia memperhatikan tulisan-tulisan kecil dari obat itu. Pereda nyeri haid.
__ADS_1
“Ini benar kan? ”
“Salah, itu buat nyeri haid. Bukan buat nyeri itu. Hahaha... ” Naya tertawa kembali.
“Ya kan sama aja, Sama-sama berhubungan dengan__”
“Ya bedalah, beda gejala beda obat. Untung nggak Aku minum duluan. Tau gitu malah Aku jadi bego gara-gara salah obat. ” sebenarnya Alfath menahan malu. Dia segera meraih handuk dan menuju kamar mandi untuk mengalihkan perhatian Naya.
Beberapa menit kemudian Alfath keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Naya tak sengaja melihat pemandangan itu hingga akhirnya terpaku melihat keindahan tubuh sahabat alias suaminya.
“Kenapa? Aku tampan kan? ” Alfath yang menyadari itu langsung mendekat ke arah Naya. Naya menjadi salah tingkah. Wajahnya berubah jadi merah merona. Dia memalingkan wajahnya kearah ponsel yang di genggam. Pura-pura menscroll aplikasi di dalam sana.
“Nggak usah pura-pura. Akui saja kalau suamimu ini memang tampan. ” Alfath duduk disamping Naya, menempelkan tubuhnya ke tubuh Naya.
“Apaan sih deket-deket. Kau hanya sahabat ku apa kau lupa itu? ” bulu kuduk Naya sudah bergidik.
“Iya Aku tidak akan pernah lupa itu. Hingga suatu saat akan ada berita viral yang berjudul “Di perkosa sahabat gara-gara jebakan tikus” gimana, setuju? ”
“Nggak. ” Naya menggeser tubuhnya agar jauh dari Alfath.
Mau ngapain sih orang ini?
jangan lupa kasih jempol, sama sama hadiahnya buat Alfath dan Naya ya guyss😍😍😍☘️
__ADS_1