Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 57


__ADS_3

“Nay... ” Naya menoleh saat seorang laki-laki menyebut namanya. Suaranya tidak asing lagi. Naya sangat hafal dengan suara itu.


“hmm... kenapa panggil-panggil? nanti takut ada yang ngelihatin tuh... ” Naya berusaha menghindari sapaan laki-laki itu agar sahabatnya yang duduk di kursi sana tidak curiga.


“Biar Aku aja yang bayarin... ” ucap laki-laki itu dengan lirih agar tidak di dengar oleh siapapun.


“Nggak usah, nanti aja Kita makan diluar. ” jawab Naya langsung menuju ke meja sahabat-sahabatnya.


“Cabut yuk, kelas Prof Gun udah hampir mulai nih.” Ayesha mengajak Raisya dan Naya untuk meninggalkan kantin favorit Mereka.


Saat Naya dan kawannya menuju ruang kelas, Naya melihat Bella sedang bersama seorang lelaki berjalan di halaman Kampus.


“Bella? sama siapa itu? ” tanya Ayesha yang juga melihat Bella berjalan sambil menggandeng tangan laki-laki itu. Langkah mereka terhenti saat Bella dan laki-laki itu menghampiri Naya.


“Naya, nggak nyangka akhirnya Kita bertemu disini. ” sapa laki-laki itu yang membuat Naya ingin kabur dari situasi saat ini.


“Hmmm...iya. Kamu kenapa bisa disini? ”


“Gimana sih Nay, Aku kan mahasiswa baru di kampus ini. Kayaknya sekelas juga deh sama Kamu. ”


What... apa-apaan ini, kenapa manusia ini juga ikutan Bella kuliah disini sih...


“Oh ya, terus kenapa bisa masuk pas udah pertengahan gini? bukannya Kamu kuliah di_” belum selesai Naya bertanya, laki-laki itu sudah menyela pembicaraannya.


“Iya Nay, jadi begini... Aku memutuskan untuk pindah Kampus biar lebih deket sama keluarga dan teman-temanku juga banyak loh yang kuliah disini juga... ”


“Oke deh semangat ya kalau gitu, Aku duluan. Soalnya kelasku udah mau mulai... ”


“Naya temenin Dia dong, barengin kek kan Dia juga sekelas sama Kamu... ” pinta Bella menghentikan langkah Naya yang akan pergi.

__ADS_1


“Emang bener Dia sekelas sama Aku? ”


“Bener kok Nay, memang Aku lanjut S2 ini ambil jurusan yang sama kayak Kamu. Biar nanti Kita makin akrab... ” Naya tersenyum getir saat kata-kata itu terucap dari mulut laki-laki yang kehadirannya sama sekali tidak diharapkan Naya. Laki-laki itu tak lain adalah Rangga.


Kenapa harus begini sih?


“Hoek... pengen muntah Aku dengernya... ” kedua sahabat Naya yang ada di belakang saling berbisik. Pelan tapi masih bisa didengar semuanya.


“Hey... kalian bantuin dong. Ini kan juga teman kalian nanti... ” pinta Bella yang merusak mood Raisya dan Ayesha.


“Yaudah ikutin Kita aja...” Naya mengawal di depan. Kedua sahabatnya di belakang. Dan yang paling belakang adalah Rangga.


“Udah ini kelasnya. Silahkan Kamu mau pilih duduk di kursi manapun boleh. ” saat itu kursi sudah hampir terisi penuh oleh mahasiswa. Naya langsung duduk di kursi paling depan dan diikuti oleh kedua sahabatnya duduk disamping kanan. Laki-laki itu menarik kursi untuk duduk disamping kiri Naya.


“Lo anak baru ya...? ” sapa beberapa mahasiswa kepada Rangga. Dia mengangguk sopan. Seakan Dia adalah laki-laki baik.


“Selamat siang... ” Prof gun baru memasuki ruangan. Di belakangnya ada Alfath dan beberapa mahasiswa lainnya.


“Saya dengar hari ini ada mahasiswa baru. Coba angkat tangan... ” Rangga langsung mengangkat tangannya. Alfath yang kebagian kursi di baris kedua mengamati punggung laki-laki itu.


“Saya minta Kamu untuk memperkenalkan diri di depan para mahasiswa... ” Rangga langsung bangkit dari kursinya dan berdiri tegap untuk memperkenalkan dirinya.


Ngapain orang itu kuliah disini...? Jangan bilang lo mau ngedeketin Naya. Nggak akan Aku biarin kalau itu sampai terjadi... batin Alfath saat melihat wajah Rangga. Tanpa disadari tangannya ikut mengepal.


“Baik kita tutup perkuliahan siang hari ini. Jangan lupa besok tugasnya dikumpulkan dalam bentuk soft file dan hard file. ” Ini memang yang ditunggu-tunggu Naya sejak tadi. Kehadiran Rangga membuat dirinya tidak nyaman. Bahkan Dia sampai tidak bisa fokus dengan materi perkuliahannya.


“Naya... ” Rangga menarik tangan Naya dari belakang. Padahal Naya sudah berjalan sangat cepat agar laki-laki itu tidak mengambil kesempatan untuk berbicara dengannya.


“Ada apa Rang? Aku buru-buru ada hal penting yang harus Aku selesaikan. ”

__ADS_1


“Aku mau ngomong sama Kamu. Sebentar saja... ”


“Iya ngomong aja disini. Cepetan ya... ”


“Tapi nggak disini Nay ngomongnya... Kita cari tempat yang lebih nyaman buat ngobrol sebentar.”


“Nggak, Aku buru-buru. Kalau mau ngomong sekarang aja atau Aku akan pergi... ”


“okelah, nanti malam Bella mengundangmu dinner buat ngerayain Dia diterima kerja dikantor. Cuma sama Kita berdua aja kok... ”


“Sorry Rang, Aku nggak bisa... ” Naya meningggalkan Rangga, tapi tangannya ditarik lagi sama laki-laki itu.


“Naya Please. Sekali ini aja. Kasihan Bella, sahabatnya cuma Kita Nay, Dia udah nggak tau lagi mau ngerayain ini sama siapa... ”


“Nanti Aku kabarin lagi deh... ”


Bugh... Seseorang menabrak Rangga.


“Sorry ya, Aku nggak lihat kalau ada orang ngobrol disini. Lagian kalian serius banget kayak bahas masa depan aja... ” Rangga tersenyum agak sinis dengan laki-laki itu.


”It's okey. Lo...? ” dahi Rangga terlipat saat melihat ternyata yang menabrak Dia adalah orang yang pernah dilihat.


“Eh lo juga...? ” Naya menggunakan kesempatan ini untuk pergi agar tidak dikejar oleh Rangga.


“Lo Alfath kan... ? ”


“Yes, my name is Alfath. ”


“Senang akhirnya bisa ketemu disini. Eh bay the way lo nanti malem sibuk nggak? kalau nggak bolehlah dinner sama Kita. Ya nggak Nay...? ” Rangga berbicara dengan udara kosong karena orang yang diajak bicara sudah pergi sejak tadi. Alfath sebenarnya menahan tawa.

__ADS_1


“Eh mana tuh anak... ? yaudah deh lo usahain datang ya nanti malem di restoran yang dulu buat ngerayain ulang tahun Bella. Gue kejar temen gue dulu ya... ”


Tuh kan, palingan kesini cuma buat ngejar-ngejar Naya doang...


__ADS_2