Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 58


__ADS_3

“Kemana Dia pergi... ” Rangga mengejar Naya yang tentu sudah menghilang sejak tadi.


tut... tut... ponselnya berbunyi. Panggilan masuk dari Bella.


“Haloo... gimana rencana Kita, lancar...? ”


“Gue tadi sudah bilang ke Naya. Awalnya Dia menolak, tapi setelah gue memaksanya malah Dia belum memberi kepastian. Malahan Dia pergi duluan saat Alfath orang yang selalu lo puja-puja itu nabrak gue. ”


“Gimana sih, gue nggak mau tau ya kalau sampai rencana ini gagal. Gue akan meminta pertanggungjawaban dari lo. gue juga udah berjuang banyak buat bantu lo masak cuma gini aja nggak bisa... ”


“Eh tunggu jangan marah-marah. gue tadi juga ngomong ke Alfath buat ngajakin Dia dinner bareng. Jadi lo nggak perlu repot-repot maksa Dia.”


”What...? wait... wait... lo bilang kalau ngajakin Alfath juga...? ”


“Yes. Bagus kan ide gue... ”


“Good job. Lo kali ini lolos dari ancaman gue ya. Tapi kalau sampai nanti malem dinnernya gagal gue nggak mau tau. ”


tut... tut... Bella memutuskan panggilan teleponnya dari seberang sana.


“Aduh kemana si Naya ini. Gue harus pastikan kalau nanti malam Dia benar-benar datang. dan rencana gue nggak boleh gagal lagi. ”


Disisi lain Naya berjalan mengendap-endap karena melihat bayangan Rangga menuju ke tempat parkiran. Sedangkan posisinya masih cukup jauh dengan mobil Alfath.

__ADS_1


Alfath yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Rangga yang mencurigakan mengikuti dari belakang. Dia tau posisi Naya yang saat ini sedang terjepit untuk menghindari Rangga. Alfath meraih ponselnya.


Alfath


Tetap disitu. Rangga sedang menuju ke arahmu. Mobil Kita ada disebelah kiri.


Ting... Naya mengusap layar ponselnya. Membaca pesan dari Alfath. Dia mengerti maksudnya.


“Rangga, gue nanti mau deh dinner sama kalian. ” Rangga yang awalnya sibuk memperhatikan sekitar menoleh kebelakang.


“Bagus dong... lagian kan Kita baru saja kenal. Jadi biar bisa makin akrab gitu... ” Rangga mengulurkan tangannya menjabat tangan Alfath. Dia terlihat sangat sopan tapi hati kecil Alfath mengatakan jika Dia bukan laki-laki yang baik.


“Gue cabut dulu ya Rang... ”


Huft... akhirnya Aku selamat dari Rangga...


Naya memanfaatkan kesempatan untuk masuk kedalam mobil saat Alfath mengajak bicara Rangga tadi.


Ceklek...


“Naya... Kamu ngapain...? ” suara laki-laki itu sangat mengejutkan Naya yang masih dalam keadaan menundukkan badannya bersembunyi.


“Emang kebiasaan ya, suka bikin orang jantungan aja... ”

__ADS_1


“Kita jalan sekarang. Eh awas Kamu nunduk aja sampai keluar gerbang. Rangga masih mencarimu dan siapa tau Bella juga sedang membantu untuk mencarimu. ” Naya memperbaiki anak rambutnya yang berantakan akibat jungkir balik main petak umpet.


“Huft... lega deh rasanya. Untung tadi Kamu ajak Dia ngobrol dulu. Jadi Aku punya kesempatan untuk masuk kedalam mobil. Kalau tidak...? Rangga pasti akan terus mengejarku dan entahlah nasibku bagaimana. ”


“Ya memang Aku tadi sengaja biar Kamu bisa mengambil kesempatan. Aku tadi juga mengiyakan ajakan Rangga tau... ”


“Berarti nanti Kamu datang dong...? ” Naya menyelidik wajah Alfath.


“Entahlah... ”


“Pasti Kamu mau mengambil kesempatan untuk ketemu sama Bella kan... huhu... ”


“Gimana kalau nanti Kita berdua datang aja. Seperti saat ulang tahun Bella. Biar Aku bisa mengawasi Kamu. ”


“Emm... gimana ya... ? ”


“Males banget sih sebenernya. Tapi yaudahlah Kita coba aja. ”


“Aku tau, Mereka berdua sedang merencanakan sesuatu. Makanya nanti Aku temani Kamu ya... ”


“Oh ya...? ”


“Iya, Aku takut jika ada apa-apa sama Kamu... ” Naya menatap wajah Alfath yang sangat menghawatirkan dirinya.

__ADS_1


“Makasih ya... ”


__ADS_2