
Naya yang berada dalam kamarnya sejak tadi tidak bisa memejamkan mata untuk tidur siang. Matanya sangat mengantuk tapi pikirannya entah kemana saja. Dia teringat bagaimana Alfath menggagai dirinya semalam. Tidak dapat dipungkiri lagi, ketampanan Alfath luar dalam yang membuat Naya mengeluarkan suara-suara senapan meletus. Jika ingat itu, Dia langsung menarik selimutnya sampai menutupi tubuhnya. Betapa malunya Dia saat mengingat kejadian malam itu. Tapi tanpa Dia sadari, sentuhan-sentihan semalam membuat dirinya senyum-senyum sendiri.
Tidak, tidak ini gila... Dia mengusir pikiran-pikiran tadi dari dalam ingatannya.
Ini hanya sebuah kecelakaan, Aku sama Dia cuma sahabat, tidak lebih dari itu.
Dia menenangkan pikirannya sendiri. Tapi rasa nikmat itu masih terus melintas dalam ingatannya. Tak hanya itu, Dia tiba-tiba teringat saat akan di perkosa oleh tukang ojek online beberapa pekan lalu. Jebakan itu sungguh merusak alam bawah sadarnya. Naya meraih ponsel, membuka whatsapp.
Oh iya, pesannya tadi belum Aku balas. Dia pasti mengira Aku marah
Naya
oke, permintaan maaf diterima. Tapi nanti malam antarkan Aku kerumah Papa
Drett.. Alfath sambil ber-hah kepedasan langsung membuka pesan dari Sahabat rahasinya.
Alfath
Siap sayang
Naya
Panggil sayang lagi atau Aku akan memblokir kontakmu
Alfath
Eh iya sahabat maksudnya
Naya
Karena yang Kamu sayang hanya Bella
Alfath belum membuka pesan dari Naya karena jam perkuliahan segera mulai. Dan sialnya pengampu mata kuliah ini adalah Prof Gun lagi. Dia bergegas masuk kelas agar tidak mendapat hukuman seperti tadi pagi.
Naya di seberang sana kepalanya diselimuti banyak pertanyaan.
Ada hubungan apa sebenarnya Bella sama Alfath? kenapa sampai nggak mau cerita gitu loh?
“Coba Saya ingin Kamu yang memaparkan tema ini, Alfatih...! ” Prof Gun membuyarkan lamunan Alfath.
“Sa... saya Prof...? ”
“Iya, dari tadi Kamu nggak memperhatikan saya. Kepalamu mungkin di penuhi dengan kisah cinta. Dasar anak muda jaman sekarang. ”
Hei, enak sekali ngomongnya. Tapi benar juga, Aku lagi mikirin itu__
Dengan langkah yang berat. Alfath maju kedepan memaparkan materi yang telah dipilih oleh Prof Gun sesuai dengan permintaan beliau. Mudah saja Alfath menjelaskan tema itu, pemasaran global. Ini termasuk trending topik yang selalu di bahas dalam dunia bisnis. Penjelasan yang singkat padat namun jelas membuat semua mata terpana kepada Alfath. Termasuk Ayesha, dia sejak tadi tanpa berkedip memperhatikan Alfath. Dengan penampilan Alfath yang elegant tampak bahwa Dia adalah seorang Young Entrepreneur sukses. Selain itu, yang membuat Ayesha terpana adalah ketampanan Alfath. Dia benar- benar terpesona dengan laki-laki yang ada di depan sekarang.
“My baby honey handsome... ” tanpa Dia sadari, Ayesha mengeluarkan ungkapan yang sesuai dengan isi hatinya. Raisya yang kebetulan duduk di samping Ayesha mencubit lengan gadis itu.
“Aw... ” reflek membuat seluruh ruangan menoleh kearahnya.
“Kau ini apa-apaan sih Ra? ”
__ADS_1
“Sstttt... berisik. Kalian sepertinya ingin menambah tugas membuat jurnal. ” ruangan langsung hening. Prof Gun menurunkan kacamatanya dari balik buku besar. Mengamati mahasiswa mana yang menciptakan keributan tadi. Alfath melanjutkan presentasi. Saat ini Dia hanya fokus pada materi itu.
Sial, kenapa semalam saja justru membuatku terus terngiang-ngiang? bagaimana kalau nambah?
Pikiran liarnya justru semakin kemana-mana. Tanpa Dia sadari__
Bugh... Alfath menabrak seorang perempuan di dekat parkiran. Buku yang dibawa perempuan itu berantakan.
“Ayesha... ”
“Maaf Fath, Aku tidak memperhatikan jalan. ”
“Enggak, ini seharusnya Aku yang minta ma'af. Karena tadi jalan sambil bengong. ”
So sweet, Dia pasti mikirin Aku...
“Kamu masih nungguin siapa? ”
“Nungguin Kamu, eh maksudnya nungguin Raisya tapi ternyata Dia udah pulang. ” Ayesha memilih berbohong kepada Alfath.
“Terus ngapain masih disini? mau naik apa emang? ”
“Anu, boleh nggak Aku nebeng Kamu...? ” tanya Ayesha genit dengan mengerjapkan matanya.
“Hmm, Aku mau__”
“Rumahku searah kok sama Kamu. ”
“Iya tapi__”
“Ya udah deh Ayo... ” Mobil Alfath langsung berputar balik. Ayesha duduk disamping Alfath.
“Ay, kok di tinggal sendirian sih gue. Woyyy, katanya mau nongki. ” Raisya berteriak dari atas motonya tapi Ayesha sudah tidak menghiraukan.
“Fath kamu tau nggak? ”
“Apa? ”
“Aku hari ini bahagia banget. ”
“Kenapa emang? ada yang spesial? ”
“He'em.” Ayesha mengangguk. Matanya berbinar-binar.
“Kenapa? mau tunangan, atau habis ditembak sama cowok? ”
“Apa hayoo? coba tebak... ”
“Habis gajian..? ”
“Bukan.”
“Dapat nilai A dari Prof Gun...? ”
__ADS_1
“Enggak... ”
“Nyerah deh... ”
“Karena pulang bareng sama Kamu... ”
“Hahaha, bisa aja Kamu. Yeah, itung-itung buat nebus kesalahan Aku tadi nabrak Kamu. ”
“Hmm. ” Wajah Ayesha berubah. Sebenarnya bukan jawaban itu yang diharapkan. Melainkan “Aku memang ingin berdua denganmu” tapi zonk.
“Oh iya Kamu nanti turun dimana? soalnya Aku mau mampir apotik dulu mau beli obat. ”
“Turun halte dekat apotik aja deh. ”
“Oke.”
Cowok ini nggak peka banget sih, di anterin sampe rumah kek...
“Oh iya Kamu tau nggak obat buat nyeri itu..? ” Alfath menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Nyeri? nyeri apa? ”
“Itu loh..”
Aduh gimana nih Ngomongnya?
“Nyeri pegal linu? ”
“Bukan, yang biasanya perempuan habis itu... ”
“Oh nyeri haid? ”
“Bu, bukan__”
“Kamu sweet banget deh jadi cowok. Pasti lagi nyariin buat mama Kamu ya? ”
“Hmm... ” Alfath memilih tidak menjawab. Mobilnya sudah berada di tempat tujuan Ayesha. Dia langsung memutar balik arah, segera menuju apotik.
“Mau cari apa mas... ? ”
“Anu mbak, mau cari obat anti nyeri... ”
“Nyeri apa ini mas? ”
“Nyerinya perempuan mbak. ”
“Oh nyeri haid. Tunggu sebentar ya mas saya carikan dulu. ”
“Bukan Mbak... ” alfath sebenarnya mau mengucapkan itu, tapi kata-katanya Dia tarik.
Mungkin sama kali ya obat nyeri haid sama nyeri habis gituan? kan sama-sama berhubungan dengan bagian perempuan
“Ini mas obatnya. ”
__ADS_1
Benar nggak ya?
Alfath masih ragu, tapi segera mengambil bungkusan dari mbaknya kemudian menyodorkan beberapa lembar uang.