Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 52


__ADS_3

“Nay, tatap mataku... Kamu harus bisa berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu tidak bisa terus begini... ” Alfath memegang erat tangan Naya. Matanya menatap Naya dengan serius.


“Aku tidak tau... ” tangis Naya semakin pecah.


“Tenangin dulu diri Kamu, baru bicara oke. ” Naya mengangguk. Setelah tangisnya mulai reda Naya mulai bicara.


“Aku tidak tau apa yang harus Aku lakukan saat ini. Aku masih tetap ingin bertahan dengan prinsipku. ” tatapan Naya kosong.


“Aku tidak ingin menjalani rumah tangga dengan terpaksa, Aku belum siap Fath... Aku belum dewasa... ” tangisnya kembali pecah. Alfath mendekap Naya, berusaha menenangkan.


“Aku hanya ingin menikah dengan orang yang Aku cintai, tapi... siapa yang mau, Aku sudah tidak perawan lagi. ” ucapan Naya membuat hati Alfath seperti di sayat-sayat dengan pisau tajam. Dia melepaskan Naya dari dekapannya.


Sakit... ini benar-benar sakit.... Batin Alfath. Menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat Naya mengatakan tidak mencintai dirinya.


“Apa itu berarti Aku yang bersalah karena telah mengambil keperawananmu...? ” Naya menggeleng.


“Aku tidak menyalahkanmu, karena Bella-lah yang telah menjebak Kita... ”


“Lalu apa yang mau Kamu harapkan dengan hubungan Kita setelah ini...? Kamu ingin bercerai dan menjadi janda...? bukankah itu sesuatu yang memalukan, masih muda sudah janda...Entah sampai kapan Aku tidak bisa memahami keinginanmu itu Nay, entah laki-laki mana yang Kau harapkan menjadi pendamping hidupmu. Sedang didepanmu sudah ada suami resmi yang sangat mencintaimu.” Alfath mulai berbicara dengan Nada tinggi. Padahal Dia sudah menahan agar tidak kelepasan berbicara.


“Jangan pikir perpisahan sebagai solusi dari permasalahan Nay, Kau salah kalau berpikir seperti itu. Jangan seperti anak kecil yang terburu-buru mengambil tindakan. Pikirkan baik-baik, jika nanti Kau janda, apalagi sudah tidak perawan, nilaimu sebagai seorang perempuan justru akan rendah. Maaf, Aku bukan maksud merendahkanmu. Tapi Aku ngomong apa adanya, demi kebaikan Kamu juga Aku. ”

__ADS_1


“Sekarang terserah Kamu sih, mungkin Aku bukan laki-laki idamanmu. Mungkin Aku tidak sesuai dengan ekspektasimu, Aku belum sebaik laki-laki yang kau harapkan. Aku tau, level pilihanmu itu tinggi. Makanya sampai saat ini pun hatimu masih tetap tertutup rapat mengharapkan jodoh yang tidak pasti. ” Alfath mengusap matanya yang berkaca-kaca. Naya merenungkan apa yang dikatakan oleh Alfath. Semuanya benar. Sejatinya Dia sama dengan menolak takdir.


“Maafkan jika Aku terlalu egois. Aku baru sadar, perceraian itu justru akan menambah masalah. Bukan Aku saja yang rugi, bukan hanya Aku yang janda. Kamu juga menjadi duda. Sedangkan hubungan antara dua keluarga Kita pasti tidak akan baik-baik saja. Hancur... ”


“Aku sangat mencintaimu Nay, sejak dulu. Bahkan sudah berapa perempuan yang kutolak demi mempertahankan rasa ini... ” Alfath mengatakan dengan tulus. Naya langsung memeluk Alfath.


“Maaf, Aku tidak tau itu. Aku yang egois, maafkan Aku...”


“Sudah, maaf jika Aku membuatmu tersinggung. Tapi ucapanku itu tulus dari hati yang paling dalam. ”


“Kita mulai dari awal ya Fath, Aku akan berusaha memperbaiki semuanya... ”


“Bukan Kamu, tapi Kita... ” Naya mengangguk tanda setuju.


“Karena Kamu tidak pernah melihat kebaikanku, hatimu itu tertutup karena rasa dendam dan kecewa terhadap Papamu kan...? ”


“Betul sekali, mulai hari ini Aku akan berdamai dengan diriku sendiri... Menerimamu sebagai seorang suami yang bertanggungjawab sepenuhnya atas diriku. ”


“Dan sudah tidak ada persahabatan. Itu terdengar sangat konyol... ” Alfath mengusap air mata Naya, Mereka berdua tertawa.


“Cukup kau terima Aku sebagai suamimu, cinta akan datang seiring berjalannya waktu... ” Naya mengangguk. Airmatanya telah kering.

__ADS_1


“Berarti mulai malam ini Aku sudah tidak tidur disini lagi dong... ?” Alfath menaik turunkan alisnya. Melirik sofa yang ditempati duduk.


“Enak saja, ini kamarku. Jadi Kau tetap harus tidur disini... ” Naya berbicara dengan ketus. Alfath mengacak rambutnya sendiri.


“Katanya mulai dari awal...? jadi kita harus bertindak seperti pengantin baru dong...” Alfath menggoda Naya.


“Pengantin baru itu tidurnya berpisah, karena masih belum kenal... ” Naya menjulurkan lidahnya.


“Dasar Kamu ya... ” Alfath langsung ******* bibir Naya yang masih segar tanpa memberikan isyarat terlebih dahulu.


“Mph... ” Naya mendorong tubuh Alfath. Tapi Dia kalah tenaga. Alfath melepaskan tautannya.


“Ini sebagai lambang jika Kita telah membuka lembaran baru. Dan menghapus perjanjian lama...”Alfath ******* bibir Naya lagi. Kali ini, Naya ikut mengimbangi sampai cium*n itu menjadi sangat dalam. Naya mendorong tubuh Alfath saat nafasnya dirasa hampir habis.


“Kau buas sekali, bahkan melebihi serigala... ” umpat Naya. Tanpa aba-aba Alfath melakukan yang kesekian kali. Naya semakin lincah untuk mengimbangi. Aksi mereka semakin panas saat tangan Alfath mulai turun menyentuh punggung Naya.


“Awas tangannya jangan nakal. ” Naya mendorong tubuh Alfath dan langsung lompat ketempat tidur menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


“Oh rupanya Kau memancingku...? ”


...****************...

__ADS_1


Wow... Mereka sepertinya benar-benar membuka lembaran baru nih😁Jadi bahagia deh bacanya🤭


__ADS_2