Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 68


__ADS_3

“Jadi begini Nay... ” Raisya berdehem ingin mengatakan yang sebenarnya. Naya mengamati Raisya dengan seksama.


“Jadi, tadi kan Kamu bilang tiba-tiba pusing, nah itu terus Kamu pinsan. Dan kalau Kita yang bawa Kamu kesini kan nggak kuat gendongnya. Terus kebetulan temen-temen Kita yang cowok lewat, termasuk Alfath. Jadi deh, Kita mintai tolong buat Gendong Kamu... ”


Huft... Naya membuang nafas kasar. Kedua sahabatnya masih menunggu reaksi Naya selanjutnya apakah Dia marah atau bagaimana.


“Jadi... Kamu marah nggak sama Kita? ” Raisya bertanya dengan sedikit takut.


“Hmm... gimana ya...? ” Naya senyum-senyum sengaja menggantung jawabannya. Alfath yang ada dibelakang dua sahabat istrinya juga ikut menunggu jawaban.


“Jangan lah Nay... Please... Kita kan juga terpaksa. ”


“Nggak ada alasan untuk marah pada kalian. ” Jawaban Naya membuat semua tercengang.


“Serius Nay...? Kan Kamu paling alergi gitu sama cowok. Terus tiba-tiba ada yang gendong Kamu yang dalam keadaan tidak sadar. ” Naya tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabatnya. Begitu juga Alfath. “Tiap hari juga udah Aku gendong. ” batinnya.


Hoek... Naya tiba-tiba merasa sangat mual. Tapi tidak ingin muntah. Sahabatnya panik bukan main.


“Mending Kamu istirahat disini dulu aja deh Nay, soalnya kondisi Kamu masih kayak gini. Takutnya malah jatuh lagi pas di kelas nanti. ” benar apa kata mereka. Naya harus istirahat, rasa mual itu masih terasa. Bahkan semakin terasa. Dia mempersilahkan teman-temannya untuk meninggalkan dirinya sendiri dengan alasan agar bisa istirahat.


“Kok masih disini sih Fath...? ini urusan perempuan loh, apa sekalian Kamu mau nungguin Naya disini...? ”


“Hush... jangan gitu Ra, mungkin maksudnya Dia baik. Siapa tau Kita masih butuh bantuannya. ” Ayesha berbisik tapi masih bisa didengar yang lain. Alfath tersenyum saat mendengarnya.


“Yaudah deh kalau gitu Kita balik ke kelas dulu ya. Kamu jaga diri baik-baik. Nanti Kita samperin lagi kok kalau mau pulang. ” Naya mengangguk. Mereka bertiga meninggalkan Naya sendirian.

__ADS_1


Saat Naya ingin merebahkan tubuhnya, Alfath kembali masuk ke ruangan Naya. Dia telah mengelabuhi sahabat Naya jika akan masuk kelas.


“Kok kesini lagi...? nanti dilihatin orang gimana...?” ucap Naya dengan lirih. Alfath tiba-tiba menggenggam tangan Naya dan tersenyum.


“Terima kasih sayang. Kamu akan jadi ibu... ” Naya membulatkan matanya tidak mengerti. Alfath mengerti arti tatapan Naya.


“Jadi, Mbaknya tadi bilang kalau Kamu hamil. Tapi belum bisa dipastikan karena janinnya masih kecil. Baru sebiji kacang. Nanti pulang dari sini Kita periksa lagi ya... ” Alfath mengusap lembut perut Naya yang masih rata. Jangan ditanya ekspresi Naya, Dia masih tercengang tidak bisa mengatakan apapun.


Belum apa-apa kok udah hamil... batin Naya.


Stop Naya... nggak boleh gitu. Lagian kan punya suami...


Jam kuliah telah usai. Dua sahabat Naya datang. Tak lama kemudian Alfath menyusul dibelakangnya.


“Kamu pulangnya gimana Nay...? apa kita anter pakai motor aja ya...? ”


“Alfath, kok Kamu kesini lagi...? jangan bilang kalau naksir Naya...” selidik Ayesha. Si paling mengidolakan Alfath.


“Emang kalau iya kenapa... ” Raisya dan Naya tersenyum melihat Ayesha yang memanyunkan bibirnya tidak setuju.


“Kalian duluan aja, biar Naya sama Aku.


Jangan khawatir. Aku orang baik-baik kok. ”


“Aku juga mau kok bareng sama Kamu lagi. Kayak kemarin. ”

__ADS_1


“Sorry... kan rumah Kita nggak searah... ”


“Lagian kan bawa motor. Mau ditaruh mana nanti motornya... ”


“Iya juga sih, tapi Kita harus pastiin dulu kalau Naya baik-baik aja pulang sama Alfath. Aku nggak mau Naya kenapa-kenapa. ”


“Gimana Nay, mau pulang sama Alfath...? ” Raisya meyakinkan. Naya tersenyum dan mengangguk. Alfath membimbing Naya untuk berjalan. Sebenarnya Dia sudah tidak serantan untuk menggendong Naya. Tapi ada rahasia yang harus disembunyikan.


“Awas lo ya kalau sampai Naya kenapa-kenapa. ” ancam Ayesha kepada Alfath.


“Santai aja. Naya pasti aman kok. Byee... ” Alfath melajukan mobilnya meninggalkan kedua sahabat Naya.


“Sepertinya Alfath naksir sama Naya deh Ra... ” bisik Ayesha kepada Naya.


“Ya gapapa dong. Kayaknya yang lebih cocok sama Alfath itu Naya deh. ” ejek Raisya membuat Ayesha memanyunkan bibirnya.


...****************...


“Kita periksa ke rumah sakit dulu ya Nay... ”


“Aku nggak tau ini kabar bahagia atau kabar buruk... ” Naya memandang keluar kaca.


“Kok gitu...? Kamu nggak seneng dengar kabar ini...?”


“Aku nggak tau Fath... ” tak terasa air matanya sudah mengalir di pelupuk mata.

__ADS_1


“Aku bisa mengerti, mungkin karena banyak alasan. ” Alfath menggenggam tangan Naya dan mengecupnya berkali-kali. Menyalurkan ketenangan.


__ADS_2