Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 64


__ADS_3

“Alfath... ”


“Nggak nyangka banget kalau lo bakalan dateng juga... ”


“Di rumah gabut soalnya. makanya sekalian cari angin. ”


“Silahkan, selamat menikmati... ” seorang waiters datang membawa beberapa hidangan yang telah dipesan.


“Kamu mau pesan apa Fath? ”


“Minum aja deh, udah kenyang habis makan dirumah. ”


“Nggak seru dong kalau cuma minum, yang namanya dinner itu harus ada makanan beratnya.”


“Nggak deh, beneran ini kenyang banget. Nanti takutnya malah sakit perut. ” Alfath menjawab dengan sesantai mungkin. Kali ini Bella juga tidak seperti biasanya yang bertingkah ganj*n.


“Ayo Nay, silahkan diminum... ”


“Kayaknya nggak adil deh kalau Kita duluan, gimana kalau Kita tunggu pesanan Alfath datang.” tak lama kemudian waiters membawa pesanan Alfath.


“Silahkan... selamat menikmati, nanti kalau perlu bantuan bisa panggil Kami. ” waiters itu membungkukkan badannya kemudian pergi. Naya menengguk minumannya sampai setengah. Kemudian menyantap makanan dengan lahap. Makanannya belum habis. Dia izin ke toilet.


“Apa perlu Aku anter Nay...? ” Rangga memberikan penawaran yang membagongkan.


“Nggak usah... ” Naya langsung berlarian menuju ke toilet. Kepalanya tiba-tiba sangat pusing. Setelah beberapa menit Naya belum muncul juga, Rangga memutuskan untuk menyusul Naya.


“Biar Gue samperin ya. Aku takut Naya kenapa-napa... ”


Cih... ada maunya... dengus Alfath kesal melihat tampang Rangga yang menghawatirkan Naya. Dan benar saja, Naya sempoyongan di kamar mandi. Kepalanya sangat berat. Pandangannya agak kabur. Dia menempelkan kepalanya ketembok.


“Naya, Kamu nggak apa-apa...? ”


“Pusing banget Mas... rasanya Aku nggak kuat... ” Naya ambruk dipelukan Rangga yang Dia kira tadi adalah Alfath.

__ADS_1


Bagus... maafkan Aku cantik, malam ini juga Kamu harus jadi milikku...


Rangga dengan tatapan licik langsung menggendong Naya ke sebuah kamar kecil didekat toilet. Kemudian Naya dibaringkan diatas sebuah ranjang. Lantas membelai rambut Naya dengan lembut.


“Cantik, Kamu harus jadi milikku. Karena Aku sudah capek menantimu. Malam ini juga tidak akan ada alasan Kamu menolakku. ”


Disisi lain, Alfath mulai resah karena Naya tak kunjung datang. Apalagi Rangga yang juga mengikuti istrinya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Saat Alfath memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, Bella menarik tangannya.


“Eh Kamu mau kemana...? ”


“Kebelet nih. Udah sampai ujung. ”


“Toiletnya masih antri. Mending Kamu duduk dulu deh. ”


“Nggak Aku mau nunggu disana aja... ” Bella masih menarik lengan Alfath agar tidak pergi.


“Fath... ”


bugh... Bella tiba-tiba jatuh. Untungnya Alfath langsung menangkapnya.


Naya... gimana keadaanmu sekarang?


Alfath memutuskan untuk mencari Naya terlebih dahulu, tapi tiba-tiba tangannya ditarik Bella.


“Mau kemana Fath...? temani Aku disini... ”


“Kan Aku tadi bilang udah kebelet makanya sekarang mau ke toilet. ”


“Tolong bantu Aku istirahat dulu, di sana... ” Bella menunjuk sebuah ruangan yang dimaksud. Alfath membimbingnya berjalan.


Ruangan itu semacam penginapan, didalamnya terdapat satu tempat tidur ukuran jumbo dan juga ada beberapa lemari.


“Bantu naik Fath... ” Alfath membantu Bella naik keatas tempat tidur. Sedangkan pikirannya sibuk memikirkan Naya. Dia ingin segera pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


“AC nya terlalu dingin, boleh pinjam jaketmu Fath...? ” selalu ada-ada saja permintaan Bella. Alfath menyodorkan jaketnya kepada Bella.


“Tapi Aku nggak bisa memakainya, tanganku masih terlalu lemas... ” terpaksa Alfath memakaikan jaketnya kepada Bella.


Brak...


Disini lain, seseorang mendobrak pintu sebuah ruangan. Membuat Rangga terkejut bukan main.


“Hei... kalian ngapain berduaan disini...? ”


“Pasti lagi enak-enakan tuh... ” yang lain ikut menimpali.


“Pak, saya bisa jelaskan... ”


“Jelasin apanya wong tadi saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Kamu mencium perempuan it__” ucapan Si Bapak terhenti saat melihat kondisi Naya yang tidak bergerak.


“Bapak lihat sendiri kan, itu pacar saya. Dia tadi pingsan di toilet, jadinya Saya bawa kesini biar bisa istirahat. ” Bapak-bapak yang tadi mendobrak pintu saling tatap satu sama lain.


“Ya udah jangan ngapa-ngapain ya... ”


Naya menggeliat mengerjapkan matanya saat mendengar keributan di ambang pintu.


“Mas... ”


“Naya... kamu udah bangun...? ”


Sial... gagal lagi...


“Mas... ”


“Iya Aku disini Nay... ” Rangga mendekati Naya sambil tersenyum simpul.


“Bagus kalau Kamu sekarang udah manggil Aku Mas... ”

__ADS_1


“Hah... Rangga, kenapa bisa Kamu yang disini... ”


“Kamu tadi pingsan ditoilet Nay... ”


__ADS_2