Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 45


__ADS_3

Maaf ya sistaaa author baru bisa up. Udah lama nih nggak up gara-gara banyak urusan. Padahal jarinya udah gatel pengen nulis cerita Alfath dan Naya terus😁


Oh iya hari insyaallah kalau tidak ada kesibukan bakal up yang banyak biar cepet tamat dan ganti cerita yang baru lagi😍😍


mana nih tumbalnya biar makin semangat update banyak setiap hari??


jangan lupa dukung terus dan kasih like, komen, vote serta gift biar makin lancar ngetiknya😅😅😅


Mereka berdua bercerita sampai larut malam dan akhirnya keduanya ketiduran di sofa sampai pagi hari. Seperti biasanya, Mereka sarapan kemudian berangkat bersama, lantas sebelum masuk gerbang kampus Naya turun terlebih dahulu. Hubungan Mereka semakin akrab, meskipun Bella masih sering tiba-tiba mendatangi Alfath. Naya juga semakin sering berbicara meluapkan keluh kesahnya kepada Alfath.


...****************...


“Kamu nggak jadi keluar negeri? ” Naya bertanya sambil belepotan gara-gara makan es krim.


“Jadi dong. Besok berangkat. ” Alfath masih fokus dengan kemudinya.


“Kirain nggak jadi. Soalnya itu kan rencana udah dari beberapa pekan lalu, Kamu sih nggak berangkat-berangkat. ”


“Iya karena Aku tau Kamu bakalan merindukanku. iya kan... ” Alfath menaik turunkan alisnya membuat Naya salah tingkah.


“Apaan sih Kamu. ”


“Tuh kan, ekspresinya berubah. Berarti tandanya iya. ya kan, ya kan... ” Alfath menaik turunkan alisnya membuat wajah Naya semakin memerah. Dia mencubit perut Alfath hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.


“Aa duh... sakit tau... ”


“Rasain itu...”


“Fath... ”


“Iya kenapa sayang...? ”


“Hoek... ” Naya memegang perutnya yang seperti di aduk-aduk sambil menutup mulutnya. Es krim yang berada di tangannya Dia letakkan. Alfath langsung menghentikan mobilnya.


“Nay, Kamu kenapa...? ”


“Hoek... ” Naya memuntahkan isi perutnya di sebuah kresek. Alfath memijat tengkuk Naya dengan lembut.


“Pasti gara-gara makan es krim itu kan...? ”


“Hoek... Hoek... ” Naya masih menumpahkan isi perutnya sampai tak tersisa hingga lidahnya terasa sangat pahit dan tubuhnya lemas.


“Kita kedokter sekarang... ” Naya mengangguk dengan lemah. Tangannya memegang tangan Alfath dengan erat.

__ADS_1


“Tapi hari ini Aku ada jam konsultasi sama Prof. Gun... ”


“Udahlah itu dipikir nanti. Yang penting sekarang kesehatan Kamu... ”


“Tapi Aku takut mengulang mata kuliah Prof. Gun kalau hari ini tidak datang menemui beliau... ”


“Nanti akan ku-urus masalah Prof. Gun. Sekarang Kamu tidur dulu... ” Naya yang sudah lemah tak berdaya memegang lengan kiri Alfath kemudian bersandar dan memejamkan matanya. Bibirnya pucat. Alfath menatap Naya dengan iba.


Apa jangan-jangan Dia hamil? Ah...bodohnya Aku kenapa tidak pernah tanya kapan Dia terakhir menstruasi...


Jantung Alfath berdetak lebih cepat saat mengingat kejadian satu malam yang tidak disengaja itu.


Tidak mungkin... itu baru sekali, tidak mungkin langsung jadi...


Alfath mengusir pikiran-pikiran yang melintas dikepalanya. Meskipun sebenarnya Dia selalu menahan hasrat setiap kali berdekatan dengan Naya. Dia tidak akan memaksa sebelum ada pengakuan dari Naya sendiri kalau Dia telah mencintai Alfath dan siap memperbaiki pernikahan sepihak itu.


Mengenai perasaan Mereka, khususnya Naya yang belum mencintai Alfath sudah diketahui oleh kedua belah pihak keluarga. Orangtua Mereka memberikan batas waktu, jika dalam tiga bulan masih belum bisa saling mencintai atau belum bisa selayaknya suami istri maka terpaksa harus dipisahkan.


“Semua orang berhak bahagia. Jika dalam waktu tiga bulan ini kalian berdua belum bisa saling mencintai maka kalian boleh berpisah. ” Papa Hakim dengan berat hati mengatakan hal itu. Sedangkan Mama Sindi dan Mama Vivi hanya bisa menangisi Putra Putrinya.


Kalau Alfath, jangan tanyakan lagi. Dia sudah mencintai Naya sejak masih kuliah. Rupanya perjodohan antara dirinya dengan Naya sudah diketahui sejak lama. Dia sudah berkomitmen pada dirinya sendiri untuk tidak mencintai perempuan manapun selain Naya. Hingga suatu saat Papanya bilang jika Naya kuliah di universitas yang sama dengan dirinya. Alfath mulai menyelidiki dan mencari gadis itu. Cukup lama untuk menemukan si gadis. Setiap hari Dia mencari kesana kemari dan ternyata perpustakaan menjadi saksi Dia menemukan keberadaan Naya.


Alfath dikenang Naya sebagai sosok mahasiswa yang menyebalkan. Meskipun Naya tidak begitu kenal, tapi sialnya Alfath selalu menjahili gadis itu. Setiap hari moodnya selalu dirusak oleh Alfath. Tak lain hal itu selalu terjadi di perpustakaan.


Mobil Alfath berhenti didepan rumah sakit. Dia mengangkat tubuh Naya yang tidak berdaya. Kemudian langsung mencari Dr. Fadli.


“Kenapa istri lo lemes gitu...? habis lo garap berapa kali semalam...? ”


“Udah cepetan, banyak omong segala... ” Alfath yang sudah panik setengah mati tidak bisa mengontrol ucapannya. Dr. Fadli segera memeriksa Naya.


“Yang tenang dikit napa, muka lo kayak orang lagi buang air aja... ” ledek Dr. Fadli kepada Alfath.


“Gimana...? katakan sekarang ada yang serius nggak...? ” berondong Alfath yang tidak sabar.


“Sabar, ini masih di periksa. ”


“Gimana...? ”


“Istrimu kapan terakhir datang bulan...? ”


“Hah... datang bulan... ” Alfath menelan ludah.


Mana tau Aku...

__ADS_1


“Katakan, kau kapan terakhir berhubungan dengannya...? ” Alfath menelan ludah lagi.


Apa Dia benar-benar hamil...?


“Hei...ditanya malah bengong... ”


“Apa Dia hamil...? ” Alfath yang ditanya justru malah bertanya balik.


“Kau saja tidak mau menjawab pertanyaanku tadi... ”


“Hei... A...Aku... ”


“Kenapa...? belum pernah menyentuh Dia...? ” Dr. Fadli mengerti arah pembicaraan Alfath.


“Baru sekali saja... apa itu bisa langsung jadi...? ”


“Hahaha... jadi Kau selama ini baru melakukannya sekali...? ini lucu, lucu sekali Fath. Apa kau tidak pernah tergoda dengan istrimu yang cantik ini...? ” Alfath melotot.


Enak saja bilang Naya cantik...


“Kenapa sih ribut-ribut...? ” Naya berkata dengan lirih. Membuat mereka berdua berhenti berbicara.


“Ah tidak apa-apa Naya, hanya keributan kecil... ”


“Jadi gimana...? ”


“Selamat... ” Dr. Fadli menyalami Alfath. Membuat Alfath membulatkan matanya tidak mengerti maksud dari ucapan Dr. Fadli.


Beneran ini...???


Jantung Alfath sudah tidak karuan saat menerima kabar dari Dr. Fadli. Hatinya ingin menolak tapi juga ingin hal itu segera terjadi.


...****************...


Wow...


Apanya nih yang selamat...???😅


Bantu Alfath dong biar jantungnya normal lagi. Dia udah mau pingsan aja nih mendengar ucapan dari Dr. Fadli🤣🤣🤣


...****************...


Guyss... guyss...

__ADS_1


Sama nitip pesan nih🤭Jangan lupa mampir di karya author selanjutnya yang berjudul “AKU BUKAN IDAMANMU” ya guyssss.


Novel yang diambil dari kisah hidup nyata itu guysss. Wah kalau kalian tau, novelnya mengandung bawang-bawang yang bisa bikin air mata kalian jatuh seperti air hujan 🥲🥲


__ADS_2