Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 51


__ADS_3

Kemarin udah up tiga bab ya😁sekarang mau lagi nih😁😁😁


Idih... pake pap foto segala... Gerutu Naya saat dikejutkan oleh sebuah pesan gambar dari Alfath.


Suasana malam itu sangat mencekam. Sunyi, dingin, ada hujan badai, angin ribut, halilintar. Naya membuka laptop, melanjutkan hobinya menulis. Sudah banyak sekali novel yang ditulis oleh Naya untuk memanfaatkan waktu luang. Selain kuliah, mengurus restoran Dia juga menyalurkan hobi-hobi terpendamnya. Seluruh kisah hidupnya Dia curahkan kedalam bentuk tulisan.


“Fokus banget, lagi ngerjain apa tuh...? ” Alfath mengintip layar laptop Naya yang berkedip.


“Kamu nggak perlu tau, ini hobiku. ”


“Kalau itu hobimu, Aku wajib tau dong. Bukannya Kita sahabat...? ”


“Iya juga sih, tapi lebih baik nggak usah. Ini banyak privasinya. ” Naya merebut laptopnya yang diangkat oleh Alfath.


“Oh Kamu suka nulis...? bagus dong kalau gitu... ”


“Udah lah, nggak usah dibaca. Aku jadi malu... ” Naya menutup layar laptopnya dengan kedua telapak tangan.


“Kau pasti sedang menulis kisah hidupmu kan... itu kenapa ada namaku hei...? ”


“Enggak... kepo banget sih jadi orang.. ”

__ADS_1


“Tuh kan, Aku terpaksa menjalani pernikahan diatas kertas dengan orang yang tidak pernah Aku cintai. Orang yang diam-diam selalu menjahiliku saat masih kuliah S-1... ”


“Alfath, jangan dilanjutkan bacanya... ” Naya mencubit perut Alfath.


“Aw... kebiasaan deh suka nyubit-nyubit. Untung dagingku agak tebal, kalau Aku kurus, kering kerontang pasti tambah sakit nggak tuh... ”


“Alay... ” Naya mengubah posisinya. Mencari tempat duduk paling nyaman agar tidak diganggu Alfath. Duduk dipojokan sofa. Alfath keluar menuju dapur. Tak lama kemudian Dia datang membawa dua gelas cokelat panas ditangannya.


“Ini biar otaknya tambah encer... ” Naya yang sibuk dengan laptopnya mendongak keatas menatap Alfath.


Kenapa Dia manis banget ... tidak Naya, pasang tembok yang kuat jangan sampai jatuh cinta sama Dia...


“Oke, thanks... ”


“Bilang aja kalau Aku tampan, nggak usah malu-malu lah... ” Alfath menghempaskan tubuhnya disamping Naya.


“Nggak ada cowok tampan dimataku... ” sejak dulu Naya selalu memegang teguh prinsipnya. Tidak akan mencintai sembarang laki-laki. Baginya, jodoh adalah cerminan diri. Perempuan baik, berkualitas akan mendapatkan laki-laki yang baik juga. Itu hukum alam yang tidak bisa dibantah. Titik. Cukup upgrade kemampuan diri, perbaiki attitude, jodoh pasti akan memantaskan untuk diri Kita.


Juedar... juedar... suara petir saling bersahutan saat Naya sibuk mencurahkan ide-idenya kedalam tulisan.


“Aaaa...” Naya reflek memeluk Alfath saat dirinya kaget akan suara-suara petir yang menggelegar. Naya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alfath.

__ADS_1


Ini sebenarnya yang Aku harapkan, Aku selalu menjadi tempat kembalimu...


Alfath masih terdiam membiarkan Naya seperti itu. Mencari kesempatan dalam kesempitan. Naya menarik tubuhnya setelah menyadari dirinya telah menempel kepada Alfath seperti yang selalu dilakukan Bella.


“Maaf... ”


“Nay... ”


“Hmmm... ”


“Kita perlu membicarakan tentang hubungan Kita dengan serius Nay... ” hal yang paling menyedihkan bagi Naya adalah ketika diajak membicarakan masalah ini.


“Aku tidak suka itu... ”


“Nay, ini demi kebaikan Kita bersama. Demi Aku, demi Kamu, juga demi keluarga Kita semua. ” Naya terdiam merenungkan apa yang baru saja diucapkan Alfath. Dadanya sesak. Air matanya mulai menetes di pelupuk matanya.


“Nay, tatap mataku... Kamu harus bisa berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu tidak bisa terus begini... ” Alfath memegang erat tangan Naya. Matanya menatap Naya dengan serius.


...****************...


Aduh... aduh... kok ikutan sesak ya🥲🥲...

__ADS_1


__ADS_2