
“Nggak ada masalah dengan kandungannya, semua aman.” ucap dokter Sarah sambil tersenyum setelah memeriksa Naya.
“Alhamdulillah...”
“Yang penting kesehatannya harus di jaga ya Nyonya, sama pesan saya kalau melakukan itu harus hati-hati.” dokter Sarah melirik ke bawah dengan malu-malu.
“Siap dok, aman...” sahut Alfath karena melihat pipi Naya sudah memerah.
“Ayo sayang...” Alfath merangkul pundak Naya. Seseorang yang sedang duduk di kursi tunggu menatap mereka berdua dengan tajam. Perasaannya sangat geram melihat Alfath dan Naya sangat romantis.
“Awas kamu Naya, Aku tidak akan tinggal diam melihat kalian bahagia. Aku akan hancurkan hidup kalian. Alfath hanya milik Bella seorang.”
“Antrean selanjutnya atas nama Bella Safira silahkan masuk...” panggilan itu membuyarkan tatapan Bella kepada Alfath dan Naya. Dia segera masuk untuk menemui dokter Sarah.
“Mbak Bella tolong kandungannya di jaga baik-baik ya Mbak, soalnya kandungan Mbak ini sangat lemah. Saya jadi khawatir karena akan berpotensi keguguran.” ucap dokter Sarah setelah memeriksa Bella.
“Apa yang harus saya lakukan dok, agar kandungan saya baik-baik saja...? ”
__ADS_1
“Mbak tidak boleh stress, pola makannya juga harus di jaga jangan banyak pikiran.” mata Bella berkaca-kaca mendengar penjelasan dari dokter. Bagaimana tidak, di saat kondisinya seperti ini Dia telah di usir oleh kedua orang tuanya dari rumah, di tinggalkan orang yang telah menghamilinya. Bukan hanya itu, Dia harus mencukupi seluruh kebutuhannya sendiri karena semua fasilitas dari Papanya sudah ditarik. Selain itu juga, hidupnya tidak tenang, Herdi dan Alfath menaruh kecurigaan kepadanya mengenai kasus yang tengah di alami Alfath.
“Mbak kok malah nangis sih...? ” Bella segera menyeka air matanya.
“Enggak kok dok...”
“Mohon maaf nih, saya mau tanya ya Mbak. Ngomong-ngomong setiap kali periksa kok Mbak Bella nggak pernah di antar suami. Emang sibuk banget ya Mbak...? ”
Jleb... dadanya langsung sesak setiap kali mendengar pertanyaan itu. Hari ini, sudah kesekian kali dia ditanya oleh pasien yang sedang mengantri periksa.
“Maaf Mbak kalau pertanyaan saya menyinggung Mbak Bella, soalnya ini juga sangat penting loh Mbak buat perkembangan janinnya.”
...****************...
”Kok kesini lagi...? ”
“Terus mau kemana...? kalau disini kita aman, orang suruhan Papa Firman tidak akan tau. Tapi kalau kita keluyuran berdua, yang ada malah di tangkap basah sama mereka.”
__ADS_1
“Benar juga sih, tapi Aku bosan melihat pemandangan yang cuma ini itu saja...” Naya memanyunkan bibirnya.
“Sini... ” Alfath menarik tubuh Naya yang sedang memandang keluar jendela. Melihat pemandangan yang sudah pernah dinikmati.
“Tatap mataku...Nyonya muda Naya, apapun keinginan Anda pasti akan di penuhi oleh tuan muda Alfath. Jadi utarakan semua yang kamu inginkan...”
”Aku mau mangga muda sama nanas...” Naya merajuk seperti anak kecil yang meminta mainan.
“Kalau mangga muda boleh, tapi nanasnya nggak boleh. Kamu lupa kalau sedang hamil...? ”
“Ya enggak lah, justru karena Aku hamil makanya pengen makan buah yang segar-segar. Biar segar juga nih badan...”
“Naya, ini lihat...” Alfath menyodorkan ponselnya kepada Naya.
“Nih baca, bahaya makan nanas bagi orang hamil, satu menyebabkan kontraksi, dua menyebabkan keguguran. dan tiga___”
“Yang nggak boleh itu nanas muda, berarti kalau nanas tua nggak masalah. Apalagi dibikin rujak, hmm... segar banget, terus ada bumbunya yang agak kental-kental, huh...mantap...” otak Alfath travelling kemana-mana karena ikut Naya membayangkan kesegaran rujak buah.
__ADS_1
“Ayo cepetan cari, nanti anak kamu ileran loh...!! ”