Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 56


__ADS_3

Pagi telah tiba. Tapi Naya masih enggan bangkit karena bagian bawahnya terasa nyeri. Dia meraih ponselnya.


“Hah... udah jam segini. Fath bangun...!!! ” Naya mengguncang tubuh Alfath tapi tidak ada respon.


“Bangun, Ayo mandi. Kita harus ke kampus. ” Alfath tidak membuka matanya sama sekali. Justru tangannya memeluk tubuh Naya.


“Ih, tangannya berat banget sih... ”


“Bangun woy... ” Naya berteriak di telinga Alfath tapi justru pelukannya semakin erat.


“Ssttt...masih pagi udah teriak-teriak aja... ”


“Udah jam berapa ini...!!! ”


“Masih gelap tuh... ”


“Iya gelap, soalnya merem. Coba buka mata, mataharinya udah nongol tuh... ” Alfath hanya tersenyum sambil matanya masih terpejam.


“Jangan marah-marah gitu dong. Kamu entar makin cantik kalau marah-marah... ” Naya menggigit tangan kekar Alfath yang ada di atas tubuhnya.


“Aduh... sakit... ” Alfath langsung membuka matanya seketika.


“Bangun... ” Naya bangkit dari tempat tidurnya dan memunguti pakaiannya sem*lam tapi bagian baw*hnya terasa sangat nyeri.


“Aduh... ” Alfath langsung bangkit karena mendengar Naya meringis kesakitan.


“Nay, sini Aku bantu... ” Naya langsung menutup matanya karena melihat Alfath yang masih dalam keadaan tanpa sehelai benang apapun.

__ADS_1


“Biasa aja kali, lagian kan semalam udah tau... ”


“Kamu seharusnya tidak melakukan itu. Hubungan Kita tidak baik. Aku takut jika nanti tiba saatnya Kita berpisah dan Aku dalam keadaan hamil, terus gimana dengan nasib anak itu...? ”


“Itu tidak akan pernah terjadi, Kita tidak akan pernah berpisah, tidak akan pernah cerai. ”


“Fath... ”


“Panggil Mas, sebenarnya semalam Aku kesal denganmu karena kau selalu memanggil namaku saja. ”


“Terus? ”


“Panggil Mas lah, biar makin mesra. Nanti suara Kamu jadi begini, Mas... terus Mas...” Alfath menirukan suara Naya saat berc*nta. Jangan ditanyakan lagi, wajah Naya sudah memerah seperti udang rebus. Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


“Kamu jangan mancing si junior bangkit ya... ” Alfath menarik kedua tangan Naya.


“Nggak usah malu-malu gitu dong... ”


“Bukan soal itu, tapi ini rasanya sangat nyeri. Punyamu terlalu banyak makan sih, makanya gemuk.”


“Itu karena jarang di pakai, kalau udah sering nanti juga biasa kok. ”


“Sering apanya, yang ada malah makin b*ngkak. Nggak bisa jalan. ”


“Aku pernah baca sebuah artikel memang seperti itu, makanya sekarang Kita coba lagi ya...! ” Alfath menaik turunkan alisnya, mencoba merayu Naya.


“Nggak, ingat kuliah... ! ”

__ADS_1


“Please, cuma sebentar. Buat sarapan pagi hari ini biar hari kita semakin menyenangkan. ” tangan Alfath sudah mulai meng*ksekusi tubuh Naya. Mengabsen setiap lekuk tubuh yang berkulit mulus. Naya yang awalnya menolak kini sudah mulai men*kmati permainan Alfath.


Tut... tut... ponsel Alfath berbunyi. Mereka berdua menghentikan aksinya sebentar.


“Biarin, palingan juga Herdi. Asisten pribadiku itu sangat cerdas dan cekatan. Saking cekatannya sampai pagi-pagi begini sudah menelepon. ”


“Mph... ” Naya menarik tautan bibirnya karena Alfath semakin buas. Nafasnya hampir habis. Alfath memang bukan pen*gila wan*ta, tapi kemampuan berc*ntanya yang entah belajar darimana selalu saja membuat Naya kewalahan.


“Sebentar... ” Naya menahan gerakan Alfath sebelum Dia memasukkan Juniornya. Alfath terkejut dibuatnya. Karena wajah Naya berubah menjadi panik.


“Ada apa sayang? ”


“Aku ingat tukang ojek yang kemarin mau melecehkanku. Jangan lakukan itu padaku... ” wajah Naya mendadak pias.


“Tidak... tidak... ” Naya menutup telinganya sambil berteriak.


“Naya, dengar baik-baik. Ini Aku Alfath, suamimu. Bukan tukang ojek. ”


“Tapi tukang ojek itu mau menyakitiku... ” sepertinya rasa trauma Naya mendadak muncul di benaknya. Alfath mengerti, Dia memeluk Naya memberikan pelukan hangat.


“Naya, tenang. Tidak ada orang yang berani menyakitimu lagi. Ada Aku. ” setelah Naya kembali tenang. Alfath memulai aksinya kembali. Hingga Dia kembali berhasil menyunti*kan cairan kedalam rah*m Naya. Pagi yang indah, cerah di luar sana. Cerah juga diwajah pengantin baru yang tertunda.


...****************...


Mana nih jempolnya❓😂


Sama jangan lupa kasih bunga sama kopi ya guyss😁

__ADS_1


__ADS_2