
“Naya...”
“Kamu... ”
“Kamu ngapain berduaan sama Alfath...? ” tanya perempuan yang menyapa Naya tadi.
“Enggak, tadi cuma kebetulan saja ketemu Alfath makan disini. Iy kan Fath...?” jawab Naya dengan gugup sambil menginjak kaki Alfath.
“Iya... iya betul. ”
“Terus kalian ngapain berduaan. Kalian pacaran? ”
“Enggak, Aku cuma milik Alfath seorang. ” Jawab perempuan tadi langsung menggelayut manja di lengan Alfath. Naya menatap dengan jijik begitupun Alfath yang seringkali ditempeli cicak besar itu.
“Nay, ayo sini gabung... ” ajak laki-laki yang tak lain adalah Rangga. Dia langsung menghampiri Naya dan menarik lengan Naya untuk duduk di sampingnya.
“Maaf Rang, ada urusan penting yang harus Aku selesaikan sekarang juga. ” Naya menolak ajakan Rangga kemudian pergi meninggalkan keberadaan Mereka semua.
“Sorry Bel, Aku harus kembali ke kantor. Papa sudah menungguku sejak tadi. ” Alfath melepaskan perempuan itu dengan kasar. Mencari keberadaan Naya yang tak lain sudah duduk didalam mobil terlebih dahulu.
“Ih... benci... benci... benci... ”
“Bell ini ada yang nggak beres. ”
“Nggak beres gimana maksudnya. Kamu jangan mengada-ada dong Rang. ”
“Alfath kenapa bisa jalan bareng Naya. Terus kedua kenapa Mereka bisa pergi dalam semobil...? ”
“Hah... semobil? ” Bella belum mengerti arah pembicara Rangga.
“Tuh lihat. Aku tadi melihat Naya masuk mobil itu.” Rangga menunjuk mobil Alfath yang sudah melaju.
“Sial... ini tidak bisa dibiarkan Rang. Aku harus segera dapatkan Alfath sepenuhnya. Dan Kamu...”
“Sesuai dengan misi, Aku akan mendapatkan Naya seutuhnya. Sekarang ayo Kita kejar Mereka...”
“Nanti akan kuurus. Sekarang Aku mau makan dulu. Kasihan ini. ” Bella mengelus perutnya yang rata.
“Oke Sayang... ” Rangga mengecup tangan Bella.
...****************...
“Senyum dong kenapa cemberut begitu. ”
__ADS_1
“Bisa nggak sih cicak raksasamu itu nggak usah nempel-nempel. Menjijikkan sekali. Kau juga kenapa malah senang kalau Dia menempel di tubuhmu. Jangan bilang tidak. Aku benci pada kesalahan. ”
“Hei, siapa juga yang suka di tempelin sama Dia. Aku juga sebenarnya jijik tau. ”
“Itu tadi buktinya, sama pas di acara ulang tahunnya Dia kemarin. ”
“Cemburu nih yeee... ” Alfath tidak menjawab justru malah meledek Naya.
“Idih, GR banget... ”
“Bilang iya. Aku benci penolakan. ”
“Tidak. Kau lupa sama perjanjian Kita kemarin. Sebagai seorang sahabat, Aku tidak mau kau didekati sama banyak perempuan. Apa kau lupa itu. ”
“Apa bedanya sama cemburu...? ” ucap Alfath lirih sambil fokus menyetir, tapi masih bisa didengar oleh Naya.
“Hmmm... ” Naya meninggikan volume suaranya. Dan langsung menggigit lengan Alfath.
“Aw... Sakit tau... ” teriak Alfath karena kaget dengan kelakuan Naya yang tidak seperti biasanya.
“Rasakan... ”
“Sejak kapan istriku suka menggigit...? eh maksudnya sahabat... ”
“Sejak saat ini. ”
“Iya siap nanti Saya langsung kesana. ”
Tut... tut... sambungan telepon terputus.
“Kita harus ke kantor polisi Nay... ”
“Hah, siapa yang mau ditangkap? ”
“Kamu.”
“Ih nggak jelas deh. ”
“Herdi bilang, polisi sudah berhasil menangkap pelaku yang mau mencabuli Kamu kemarin. ”
“Stop. Jangan bilang itu...! ”
“Oke... ”
__ADS_1
“Aku nggak mau ketemu orang itu. Kamu aja. ”
“Ya udah kalah begitu Aku juga tidak jadi kesana. Biar diurus Herdi saja. ”
“Terserah... ”Alfath meraih ponselnya menghubungi orang yang disana.
“Halo Her, tolong Kamu selesaikan masalahnya ya. Aku ada acara mendadak. Nanti kasih tau, siapa nama pelaku itu. Kemudian ada motif apa dibalik kasus pencabulan itu. Pokoknya Kamu clearkan semua hari ini. ”
“Nama pelaku sudah di ketahui Pak, kemudian tidak ada motif yang serius mengenai masalah ini. Hanya si tukang ojol itu khilaf akibat kebanyakan baca novel dan nonton adegan dewasa. ”
“Oke kalau hanya itu tidak perlu diperpanjang masalahnya. Tutup mulut polisi dengan uang berapapun itu. ”
“Siap Pak. ”
Tut... tut... Alfath memutus panggilan.
“Gimana kata Herdi...? ”
“Nama pelaku sudah diketahui. Dan tidak ada motif lain kecuali Dia khilaf karena kebanyakan nonton adegan dewasa. ”
“Hihh, gila tuh orang. Geli Aku kalau ingat kejadian itu. ”
“Dia pasti tertarik denganmu. Makanya sampai khilaf begitu. ”
“Tertarik dari mana. Tidak ada yang spesial dariku... ”
“Mulai besok jangan pakai ini tebal-tebal kalau keluar tanpa Aku. ” Alfath menunjuk pipi dan bibir Naya yang tergores make-up tipis natural.
“Ini udah paling natural. Bukannya Aku nggak pernah pakai make up berlebihan...? ”
“Yaudah berarti besok nggak usah pakai. ”
“Huft... ”
...****************...
“ Maaf Ibu tidak bisa masuk, karena jam kerja sudah mau selesai. Ini perintah dari Bapak Alfath bu. ” Seorang security menahan Bella yang terus mendesak agar diperbolehkan masuk.
“Cuma sebentar. Aku ada urusan penting sama Alfath.”
“Ma'af bu tidak bisa. ”
“Bilang ke Dia. Bella mau ketemu. Penting. ”
__ADS_1
“Tidak bisa bu. Lagian Bapak juga tidak ada disini.”
“Hah... kenapa nggak bilang dari tadi goblok... ” Bella pergi meninggalkan tempat itu dengan kecewa.