Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 73


__ADS_3

Tut... tut... ponsel Alfath berbunyi. Dia segera bangkit dari atas brankar untuk mengangkat panggilannya.


Sreg... Naya menahan gerakannya dengan menarik tangan kiri Alfath. Membuat si empunya menatap Naya tidak mengerti.


“Maaf, Aku harus mengangkat telepon dulu... ” Naya memejamkan matanya.


“Dari Herdi. Bukan dari siapapun... ” Alfath berbisik pada telinga Naya.


“Angkat disini saja... ” pinta Naya. Alfath mengangguk dengan sedikit canggung.


“Haloo... ”


“Bos, apa yang telah Anda lakukan...? akibat video Anda yang kurang pantas itu, banyak pihak yang membatalkan kerja sama dengan kita... ” Herdi berbicara ngegas dari seberang sana.


“Astaghfirullah... ” Alfath mengusap wajahnya dengan kasar.


“Jika kerjasama mereka batal maka angka kerugian yang kita dapatkan sangat besar... ”

__ADS_1


“Baiklah Her, kita akan bereskan bersama. Tapi sebelumnya saya ada tugas buat kamu. Sekarang datang ke Rumah Sakit tempat kerja dr. Fadli. Saya akan jelaskan disini... ”


“Baik Pak saya segera kesana... ”


Hati dan fikiran Alfath benar-benar kacau hari ini. Keadaan memang sewaktu-waktu bisa berubah. Baru saja kabar video itu menyebar luas, sekarang ada lagi kabar buruk mengenai pekerjaannya. Andaikan tubuhnya bisa dibelah, Alfath lebih memilih untuk menyelesaikan dengan bersamaan. Tapi apa boleh buat, Dia hanya makhluk yang lemah dan penuh kekurangan. Untuk saat ini, Dia hanya butuh support dari orang-orang terdekatnya.


“Herdi kenapa...? ” Pak Hakim mendekati Alfath. Curiga akan sesuatu yang menimpa putranya. Karena tiba-tiba wajah Alfath berubah menjadi cemas. Pak Firman, masih duduk disofa tidak memperdulikan menantu dan besannya. Dia sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi berbagai pihak.


“Ada masalah dengan pekerjaan Pa. Banyak pihak yang membatalkan kerja sama gara-gara video itu sudah tersebar luas. Entah siapa yang melakukan ini Aku tidak akan segan-segan untuk memberikan balasan yang setimpal... ” Alfath mengepalkan tangan kanannya.


tok... tok... tok...


“Masuk... ”


Ulang“Selamat sore Pak... ”


“Sore Her, kamu selalu datang tepat waktu. Tugas kamu saat ini adalah menyelidiki dan mencari tau orang yang telah mengirimkan video itu... ” perintah Alfath.

__ADS_1


“Video itu sudah sampai di grup chat karyawan Pak. Dan setelah saya lihat, yang mengirimkan adalah salah satu dari karyawan kita. Tapi sepertinya Dia juga mendapat video itu dari orang lain.”


“Coba kamu putar ulang video itu, barangkali ada orang yang bisa di curigai.” Herdi memutar ulang video itu meskipun bulu kuduknya agak bergidik melihat adegan dewasa yang dilakukan dua orang. Dia memperhatikan dengan seksama hingga sedetail mungkin.


“Pak, ini bukannya wajah si perempuan aneh yang tergila-gila sama bapak itu kan...? ”Herdi menyadari sesuatu. Dia memang satu-satunya asisten Alfath yang lincah. Matanya sangat tajam dan indranya selalu peka. Masalah seperti ini sudah sering di hadapi olehnya.


“Maksud kamu Bella...? ” Naya yang awalnya terbaring lemah sambil memperhatikan percakapan dua orang dihadapannya langsung ikut duduk.


“Siapa lagi pak. Dan ini sepertinya tempat yang digunakan acara Si Bella ulang tahun dulu. Apa Bapak pernah pergi kesana akhor-akhir ini...? ” Alfath memutar bola matanya.


“Pernah... sepertinya sekali... ” Naya ikut menyikapi.


“Jadi...? ”


...****************...


Maaf Guyss baru bisa up sedikit-sedikit dulu. Soalnya matanya udah berat banget gara-gara seharian banyak pekerjaan. huhu.... 😔

__ADS_1


__ADS_2