
"Tunggulah di sini, aku akan menebus obat dan vitamin yang diresepkan dokter untuk mu," ujar Arland memberi ultimatum pada Kania.
Walaupun masih geram dan membenci Arland, tapi Kania pun menurut saja. Dia duduk di sana, di depan ruangan yang ada tempat duduknya. Sementara itu Arland segera pergi melakukan apa yang dia katakan.
"Ternyata benar ini kamu!" seru seseorang yang tiba-tiba datang selang sepuluh menit Arland pergi.
"Ke-Keenan," ujar Kania menoleh dan langsung menemukan mantan pacarnya.
"Ya, ini aku!!" jawab Keenan dengan nada suara membentak. "Beberapa waktu belakangan ini, aku sudah mencoba memikirkan kejadian lalu. Menimang dan bahkan merasa bersalah, karena mungkin aku sudah salah menduga.
Namun hari ini semuanya jelas sudah, sangat jelas sekarang dan lebih jelas dari waktu itu. Ternyata kamu memang perempuan rendah-an yang memang seperti yang sudah Karin katakan. Tukang selingkuh dan cewek kegatelan!!
Cih, baru juga beberapa minggu menikah, ternyata kamu udah hamil saja. Mudah sekali, tapi jangan-jangan kamu sudah hamil sebelum menikah mengingat suamimu sekarang adalah calon suami kakakmu Tiara.
Kamu selingkuh dibelakangku dan kejinya itu bahkan pada calon kakak iparmu sendiri. Dasar jala-ng, perempuan tidak punya harga diri sama sekali!!!" ujar Keenan setelah menyadari di mana sekarang mereka berada.
Rupanya di depan ruang dokter kandungan, tapi memang saat itu sepi, hampir tak ada siapapun di sana atau bahkan yang lewat dari sana, tapi mungkin juga alasannya sepi karena sekarang masuk jam makan siang.
Dada Kania mendadak terasa sesak, membuatnya tanpa sadar menitihkan air mata.
Namun rupanya Keenan belum selesai. Melihat Kania diam saja walaupun sudah mengeluarkan air mata, Keenan belum puas menghina Kania dengan kejam.
"Sia-sia sekali aku menjagamu selama ini, tahu kamu sudah kepake, aku pakai juga saat itu, atau bagaimana jika kita pergi sekarang. Biarkan aku mencobamu juga Kania. Hitung-hitung balas budi, karena aku sudah menjagamu dan agar aku tak rugi-rugi amat selama berpacaran dengan mu!!"
Keenan tak hanya berucap, melainkan segera menarik kasar Kania berdiri dan mencoba menyentuh da-danya untuk melecehkannya.
"Lepas!!" bentak Kania sambil mencoba memberontak.
Kania berhasil lepas dan langsung melarikan diri menjauh. Dia cukup sadar kalau mantan pacarnya itu tampaknya sudah gila saat ini.
"Mau kemana jala-ng. Kamu tidak mau ya, kita main disini. Atau maunya ke hotel bintang lima?" ujar Keenan lagi membuat Kania benar-benar merasa rendah sekarang.
__ADS_1
'Apa sudah serendah itu aku di matamu, Keenan?!' batinnya menjerit pilu, sekaligus tak mengerti dengan Keenan yang sekarang.
Brakk!
Tiba-tiba saja karena tak fokus Kania menabrak sesuatu, tapi dia tak jatuh atau yang ditabraknya itu jatuh, dan Ternyata Arlandlah yang dia tabrak itu. Suaminya itu langsung sigap menahan tubuhnya, lalu ketika melihat seseorang yang membuat Kania tiba-tiba berlari, Arland langsung menarik istrinya ke belakang tubuhnya.
Keenan yang sudah mendekat langsung terkekeh, dengan tatapan yang tak pernah berhenti merendahkan Kania.
"Ah, ternyata ada gigo-lonya, jala-ng itu di sini. Hahaha, aku baru sadar sekarang mengapa kalian bersama sekarang. Itu karena pelac--"
Blamm!!
Arland yang memang cenderung susah memahan diri itu langsung memukul Keenan dan menghentikannya bicara.
Namun selanjutnya tidak terjadi perkelahian, sebab rupanya seorang petugas keamanan sudah melihat dan memantau Kania yang berlari. Dia yang merasa curiga, sudah mendekati mereka sejak awal. Hanya saja baru tepat tiba di sana pas ketika Keenan ingin membalas pukulan Arland. Petugas itu sontak saja menghentikannya dan segera menegur mereka supaya tak melakukan keributan di sana.
Walaupun sudah usai setelah dilerai oleh petugas keamanan, tapi rupanya Arland tak puas. Pria itu langsung meminta cek CCTV untuk mengungkap apa yang sudah terjadi.
Melihat di rekaman CCTV, Keenan bersikeras mencoba melecehkan Kania, Arland pun murka, tapi dia tak menunjukkan di sana.
Kania tak mencegahnya, membiarkan Arland melakukan maunya. Sementara orang yang dia laporkan itu, Keenan, sebenarnya sudah pulang sejak pertengkaran mereka selesai di lerai. Pergi sambil mengumpat dan mengatai Arland dan Kania.
"Habis ini aku akan pastikan mantan busukmu itu mendekam lama di penjara!!" tegas Arland dihadapan Kania.
Kania tak menjawab dan Arland yang tiba-tiba saja tersadar kalau di dalam rekaman CCTV, Kania seperti sudah dikasarin Keenan, langsung terpikirkan untuk memeriksa tubuhnya.
Pria itu langsung mendesah kasar saat menemukan memar akibat cengkraman di pergelangan tangannya. Anehnya Arland langsung merasa bersalah dan merasa sudah tak becus, padahal sebelumnya sadar atau tidaknya dirinya, diapun sudah sering kali melukai istrinya itu.
"Kita pulang sekarang dan aku akan mengobatimu di rumah," jelas Arland.
Seharusnya hari ini memang mereka mau pulang ke rumah setelah dokter memastikan kondisi Kania cukup stabil dan bisa di rawat di rumah. Sayang saja kejadian kacau itu tak bisa diprediksi.
__ADS_1
Namun setelah hari ini, Arland langsung berpikir kalau dia mulai sekarang takkan membiarkan Kania sendiri.
➡➡➡
"Beristirahat di sini, mulai sekarang kasur ini milikmu," jelas Arland memberitahu.
Kania tak menolak, dia langsung naik ke kasur dan berbaring di sana, tapi ketika Arland ingin naik, wanita itu tiba-tiba saja segera menghentikannya.
"Berhenti. Ini kasurku, aku tak mau kamu menaiki atau bahkan tidur di sini juga!!" peringkat Kania dengan cukup jelas.
Ingat bagaimana Arland berubah sejak mengetahuinya hamil, Kania jadi terpikirkan kalau suaminya itu sangat menginginkan bayi mereka. Perasaan balas dendam pun terbersit dipikirkannya, dengan memanfaatkan anaknya. Dia tahu Arland tidak akan melakukan apa-apa padanya, selagi hamil begitu.
Ah, ya. Bahkan sekarang pria itu mundur, walaupun terlihat geram, tapi dia menurut.
"Baiklah, jika begitu beristirahatlah dengan nyenyak di sana. Kalau kamu menginginkan sesuatu atau mengidam, jangan sungkan mengataka--"
"Aku ingin mobil baru dengan keluaran terbaru dan sangat mahal!" ceplos Kania. Kali ini bukan main-mainnya, tapi sungguhan menginginkannya dengan tiba-tiba.
Arland untuk sesaat tercengang, tapi kemudian dia setuju saja. Tanpa pikir panjang segera mengabulkan permintaan itu.
Namun rupanya permintaan Kania tak cukup mobil. Malamnya Arland harus berakhir di atas matras keras dan dingin, alias lantai dan bermalam di sana.
Dendam besar Kania membuatnya semalaman kedinginan, karena rupanya Kania pun tak segan menaikkan suhu pendinginan ruangan sampai cukup dingin.
Perempuan itu sengaja dan Arland tahu itu, tapi sekali lagi, walaupun geram diapun menurutinya.
Tengah malam Kania terbangun dan melihat suaminya masih di tempat yang sama. "Apa yang aku lakukan ini sudah benar, ya? Tidak keterlaluan membuat suami kejam itu tidur dengan gelisah di sana dan bahkan tanpa selimut sama sekali?" tanya Kania pada dirinya sendiri.
Perasaannya tak tenang dan mungkin itulah yang membuatnya terbangun sekarang. Disakiti rupanya tak membuat hati nuraninya menghilang. Dia bahkan masih tak tega sekarang, padahal Arland bahkan hampir saja melenyapkan kandungannya walaupun tanpa sengaja.
Turun dari tempat tidur, Kania nekat membangunkan Arland. "Tidurlah di sofa, dan jangan lupa pakai selimutmu!"
__ADS_1
➡➡➡
TBC