
Setelah keduanya sempat berbaikan, hubungan mereka harmonis, penuh dengan kemesraan dan kebahagiaan. Kania pikir dia tak salah memaafkan bajing-an seperti suaminya. Awalnya nekat bertahan demi anak, tapi sekarang pria itu bahkan ikut mempertahankannya.
"Tidak usah berdandan terlalu cantik," ujar Arland setelah selesai membetulkan arlojinya. Menghampiri Kania di meja riasnya, kemudian ikut menatap pantulan wajah istrinya di kaca.
"Kalau aku tidak berdandan cantik, kamu bisa berpaling Mas," jawab Kania sambil asik memakaikan make-up di wajahnya.
Arland gemas mendengarnya kemudian menunduk dan mengecup pipi Kania. Sayangnya hal manis itu malah berakhir menjengkelkan bagi Kania. Bagaimana tidak, karena Arland mencuri kecupan dipipinya membuat Kania yang sedang mengenakan maskara terbagi fokus. Alih-alih teraplikasikan dengan baik maskaranya malah membuat sekitar kelopak mata Kania menghitam.
"Kamu makin cantik, Sayang!" ujar Arland yang terdengar seperti sedang mengejek. Tak mau merasakan balasan dari Kania, pria itu segera kabur dan menjauh.
"Mas Arland!!!" teriak Kania yang kemudian menggema dan sudah di duga.
"Benar-benar ya, punya suami seperti Mas Arland selalu saja bikin emosi. Kalau dulu karena ucapan kasarnya, gilirannya udah berubah baik, sekarang malah giliran bertingkah dan menguji kesabaran orang, huhh!" jengkel Kania sambil mengomel dan mau tak mau, diapun membenarkan maskaranya.
Hari ini mereka akan ke pernikahan Tiara dan Regan. Kakak angkatnya dan juga mantannya. Kania tidak mengerti bagaimana dua orang itu malah bersama sekarang, tapi dua minggu lalu ibunya Mayang sudah mengabarinya.
Setahunya tak ada hubungan apapun antara Regan dan Tiara. Bahkan yang Kania tahu Karin sahabatnya yang penghianat itulah yang sudah kerap kali dipergoki bersama Regan. Ah, tapi sudahlah, beberapa hal memang mengejutkan, tapi itu tak perlu dipusingkan.
Jelang acara akat berlangsung, kini tibalah waktu foto sesi dengan pasangan suami istri yang baru resmi. Kania dan Arland ikut bergabung, walau hal itu membuat Arland waspada.
"Harusnya kamu tidak membetulkan maskaramu, Sayang," ujar Arland sambil terus mengapit istrinya dan berbisik di telinganya.
"Nggak usah aneh-aneh, Mas. Emangnya kamu nggak malu membawa perempuan yang make-up-nya berantakan?" balas Kania, kini gilirannyalah yang berbisik.
__ADS_1
"Apa yang perlu dimalukan, sekarang aku bahkan merasa terancam karena mantanmu itu terus melihat kemari. Dia pasti menyesal sudah melepaskanmu!"
"Menyesal bagaimana? Jangan ngaco Mas, kalau diungkit lagi, aku juga yang salah, kakak ipar sendiri diembat!" balas Kania.
Keduanya terlibat perbincangan sambil berbisik-bisik, padahal masih dalam sesi foto. Sang fotografer bahkan sempat menegur keduanya.
"Mas dan Mbak, tolong ngobrolnya nanti saja!" ungkap sang fotografer. Membuat perhatian beberapa orang tertuju kepada mereka.
"Pasangan pengantin baru, kayaknya asik ngobrolin bulan madu tuh Mas, makanya walaupun sudah mau lahiran masih aja suka keasikan ngobrol!" canda Arsyta ibunya Arland. Mayang ibunya Kania ikut mengangguk setuju dan terkekeh.
"Kamu sih, Mas. Kita tegur ibu sama mama, kan jadinya!" seru Kania protes. Saat ini sesi foto sudah berakhir, keduanya kini sedang asik menyantap makan prasmanan yang tersedia untuk tamu undangan. Yah, walaupun mereka keluarga, tapi tidak salahkan ikut mencicipinya.
"Untungnya kakakmu itu nggak kabur juga. Kalau iya, Regan mantan kamu itu bakalan apes jika terjadi," ujar Arland kembali bersuara.
"Lah ngomongin orang yang senasib, Mas? Kamu tuh yang pernah ditinggalkan kak Tiara ...."
"Kok bagus sih?"
"Terus apalagi jika bukan bagus? Seandainya, Tiara tidak pergi mana mungkin aku bisa mendapatkan istriku yang cantik ini!" jelas Arland sambil menatap Kania dalam.
Ditengah keharmonisan itu, ternyata ada yang mengepalkan tangan menatap mereka. 'Sialan. Bajing-an berkedok suamimu itu Kania, berani sekali dia memanfaatkan segala situasi dan kondisi. Gara-gara dia, aku bahkan terjebak menikah dengan kakakmu yang bodoh ini!' batin Keenan geram sambil mengepalkan tangan.
'Awas saja, dia. Aku pasti akan merebutmu darinya!' batin Keenan begitu yakin pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Pada saat Arland ke toilet untuk menuntaskan sesuatu, Keenan kesempatan dan sengaja meninggalkan pelaminan atau bahkan istrinya untuk menghampiri Kania yang sendirian.
"Aku menyesal sudah gegabah menyimpulkan sesuatu. Harusnya aku tak sekejam itu padamu atau bahkan menghinamu, padahal posisimu hanya sebagai korban yang terpaksa menikah," ujar Keenan tanpa basa-basi. Dia bahkan sudah duduk di sisi Kania, tempatnya Arland sebelum pergi.
"Aku sudah memaafkanmu jika itu yang membuatmu kemari, Kakak Ipar!" jawab Kania langsung ke poin inti karena tak mau basa-basi. Dia bahkan tak sudi menatap Keenan, dan terus menyantap makanannya tanpa repot memperhatikan orang yang sedang mengajaknya mengobrol.
"Jika begitu apakah kita bisa bersama kembali?!" tanya Keenan tiba-tiba dan tak diduga oleh Kania.
Sontak Kania pun berhenti makan dan meneguk minumannya. Kali ini karena hal itupun dia terpaksa menatap Keenan pria yang di masalalunya adalah kekasihnya itu.
"Balikan disaat aku hamil anak suamiku dan kamu milik orang lain, apa itu tidak salah?! Atau jangan-jangan aku yang salah dengar?!" tanya Kania menuntut dan tak menyangka.
"Iya, Kania. Diantara kita bukankah tak ada yang mau kejadian ini. Kita sama-sama terjebak. Kamu dengan bajing-an itu dan aku dengan kakakmu!" jelas Keenan serius dan penuh harap.
"Lalu bagaimana dengan Karin, kalian bahkan bersama tanpa paksaan?!" sarkas Kania mengingatkan.
Walaupun sudah menikah, tapi dari yang Kania tahu hubungan Keenan dan sahabatnya yang penghianat itu tak pernah terdengar sudah berakhir dan artinya mereka masih bersama.
"Dia hanya pelampiasanku, di saat aku merasa kau sangat kejam meninggalkan aku!" jawab Keenan serius.
Kania segera geleng-geleng kepala, lalu berdiri sambil masih menatap ke arah Keenan. "Mudah sekali kamu menjadi perempuan pelampiasanmu dan sekarang padaku kau sebenarnya juga terlalu mudah minta maaf, tapi dengar ini Keenan. Kita sudah berakhir terlepas dari aku yang mungkin salah, penghianat dan tega pada kakakku sendiri sampai merebut tunangannya. Aku minta maaf, tapi apapun itu nggak akan ada kata balikan karena sudah hamil, anakku butuh orang tua lengkap dan aku butuh suamiku dan bukannya laki-laki lain!" tegas Kania sambil kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Keenan. Dia sudah tak tahan berlama-lama disebelah mantan.
'Sial! Kau sok kecantikan sekali Kania. Beraninya menolakku padahal aku sudah merendah untuk mendapatkanmu, tapi apa ini, balasannya sungguh tak terduga. Awas saja nanti, aku bersumpah untuk tidak akan pernah membiarkan mu bisa hidup tenang dan bersumpah kau akan menjadi milikku. Hanya aku Kania!!' batin Keenan menegaskan.
__ADS_1
❍ᴥ❍
Bersambung