Terjerat Cinta Suami Kejam

Terjerat Cinta Suami Kejam
Rencana Buruk Citra


__ADS_3

Citra bolak-balik di kamarnya, memikirkan rencana jahat untuk menyingkirkan nyonyanya Kania dari sisi Arland tuannya. Dia begitu geram dan tak habis pikir, bagaimana wanita itu selalu saja mesra dan di manjakan oleh tuannya. Semakin memanas pula perasaannya saat mengingat fakta Kania sedang hamil anak tuannya Arland.


"Aku harus menyingkirkan anak itu, bagaimana pun caranya!" tukas Citra dengan tegas.


"Tapi bagaimana caranya, apa aku masukkan saja obat penggugur kandungan ke dalam makanannya?!" ujar Citra berpikir keras.


"Tidak!" katanya sambil geleng-geleng kepala. "Kalau tuan menyelidikinya dan mengetahui aku penyebabnya, aku bisa dalam masalah besar. Sial. Terus harus bagaimana ini?!" Citra semakin pusing dan memikirkan caranya.


Dia merasa tak bisa diam saja, dan merasa jiwanya terpanggil secepatnya untuk menggugurkan kandungan Kania.


"Apa aku jebak saja bi Surti? Hm, aku buat saja di secara tak sengaja memasukkan obat penggugur kandungan itu pada masakannya!" ujar Citra yang kemudian akhirnya bisa tersenyum miring.


"Ah, ini ide yang brilian. Kalau begitu aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri, dan jika pun ketahuan ada obat penggugur kandungan di dalam makanan si jala-ng itu, maka yang disalahkan sudah pasti perempuan paruh baya yang sok baik itu!


Hahaha. Ini adalah hal yang sangat bagus. Ide yang terbaik. Setidaknya walaupun tuan Arland tak akan menceraikan wanita itu meski sudah keguguran, tapi setidaknya mereka sudah kehilangan satu yang mengikat hubungan mereka.


Aku juga bisa melakukan rencana lain yang bisa membuat hubungan mereka semakin renggang. Misalnya menciptakan kesalahpahaman. Hahaha. Aku tak sabar mereka bercerai!" seru Citra dengan penuh ambisi.


➡➡➡


Sementara itu, Arland baru saja menyelesaikan rapatnya dengan beberapa staff dan karyawan. Mereka membahas masalah pemasukan di perusahaan dan karena tak ada masalah yang besar, rapatnya selesai dengan cepat.


Dia segera ke ruang kerjanya, sembari sekilas menatap jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya.


'Sudah siang, apakah Kania sudah makan?' tanyanya pada diri sendiri. Dia cemas karena tak mau terjadi sesuatu pada calon bayinya, bagaimanapun itu dia pikir bayi itu adalah bagian dari dirinya dan akan menjadi pewarisnya. Arland tentu saja sangat mencemaskannya.


"Baby!!"


Tiba-tiba saja Lyra menghampiri dan memeluknya dari belakang. Arland terkejut dan langsung merasa jijik, tapi dia tak segera menghindari karena teringat masih mempunyai rencana untuk perempuan penghianat itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kartunya apakah sudah bisa aku gunakan kembali?!" tanya Lyra tanpa basa-basi segera merengek dan memintanya.


Arland segera merasa muak dan ingin menghajar perempuan itu, tapi tidak dia tak melakukannya. Sekali lagi, dia menahan diri karena teringat rencananya.


Arland berbalik, mendorong Lyra ringan dan melepaskan pelukan perempuan itu. Dia benar-benar tak tahan berlama-lama dalam posisi demikian.


"Bersabarlah Lyra, aku juga tak tahu bagaimana proses memperbaiki kartunya begitu lama," jelas Arland berbohong.


Pria itu bahkan sudah memberikan kartu tanpa limitnya pada sang istri, sepaket dengan kartunya yang lain. Satu untuk kebutuhan dapur, gaji pembantu dan satunya lagi khusus untuk keperluan pribadi Kania.


Dulu Lyra hanya mendapatkan satu, sementara Kania meskipun belum dicintai olehnya, tapi mendapatkan tiga kartu sekaligus. Namun, tak perlu heran. Arland sengaja melakukan itu, sebab dia merasa Kania lebih berhak karena perempuan itu istrinya.


"Tapi kapan lagi, Baby. Aku sudah tidak pernah belanja selama hampir beberapa minggu terakhir ini. Jangankan perhiasan baru, koleksi baju barupun aku tak punya," rengek Lyra memohon pada Arland dengan manjanya.


Dia pikir itu akan membuat pacarnya luluh, dengan memberikan usapan halus di lengannya dan memperlihatkan wajah memelas menggemaskannya.


Sayang sekali justru Arland semakin jijik dan muak padanya. Arland bahkan tak segan menepis tangannya.


Lyra pun tersadar akan perubahan pacarnya dan merasa Arland berbeda dari biasanya.


"Kamu membentakku?" tanya Lyra spontan mundur dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Biasanya jika Lyra sudah begini, Arland yang pernah begitu mencintainya pasti tak bisa tega dan membujuknya, tapi sekarang dia bahkan merasa puas dan juga senang dengan kesedihan perempuan yang ternyata sudah menghianatinya itu.


"Aku tak pernah memb--"


"Kamu tega Baby! Sejak kita pernah bersama kamu tak pernah begini. Apa karena kamu sudah menikah dengan perempuan yang dijodohkan denganmu dan kamu mulai mencintainya, itulah kenapa kamu jadi seperti ini?!" tuding Lyra dengan marah.


Arland terdiam dan memikirkan ucapan Lyra. 'Tidak. Aku tidak mencintai Kania makanya melakukan ini kepadamu Lyra, tapi karena kamu sendiri yang sudah berhianat dan bahkan bersetu-buh dengan selingkuhanmu, aku sudah memergokimu, tapi karena terlalu asik, kau bahkan tak menyadari kehadiranku. Dasar perempuan rendah-an!' geram Arland mengumpat sambil membatin.

__ADS_1


"Tidak. Ok, baiklah aku akan memberikan mu satu set perhiasan dan pakaian!" putus Arland akhirnya menyerah. Dia tak mau rencananya sampai gagal karena Lyra keburu curiga kepadanya.


"Hiks-hikss ... aku bukan mau hartamu, tapi perhatian darimu, Baby. Aku mau kamu menemaniku, bersamaku dan kita liburan bersama!" seru Lyra yang membuat Arland semakin muak.


'Bermimpi saja terus dan membuallah sepuas hatimu. Kau pikir aku sudi dan masih percaya kepadamu?' batin Arland mengejek Lyra, tapi kemudian bibirnya malah membujuk dan berkata begitu manisnya.


Ucapan bibir dan ucapan hati yang kontraks bertolak belakang. "Aku sangat mencintaimu Lyra, bahkan jika aku sudah menikah sekarang karena perjodohan bodoh itu yang tak terelakkan. Rasa itu tetap sama. Percayalah?!


Aku bahkan mau mengirimkan mu satu set perhiasan dan pakaian baru, bukan karena aku berpikir kamu matre sayang, tapi maafkanlah aku. Sekali lagi kesibukanku dengan pekerjaan ku tak bisa membuat kita pergi bersama, tapi walau begitu aku harap pemberianku bisa sedikit mengobati luka hatimu," jelas Arland.


Lyra pun mengangguk paham dan tak terlalu menuntut lagi. "Aku mengerti itu, Baby, tapi aku harap kapanpun itu. Tolong segera luangkan waktu untukku. Aku juga butuh kamu," jawab Lyra.


➡➡➡


Setelah bertemu dengan Lyra, Arland segera memanggil asisten pribadinya ke dalam ruang kerjanya.


"Pesankan satu set perhiasan imitasi untuk perempuan penghianat itu. Juga pakaian dari pasar yang tak bermerek, palsukan dan buat itu seperti aslinya!" perintah Arland yang tak mau berbasa-basi.


'Cih. Untuk perempuan bermuka dua seperti kamu Lyra, barang palsu lebih pantas untukmu!' batin Arland menyeringai senang.


Pria itu jadi terpikirkan bagaimana jika Lyra kepergok menggunakan perhiasan palsu dan pakaian murah. Alangkah menyenangkannya jika wajah menyedihkan Lyra bisa di saksikan oleh Arland saat itu secara langsung. Garis bibirnya pun tertarik ke atas dan Arland pun tersenyum miring.


"Tapi kenapa Pak?" tanya Asistennya mulai kepo.


"Tidak kenapa-napa, lakukan saja tugasmu dan berhenti banyak bertanya!" seru Arland.


Tanpa sadar, seorang sudah mendengar ucapan itu dan wajahnya langsung pucat dalam seketika. Antara kaget dan tak percaya.


➡➡➡

__ADS_1


TBC


__ADS_2