Terjerat Cinta Suami Kejam

Terjerat Cinta Suami Kejam
Menyalahkan Kania


__ADS_3

Arland dan Kania baru saja menyelesaikan makan malamnya, ketika sebuah dering telepon berbunyi, dan itu berasal dari HP milik Arland.


Bangkit, tapi tak menjauh Arland langsung menjawabnya dihadapan Kania. Membuat Kania awalnya cukup tersentuh dengan hal itu, sebab berpikir Arland meskipun tak mencintainya, tapi cukup menghormatinya. Walaupun kejam rupanya pria itu cukup gentle untuk tak menyembunyikan apapun darinya.


Namun rupanya perasaan tersentuh itu hanya bertahan sejenak. Tidak lama, sebab setelah seseorang membuka suaranya dari seberang telepon, perasaan Kania tentang Arland langsung berubah seratus delapan puluh derajat.


"Hei, mau kemana kamu?!" teriak Arland mengenyampingkan teleponnya sejenak dan menahan Kania tetap di sana.


"Apa hal sekecil ini pun harus aku beritahu kepadamu. Kalau tidak sopan meninggalkan meja makan saat suamimu masih belum selesai makan?!" tegur Arland dengan penuh peringatan.


Kania memejam untuk sesaat, sebelum kemudian menjawab, "apanya yang belum selesai. Piringmu bahkan sudah kosong dan kamu bahkan sudah meminum habis minumnya."


"Ch, aku belum selesai, karena aku belum memakan makanan penutupnya. Cepat ambil dan jangan kabur!" seru Arland dengan tak mau dibantah, sebelum kemudian pria itu kembali pada teleponnya.


Samar-samar Kania mendengar rengekan suara perempuan di seberang sana dari telepon milik suaminya.


'Sayang, siapa dia. Kenapa kamu mengabaikanku demi berbicara dengannya?'


"Bukan siapa-siapa. Sudahlah, jangan bahas itu. Aku akan segera ke sana, tunggu disitu, tunggulah aku menyelesaikan urusanku disini!" jawab Arland dengan nada suara lembut.


Kania selama mengenal Arland dan sekarang menjadi istrinya bahkan belum pernah mendengarnya selembut itu. Ah, iya. Inilah juga yang menjadi penyebab Kania akan pergi, jika saja ditahan oleh Arland.


Suaminya itu sejak menerima telepon selalu berbicara dengan nada demikian pada perempuan diseberang tadi, dan meski samar-samar, Kania dapat memastikan Arland sedang berbicara dengan perempuan.


Hatinya sesak walaupun dia tak mencintai suaminya. Kania merasa sangat direndahkan saat ini. Di saat bajing-an lain diam-diam menyembunyikan keburukannya, bajing-an di rumahnya malah terang-terangan mengutarakan perselingkuhannya.


Hal itu merendahkan Kania, membuatnya merasa bahwa status istrinya bagi Arland bukanlah apa-apa.


"Kau terlalu banyak melamun di sana Kania. Ayo, kemarilah bawa hidangan penutup itu kemari!" tegur Arland dengan suara cukup keras yang mampu menarik Kania keluar dari lamunannya.


Gadis itu segera meraih makanan penutup yang sebelumnya sudah dipersiapkan Bi Surti di sana. Kemudian membawanya kehadapan suaminya.


Ternyata Arland sudah selesai bertelepon, tapi sekarang dia anehnya menatap Kania sambil mengerutkan dahi. Seolah Kania melakukan kesalahan lagi.


"Apa peringatan ku yang sebelum-sebelumnya belum cukup. Sampai tadi kau masih berani memikirkan selingkuhanmu?!" geram Pria itu sepertinya sudah mengambil kesimpulannya sendiri.


Dia yang sudah terang-terangan berbicara dengan perempuan lain, tapi sekarang justru Kania yang disalahkan.

__ADS_1


Muak dengan hal itu dan sangat tak terima, Kania tak tahan dan tanpa bicara dia pergi dari sana begitu saja.


"Mau kemana kamu Kania?!" bentak Arland, tapi kali ini Kania tak memperdulikannya dan sudi meladeni.


Moodnya terlalu buruk untuk sekedar patuh pada suaminya yang egois dan kejam itu.


"Aku bilang berhenti!" tegas Arland membentak, tapi justru Kania malah semakin mempercepat langkahnya.


"KANIA!!" teriak Arland cukup kencang, membuat Kania terkejut mendengarnya.


Gadis itu bahkan langsung berlari saat diteriaki demikian.


"Sialan! Dasar perempuan bereng-sek. Berani sekali dia!" kesal Arland.


Namun kemudian meski marah, dia tak segera menyusul Kania. Tak mood makan hidangan penutup, dia dengan cepat malah pergi ke arah berlawanan dengan Kania. Yakni menuju garasi.


Tak butuh lama, setelahnya terdengar suara mobil yang keluar dari pekarangan rumah.


Sementara itu Kania yang sudah sampai di kamar, segera ke balkon untuk memastikan sesuatu.


"Jadi bajing-an itu sudah pergi menemui selingkuhannya!" seru Kania sambil memperhatikan mobil yang menjauh dari rumah.


➡➡➡


"Mana coba. Biarkan aku melihatnya?" kata Arland menjawab.


Lyra pun merogoh tas bermereknya, kemudian mengambil kartu yang dimaksud dan menyerahkan tanpa ragu, sementara itu tanpa sepengetahuannya, Arland sempat tersenyum devil sambil menatapnya aneh.


"Apa mungkin ada masalah dengan kartu ini. Hm, mungkinkah kartunya sudah terlalu lama menyenangkanmu, mungkin saja dia lelah, Lyra," jawab Arland bercanda.


"Ah, sayang. Kamu biasa aja!" ujar Lyra terkekeh.


"Baiklah. Kali ini aku takkan bercanda lagi. Sepertinya ini memang bermasalah, tapi kamu jangan khawatir aku akan segera meminta asistenku secepatnya untuk mengurus ini," kata Arland sambil kemudian menyimpan kartunya ke dalam saku jasnya.


Sebenarnya dia ke sana pun hanya untuk menjumpai Lyra, untuk mengambil miliknya kembali. Akan sangat disayangkan jika itu diblokir permanen. Karenanya rekening dari kartunya itu sebelumnya hanya dia blokir sementara, tapi karena dia sudah mendapatkannya kembali. Mungkin Arland akan membukanya kembali.


'Cih!! Dasar perempuan rendahan. Kau pikir kau bisa memilikinya lagi setelah ini. Ch, bermimpilah!!' geram Arland membatin.

__ADS_1


"Baiklah sayang. Hm, apakah kamu membawakan makanan pesananku tadi sebelum kemari?" tanya Lyra sambil mendekat dan begitu menjangkau dia menopang kepalanya di bahu Arland. Hendaknya bermanja pada kekasihnya itu.


"Tentu saja. Apa kau pikir aku bisa melupakannya?" tanya Arland dengan suara yang manis.


Akan tetapi sungguh dia sangat jijik saat mengatakan itu dan bahkan muak sedekat ini dengan Lyra. Kalau bukan demi rencananya, membalas Lyra dengan bermain cantik dan menghancurkan perempuan itu sehancur-hancurnya mungkin Arland takkan sudi melakukan hal itu.


"Hm, baunya enak sekali sayang. Kami tahu aku sangat suka makanan ini. Potongan daging tuna yang terdapat dalam sushi-nya pasti sangat nikmat. Ini dari restoran favorit ku bukan?" tanya Lyra sambil bangkit dan bersiap untuk menikmati makanannya.


"Tentu saja. Nikmatilah, Lyra!!" seru Arland dengan serius. "Ah, tapi aku juga tak bisa berlama-lama di sini, sebab aku harus pergi. Ada perkerjaan penting Sayang," lanjut Arland kemudian hendak pamit.


Wajah Lyra segera menunjukkan kekecewaan. "Kenapa kamu selalu saja seperti ini sih, selalu pergi saat kita belum lama bersama. Padahal aku masih ingin kamu disini ...."


"Maaf Lyra, aku benar-benar sibuk," jelas Arland.


"Malam ini?" tanya Lyra sepertinya sedang ragu.


"Ya. Kamu tahulah bagaimana aku Lyra. Perusahaan ku tidak akan maju, jika aku kerjanya cuma bermain-main atau berleha-leha," kata Arland sedikit menyindir Lyra yang tahunya hanya membuang uang.


"Hah, baiklah, tapi jika kamu punya waktu luang meskipun itu hanya beberapa menit. Temui aku sayang, karena meski sejenak itu sangat berarti untukku dan juga sangat berharga," jelas Lyra terdengar merayu.


Andai Arland tak menyaksikan perselingkuhannya, mungkin saja dia akan tersentuh mendengar kalimat itu. Namun, tidak untuk sekarang. Arland begitu muak dengan Lyra dan kalimat manisnya begitu terdengar menjijikkan baginya.


'Dasar perempuan sampah berhentilah banyak bicara dan makan saja sushi itu. Lalu nikmati sakit perutmu sampai besok pagi!!' geram Arland menyumpahi Lyra dalam batinnya.


➡➡➡


Setelah bertemu Lyra, Arland bukannya bekerja seperti katanya. Dia justru pergi ke tempat favorit orang melakukan maksiat dan minum di sana. Untuk meredakan amarah dan perasaannya.


Jujur saja, meski sangat sakit hati pada Lyra, tapi pengkhianatannya tak langsung bisa membuat Arland bisa melupakan perasaannya. Sesungguhnya di dalam bencinya yang teramat dalam itu, masih ada secercah perasaan cinta.


Akal logika dan pikirannya yang menuntutnya menghapus itulah yang kemudian membuatnya tertekan, kemudian melampiaskannya dengan minum.


Pria itu pusing dengan masalahnya, tapi setelah minum dia pun lebih pusing lagi. Bedanya, sekarang Arland justru terlihat seperti orang gila karena beberapa kali tertawa.


Dalam keadaan yang setengah sadar dia meneriakkan nama kekasihnya yang penghianat itu.


"Hahaha, sebentar lagi kau akan merasakan kehancuranmu jala-ng. Kau pantas mendapatkan itu dan aku pastikan hidupmu tidak akan pernah tenang setelah ini!"

__ADS_1


➡➡➡


TBC


__ADS_2