
Dengan perasaan malu luarbiasa, Tiara memutuskan kembali ke rumah orang tuanya. Melihat sang Ibu, gadis itu langsung berlutut bersimpuh di kakinya.
"Bu, maafin Tiara .... Tiara sudah jadi pecundang dan membuat Ibu dan almarhum Ayah malu sama kelakuan Tiara. Ampuni Tiara, Bu!" serunya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sudahlah, Tiara. Sekarang Ibu nggak butuh permintaan maaf dari kamu. Ibu terlanjur malu menanggung kelakuanmu!" seru ibunya dengan berlinang air mata.
Sungguh kekecewaan masih kentara di hati perempuan paruh baya itu. Mayang malu dengan apa yang sudah dua anak gadis itu lakukan, satu kabur dari pernikahan dan satunya lagi diam-diam berselingkuh dengan calon kakak iparnya sendiri.
"Berdiri kamu, jangan begini dan berhenti mengungkit masalah ini. Ibu capek sama kalian!" geram Mayang menguatkan hatinya.
"Nggak Bu, Tiara nggak mau, sebelum Ibu maafin Tiara!!" seru gadis itu bersikeras. "Lagian Tiara punya alasan yang jelas kenapa kabur sehari sebelum pernikahan Bu. Arland itu sudah punya pacar, Bu. Tiara pernah liat sendiri mereka pernah jalan berdua di mall dan bukan cuma itu.
Sudah beberapa kali Tiara pernah memergoki Arland jalan bersama pacarnya, mereka kondangan barang dan asal ibu tahu, Tiara juga pernah melihat pengeluaran Arland untuk perempuan itu. Sampe beli mobil dan apartemen, Bu.
Tolong mengertilah keputusan Tiara, Bu. Tiara nggak mungkin menikah dengan laki-laki yang di dalam hatinya memuja perempuan lain!" seru Tiara dengan sungguh-sungguh.
Air mata Mayang tak bisa lebih kuat lagi untuk bertahan, air mata itupun menetes membasahi pipinya.
Setelah mendengar cerita putrinya dan memang dia yang sebenarnya sudah tahu masalah itu, membuat Mayang tak bisa bertahan. Dia luruh dan terduduk memegang bahu putrinya.
Sekarang bukan hanya kecewa, tapi perasaan tercekat bagaimana sulitnya menjelaskan kalau adiknya sendirilah pacar Arland itu.
"Maafkan Tiara, Bu!!" ujar Tiara kembali dengan nada suara yang bergetar. "Tapi Tiara mohon tolong jangan paksa Tiara menikah dengan Arland lagi, Bu. Tiara nggak bisa."
Mayang mengulurkan telapak tangannya mengusap putrinya itu dan lanjut mengusap bahunya guna menenangkan.
"Tapi kamu nggak harus begitu, Tiara. Kenapa kamu tidak membicarakan ini sejak awal sama Ibu. Kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau Nak Arland itu punya perempuan lain. Kalau kamu bilang Ibu tidak akan memaksamu menikah, Nak. Biar Kania saja yang melakukannya!" seru Mayang dengan nada suara yang bergetar.
Tiara mengerutkan dahinya bingung sambil kemudian balas mengusap pipi Ibunya yang basah. "Jangan paksa Nia, Bu. Kasihan adik Bu, dia kan sudah punya pacar ...."
"Tidak perlu mengasihaninya, karena pacarnya sendiri itu calon suami kamu Nak Arland sendiri, Tiara!" jelas Ibunya buang muka karena merasa malu.
Tiara terdiam dan syok dalam sejenak. Antara percaya dan tidak.
"Maafkan Ibu, Nak. Ibu yang salah, karena tidak bisa mendidik adikmu dengan baik," lirih Mayang dengan sesak.
__ADS_1
Tiara menggelengkan kepala. "Udah Bu, nggak apa. Mungkin ini sudah jalannya dan lagian aku nggak cinta sama Arland," jelas Tiara sambil tersenyum tegar.
Jauh di dalam lubuk hatinya, walaupun tanpa cinta. Tiara sangat kecewa dengan perbuatan adiknya dan dia merasa dipermainkan.
➡➡➡
"KANIA!!" teriak Arland begitu dia sampai di rumah.
Mencari istrinya seperti orang yang tengah kesurupan. Berteriak sambil setengah berlari kesana-kemari.
"Kania dimana kamu! Kemari cepat!!" geramnya marah.
Dengan tergopoh-gopoh dan setengah ketakutan, Kania menghampiri suaminya.
"Iya Mas. Ada apa?" tanya Kania sambil meneguk ludahnya kasar.
Arland tak langsung menjawab melainkan langsung menghampiri Kania dan menyeretnya paksa masuk ke dalam kamar.
Cklek. Arland langsung mengunci pintu kamar dan langsung mencabut kuncinya dari sana. Menyimpannya dan menyembunyikannya segera dari Kania.
"Aku benar-benar tak habis pikir dengan perempuan sialan sepertimu. Tidak tahu malu dan sekarang berani-beraninya berselingkuh dibelakangku!" geram Arland menatap nyalang dan juga tajam.
Brakk!!
Belum selesai berpikir tiba-tiba saja Kania terdorong dan jatuh ke atas tempat tidur, disusul dengan tubuh besar yang segera mengunci kedua tangganya dengan satu tangan. Tangan lainnya meremas keras pipinya hingga rasa sangat sakit bagi Kania.
"Kau jangan pura-pura bodoh. Kau habis bertemu dengan selingkuhanmu bukan?!" geram Arland marah.
Kania memberontak dan berhasil membebaskan pipinya dari cengkraman tangan Arland.
"Aku tak pernah selingkuh!!" teriaknya dengan cukup keras. "Tidak pernah sampai aku menikah dan menghancurkan hubunganku dengan kekasihku!" jerit Kania dalam perasaan yang bercampur aduk.
Sesak rasanya terus disalahkan tentang sesuatu yang bukan kesalahannya. Setelah semua yang terjadi, menjadi pengantin pengganti mengapa dia juga terus dipertanyakan dan di hina suaminya. Rasanya Kania sangat terluka.
"Tutup mulutmu. Jangan berani-beraninya menyalahkan ku. Ini sudah aturan kodratnya, Kania! Kau menikah dan berarti terikat menjadi milikku. Tidak ada pria lain selain aku!!" kecam Arland dengan kejam, tapi terdengar cukup posesif.
__ADS_1
"Kalau begitu ceraikan aku!" seru Kania putus asa.
Untuk sesaat Arland tertegun, tapi kemudian dia malah tersenyum miring.
"Jangan bermimpi. Tidak ada perceraian diantara kita, selamanya kau akan menjadi milikku!!" tegas Arland sambil melepaskan Kania.
Namun rupanya masalah mereka belum selesai, saat melihat HP baru tergeletak di nakas. Arland mengerutkan dahi. Meraihnya kemudian menatap Kania.
"Ini milikmu?" tanya Arland dengan nada suara tenang.
Kania pikir itu cuma basabasi Arland, dan dia mengangguk dalam kondisi yang sama, masih menangis.
Blam!!
Arland tiba-tiba membanting HP-nya. Lalu tanpa perasaan menatap Kania dengan seringai yang mengejek.
Sungguh hati Kania remuk melihatnya. HP barunya hancur sehancur hatinya.
Dia bangkit dari tempat tidur dan bergerak hendak memungut HP-nya, tapi kemudian Arland menarik tangannya tak membiarkan Kania melakukannya.
"Aku tak suka istriku menerima pemberian laki-laki lain!" ujar Arland berpikir kalau HP baru itu dari kekasihnya Kania, karena dia lihat sendiri mereka habis bersama.
"Kamu keterlaluan! Setelah merusak HP lamaku, kamu juga merusak HP baruku. Asal kamu tahu, aku bahkan menggunakan uang tabunganku untuk membelinya!" geram Kania memberitahu sambil mencoba melepas genggam tangan Arland di pergelangannya.
"Kamu tidak punya hati. Lepaskan aku!!" seru Kania melanjutkan.
Arland tertegun mendengar itu, dan diapun melepaskan Kania, tapi kemudian dia justru menegaskan yang lebih kejam.
"Aku tak perduli itu. Ini hukuman kecil karena kau sudah mencoba berselingkuh dariku!!" tegas Arland sambil tersenyum miring.
Berbalik menuju pintu, mengeluarkan kuncinya kemudian membuka pintunya, tapi kemudian ketika sudah diluar, Arland malah mengurung Kania di dalam.
Kania yang tak sadar kalau dirinya di kurung, terlihat duduk sambil meratapi hasil uang tabungannya.
Gadis itu belum bekerja, baru lulus kuliah dan belum mendapatkan penghasilan tetap. Itulah mengapa uang tabungannya atau uang jajan yang selalu ia sisihkan selama kuliah dan sebagiannya di belikan HP. Itu membuatnya sakit sendiri dan sangat menyesal. Kalau saja tahu itu akan di rusak, mungkin dia takkan membelinya.
__ADS_1
➡➡➡
TBC