Terjerat Cinta Suami Kejam

Terjerat Cinta Suami Kejam
Bersikap Tegas


__ADS_3

"Ah, sial. Punya suami satu kok menyebalkan sekali. Sudah begitu, bossy dan banyak maunya lagi!" geram Kania mendumel di sepanjang perjalannya menuju lantai tempatnya bekerja.


Namun belum habis juga kegeramannya terhadap suaminya, kini giliran Bella dan Luna pegawai suaminya yang membuat ulah. Sesampainya Kania di sana, dia langsung mendengarkan dua orang itu membicarakannya.


"Lihat tuh, si jala-ng. Dia sudah semakin menjadi kelakuannya. Ke atas pasti habis kasih jatah CEO kita supaya dia bisa bertahan di kantor ini!" seru Luna sengaja menguatkan nada bicaranya.


"Sebentar lagi dia pasti naik jabatan, lewat jalur jual diri!" timbal Bella.


Kania merasa kepalanya tiba-tiba saja pusing, lalu kemudian karena tak tahan lagi dia memanggil keras Pak Bayu manager mereka di divisi itu.


Semua orang yang di sana tiba-tiba terkejut, tapi lebih terkejut lagi mereka ketika menyaksikan Bayu sepertinya terlihat menghormatinya.


"Ada apa Bu, adakah sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya Bayu dengan hormat.


"Perintahkan HRD agar mengirimkan surat pengunduran diri mereka sekarang!" tegas Kania tak terbantahkan!"


"Baik, Bu Kania!" seru Bayu dengan cepat setuju saja.


Sementara itu, Luna dan Bella yang masih belum tahu statusnya, masih terlihat meremehkan. Mereka terus menggosipkan Kania terang-terangan tanpa perduli dan juga tak cemas. Asik terus sampai kurang dari satu jam kemudian berlalu.


Pihak HRD benar-benar mengirimkan mereka surat pemecatan. Pucat sudah wajah keduanya, mereka tak mau percaya, tapi itulah kenyataannya. Mereka benar-benar dipecat.


Bukan hanya itu, tapi sejak kejadian itu, tak ada lagi yang berani mengganggu Kania. Apapun yang terjadi, sedikit saja mereka yang di sana tak ada yang berani atau sekedar mengucapkan namanya. Mereka sama-sama mulai ketakutan dengan sosok Kania yang misterius bisa memecat karyawan dan disegani Pak Bayu manager mereka itu.


•••


Pusing dengan dua karyawan yang membicarakannya. Sore hari ketika karyawan sudah boleh pulang dan saat itu Kania sedang tak ada pekerjaan penting yang mengharuskannya lembur. Langsung meluncur ke suatu tempat untuk menekan diri.


Di pinggir jalan di tempat banyak sekali pedagang kaki lima menjual berbagai jajanan murah, tapi rasa bintang lima. Dia disana sambil memakan jajanan yang sudah dibelinya, lalu memaksa sopir pribadinya untuk menghitung jumlah mobil lewat, sementara dirinya sendiri menghitung banyaknya kendaraan roda dua.

__ADS_1


"Pak Joko, sudah menghitung berapa?" tanya Kania sambil menatap sopir tua yang setia pada suaminya itu.


Pak Joko sendiri selain sudah dipaksa menghitung mobil, dipaksa ikut mencicipi jajanan itu juga. Kania memaksanya harus menghabiskan setengah dari yang sudah dia beli.


"Tujuh Nyonya," jawab Pak Joko dengan sungkan.


Kania mendengus kasar. "Hahhh, Bapak pasti tidak menghitung dengan benar. Aku saja walaupun tidak hitung bisa perkirakan kalau jumlahnya mungkin sudah tiga kali lipat dari itu!" todong Kania.


Pak Joko segera gelang kepala, mencari alasan dan mendapatkannya. "Tapi memang tujuh Nyonya. Saya hanya menghitung mobil yang silver saja," jelas Pak Joko.


Anehnya Kania langsung memberikan dua jempolnya. Merasa Pak Joko ikut menikmati permainan hitung kendaraan lewat yang dia berikan. Kania tak bisa menolak untuk tidak senang, karena sebetulnya dia hanya ingin mengingat atau mengulang momen kenangan yang sudah pernah terjadi.


Antaranya dan almarhum ayahnya dahulu. Bermain dan suka melakukan hal konyol, seperti contohnya sekarang. Yaitu menghitung jumlah kendaraan lewat. Mungkin memang tidak akan seasik dulu, tapi setidaknya Kania bisa merasakannya kembali dengan Pak Joko pria paru baya sopir setia dari keluarga suaminya itu. Kehadiran Pak Joko jujur saja itu sedikit mengobati rasa rindunya pada sang ayah yang sudah tiada.


•••


"Apa yang sedang dilakukan istriku sekarang?" tanya Arland pada asistennya Alex.


"Apa yang sudah perempuan itu lakukan. Ckckck, dasar aneh!" ujar Arland tak habis pikir.


Sementara itu, Alex sudah menahan diri untuk tidak tertawa, karena keunikan yang sudah ibu bosnya lakukan. Sangat unik dan juga kedengeran aneh. Melihat Arland Pak Bosnya sedikit frustasi, nah bagian itu juga menjadi hiburan tersendiri bagi Alex.


'Sepertinya memang sudah sangat pas juga cocok, Pak Arland berjodoh dengan Kania. Setidaknya hidup Pak Arland yang membosankan ini akan segera bisa berwarna,' pikir Alex membatin.


"Lalu bagaimana dengan Lyra. Apakah dia sudah sangat puas dengan hadiahku?" tanya Arland.


"Perempuan itu bahkan sudah menikmati alerginya sekarang, Pak," jelas Alex membuat Arland puas. "Sepertinya sebelumnya dia sudah mencium aroma bunga yang sudah terkontaminasi dan disemprot dengan sesuatu yang membuatnya terus merasa gatal pada bagian kulitnya, sebab menurut mata-mata yang kirimkan Lyra terlihat memasuki rumah sakit dengan wajahnya yang terlihat merah."


"Kerja bagus!" puji Arland bangga. "Tapi besok langsung suruh saja beberapa orang untuk menculik kalung berliannya. Jual dan ganti dengan kalung baru untuk Kania dengan harga yang lebih mahal dan juga desain yang jauh lebih bagus!"

__ADS_1


"Baik Pak," jawab Alex dengan patuh.


•••


Arland memasuki rumah dengan cepat dan langsung melonggarkan ikatan dasinya karena sudah merasa tercekik, tapi kemudian pria itu langsung fokus pada hal lainnya dan juga menghentikan aktivitasnya.


Di sana di depan lemari, ada Kania yang baru selesai mandi dan sedang mencari pakaian. Hanya menggunakan sepotong handuk yang membalut tubuhnya. Menutupi da-da, tapi hanya sampai meliputi bagian paha. Hal itu langsung membuat Arland terkagum akan kemolekan istrinya.


"Dasar mesum! Ngapain lihat-lihat aku sampai segitunya?" geram Kania langsung mengomel.


Tapi tentu saja Arland tidak akan mau kalah. Egonya bisa terkikis jika begitu. "Kamu yang memberikan kesempatan, tentu saja aku menikmatinya. Lagipula itu tak salah karena kamu istriku!"


"Omong kosong. Kamu itu emang mesum. Sekalinya mesum, seterusnya pasti mesum!" gerutu Kania masih berlanjut.


"Aku tidak mengelaknya Kania dan aku tidak membela diri. Aku memang mesum, bukankah itu sudah pernah aku akui? Bahkan lihatlah perutmu sekarang, itu sekarang terlihat lebih buncit dan itu semua karena kemesumanku!" akui Arland, tapi anehnya Kania yang merasa malu.


Sial. Suaminya memang tak tahu malu. Kania cukup kesal, tapi kemudian diapun putuskan untuk pergi ke dalam kamar mandi saja. Berganti pakaian di sana saja.


"Aku bahkan sudah menikmatinya, tapi kamu bahkan sampai sekarang masih sangat malu!" cibir Arland cukup kesal ketika pemandangan indahnya di sembunyikan Kania setelah masuk kamar mandi.


"Aku bahkan menggunakan kain mandi, walaupun tidak ada siapa-siapa dalam kamar mandi!" balas Kania sedikit berteriak sebelum kemudian menutup pintu kamar mandi.


"Ch, menyebalkan!" kesal. Arland yang kemudian kembali dengan aktivitasnya sendiri.


Melanjutkan membuka ikatan dasinya. Lalu membuka atasannya karena merasa gerah. Berlanjut meraih remot AC dan mengatur suhu ruangan agar semakin dingin.


"Dia lama sekali sih, padahal cuma berganti pakaian dan bukannya mandi!" gerutu Arland yang kemudian tak bisa sabaran.


•••

__ADS_1


TBC


__ADS_2