Terjerat Cinta Suami Kejam

Terjerat Cinta Suami Kejam
Rencana Licik Arland


__ADS_3

"Nanti malam, ada peresmian cabang perusahaan baru rekan kerjaku, Ando. Hanya pesta kecil-kecilan katanya, dan tidak ada minuman, sebab istrinya sedang hamil. Jadi kita akan pergi ke sana dan aku harap kamu bisa persiapkan dirimu," ujar Arland sambil mengenakan dasinya dibantu oleh Kania.


"Hm, baiklah. Aku akan pulang lebih awal nanti. Kamu tak perlu khawatir," jawab Kania memberitahu.


"Kenakan pakaian terbaikmu, atau jika tak punya kamu bisa pulang nanti siang dari kantor dan pergi belanja untuk membeli gaun baru. Pokoknya apapun itu jangan sampai membuatku malu!" tegas Arland memperingatkan dan lagi-lagi Kania cuma bisa mengangguk menurut.


"Aku janji tidak akan mengecewakanmu! Tenang saja!"


➡➡➡


Belum juga matahari tepat di atas kepala, perempuan itu sudah datang menemui Arland ke kantornya. Seperti tidak ada pekerjaan saja dan pakaiannya pun seperti tidak ada yang lebih tertutup lagi.


Anehnya kali ini Lyra cukup berani, menggunakan gaun dengan potongan yang membuat asetnya terlihat mengintip, dan ukurannya membuatnya pamer body.


Sebetulnya walaupun sudah ini-itu dengan pria lain, Lyra cukup tertutup untuk ukuran pakaian. Namun, karena sudah senang mendapatkan kiriman perhiasan dari Arland dan juga mendengar ada acara peresmian cabang perusahaan baru oleh orang yang dia kenal sebagai rekan bisnis yang cukup dekat dengan pacarnya. Membuat Lyra sengaja mengenakan pakaian terbuka dan juga datang sepagi itu.


Dia menggunakannya karena serakah selalu saja kurang dengan pemberian Arland, sengaja paka pakaian seksi untuk menggodanya, dan kemudian sengaja datang pagi untuk memanfaatkan pesta peresmian cabang perusahaan baru itu, untuk kepentingan pribadinya.


Lyra pikir akan memanfaatkannya agar bisa meminta barang baru dan mahal pada Arland.


"Baby!" panggil Lyra manja dan membuat Arland cukup kaget dengan kehadirannya.


"Kamu di sini? Kenapa sepagi ini??" tanya Arland.


"Aku dengar Ando rekan kerja mu itu yang suka kerja sama dengan perusahaanmu, mau buka cabang baru dan mengadakan pesta," jelas Lyra.


Arland langsung mengerti maksudnya dan sekarang paham meski belum dijelaskan lebih oleh Lyra.


"Kamu mau pergi, tapi tak punya pakaian dan perhiasan?" tanya Arland langsung ke poin inti.


Dia ingat kok, baru saja memberikan perhiasan baru pada Lyra, tapi dia ingin tabiat buruk calon mantan kekasihnya itu. Pasti mau hal yang dia tanyakan.


Benar saja. Lyra langsung mengangguk dan terlihat tersenyum senang. "Hm, terus aku bagaimana Baby?!" rengek Lyra dengan mimik wajah yang di sengaja dibuat supaya memprihatinkan.


"Kamu tenang saja, aku akan perintahkan asistenku untuk mengirimkannya untukmu!" seru Arland.


"Ta-Tapi kan kamu baru aja beliin yang baru ...," jelas Lyra seolah tak enak hati padahal dia senang sekali.


"Terus apa salahnya. Itu untuk kekasihku, untukmu apapun itu, Lyra!" tegas Arland terdengar serius, tapi tentu saja serius yang di maksud tak sesuai dengan harapan Lyra.


"Makasih, Baby. Kamu selalu saja memperhatikan aku," jawab Lyra tersenyum kesenangan yang tidak bisa dia tutupi.

__ADS_1


"Pulanglah dan persiapkan dirimu malam ini. Pergi ke salon dan buat aku bangga mempunyai kekasih secantik kamu!" jelas Arland yang segera diangguki Lyra.


➡➡➡


"Bagaimana dengan perhiasannya, apa sudah ketemu?" tanya Arland pada asistennya.


"Sudah Pak. Perhiasan imitasi dengan desain terbaik dan persis seperti aslinya, bahkan telah saya kirimkan pada nona Lyra!" jelas asistennya dengan serius.


"Kerja bagus!" jawab Arland tersenyum senang.


'Lihat saja nanti malam Lyra! Aku jadi tak sabar mau mempermalukanmu!' batin Arland merencanakan.


"Bagaimana dengan orang-orang untuk  membuat Lyra malu nanti malam. Aku harap mereka bisa memanasi Lyra dan membongkar keaslian perhiasan yang aku kirimkan. Perempuan itu harus malu di depan umum karena memakai barang palsu!" kata Arland dengan serius.


"Itu juga sudah Pak!" jawab asistennya.


"Hm, soal istriku. Kamu tidak salah bukan mengirimkan perhiasan terbaik untuknya. Aku tak peduli biayanya, aku hanya ingin melihatnya bersinar lebih dari perempuan lain, bagaimanapun dia milikku dan aku mau yang terbaik untuk milikku!" tukas Arland memperingatkan.


"Saya sudah memastikannya Pak, siang nanti bahkan perhiasannya akan tiba. Bapak bisa memastikannya dan memberikannya langsung,jika kurang yakin. Lagipula Ibu Kania bekerja di sini, jadi bapak bisa menemuinya dengan mudah," kata asistennya menyarankan.


"Benar juga kamu. Baiklah untuk urusan istriku, aku saja yang akan menyelesaikannya. Aku akan berikan saat makan siang nanti. Tugasmu hanya memanggilnya kemari, jam makan siang nanti!"


➡➡➡


Tak jarang dia bahkan bertindak semena-mena, menggunakan senioritas untuk menekan karyawan magang atau seperti Kania ini. Dia dan temannya Luna itu sama saja.


Sayangnya Pak Bayu manager di divisi mereka tak berdaya untuk memecat, sebab bagaimanapun pekerjaan dua orang itu lumayan bagus.


"Benar juga. Gimana kita nggak gini memikirkan dia itu buruk, lah emang itu kenyataannya. Sudah cuti berhari-hari, jangankan dipecat, dapat surat peringatan aja enggak. Jangan-jangan dia itu simpanan Pak Bayu, atau kalau nggak jala-ngnya CEO kita!!" seru Luna menaikkan nada suaranya.


Padahal Kania belum melangkah jauh, tak sepenuhnya pergi dari lantai itu dan kemungkinannya Kania masih mendengarnya. Juga beberapa orang lainnya yang bekerja di sana. Anehnya Pak Bayu yang datang untuk memeriksa pekerjaan bawahannya sesekali, malah diam saja.


'Ngomong aja terus. Bacotin istri bos, abis itu kalian akan mampus!' batin Pak Bayu menyeringai licik.


Dia sudah bosan dengan dua orang itu. Sudah seenaknya berkata yang tidak-tidak dan bahkan bagian terburuknya rumah tangganya hampir hancur karena gosip murah-an mereka.


Sementara itu, Kania malah mundur setelah mendengar ucapan itu. Ini sudah beberapa kali dan batas kesabaran Kania sudah memuncak.


"Kenapa memangnya kalau aku ini jala-ngnya Pak Arland, ada masalah dengan hidup kalian?!" sarkas Kania berbalik setelah berhasil mendekati dua orang itu.


"Tentu saja!" jawab Luna percaya diri. "Siapa yang sudi bekerja bersama jala-ng?" lanjutnya mencibir dengan pedas.

__ADS_1


"Kalau begitu berhenti saja dari perusahaan ini!" seru Kania tak mau kalah.


Pak Bayu yang menyaksikan Kania kehabisan kesabaran, menyeringai senang dengan senyum kepuasan. 'Aku tak percaya dua orang itu akan berakhir hari ini juga!' batin Pak Bayu.


"Sialan! Harusnya kamu yang melakukan itu, bukan kami!" geram Bella menatap tajam.


Kania tersenyum miring, menatap keduanya dengan sinis. "Dari awal yang rese dan terganggu itu cuma kalian. Kamu dan kamu," ujar Kania sambil menunjuk Bella dan Luna bergantian. "Kalian kan yang tidak sudi bekerja dengan saya, orang lain yang di sini nggak tuh, belum ada yang rese atau mencampuri urusan orang lain!"


"Tapi kamu jala-ngnya Pak Arland, bagaimana kami tidak keberadaan?!" sarkas Bella.


Kania geleng-geleng kepala, kemudian menatap Pak Bayu dengan elegan.


"Kau lihat sendiri apa yang dilakukan dua orang ini, Pak Bayu. Mereka ini selain suka mencari keributan, tapi setelah saya amati beberapa hari ini, tampaknya lebih suka bergosip daripada bekerja," kata Kania sambil kemudian kembali menatap Luna dan Bella bergantian.


"Berikan mereka surat peringatan dan jika tidak terima mereka bisa memundurkan diri. Saya pikir perusahaan ini tak membutuhkan mereka juga," jelas Kania yang tentu saja membuat Bella dan Luna makin geram.


"Kurang ajar, memangnya siapa kamu?!" geram Bella mengumpat.


Kania tak menjawab lagi, malah berbalik dan berjalan anggun meninggalkan tempat itu tanpa perduli.


Luna yang melihat itu akan menyusul dan memberikan tamparan keras, tapi Pak Bayu menghadangnya dan mencegatnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan, ingin dipecat, hah?!" peringkat Pak Bayu.


"Memangnya siapa dia, bisa memecat saya?" balas Luna dengan tak terima.


"Siapapun dia, tapi jelas perempuan itu bisa melakukan hal itu lebih daripada saya atau bahkan pihak HRD. Jadi jagalah sikap anda, jika masih ingin bekerja di sini!" seru Pak Bayu.


"Kembali bekerja, dan yang lainnya juga!" seru Pak Bayu dengan tegasnya.


Seperginya Pak Bayu, Bella dan Luna tak tahan untuk tak mengepalkan tangan. "Pokoknya kita harus berikan perhitungan pada perempuan itu!!"


➡➡➡


"Ada apalagi sih, masalah makan siang? Cih, padahal kamu bisa mengirimiku pesan atau menelepon aku, kenapa harus pake perantaraan Pak Bayu?!" tuntut Kania begitu masuk ke ruangan suaminya.


Perempuan itu menghela nafas dan karena tak tahan berdiri berlama-lama, diapun segera ke sofa dan duduk di sana.


"Sayangnya aku lebih suka lewat asistenku, tidak peduli jika dia malah menyuruh Pak Bayu yang menyampaikan langsung pesanku kepadamu. Satu hal yang pasti, pesannya sampai dan kamu ada di sini sekarang!" jawab Arland acuh tak acuh.


Kania mendengus kasar, sembari menatap tajam suaminya. 'Seenakmu sajalah, tapi jangan salahkan aku, jika melakukan seenaknya juga nanti. Lagian semena-mena itu ajaran kamu Mas!' seru Kania membatin sambil mendesah kasar.

__ADS_1


➡➡➡


TBC


__ADS_2