
Ruangan serba putih itu kini terdengar riuh dengan ucapan selamat dan tawa suka cita dari keluarga Berryl. Ya, beberapa jam yang lalu akhirnya Hanindita berhasil berjuang melahirkan baby boy twins yang sangat tampan dan menggemaskan.
Berryl pun tidak menyangka, drama nasi goreng kambing keasinan buatannya justru berakhir Hanindita yang ingin melahirkan. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Berryl sampai mengumpati dirinya sendiri karena merasa menjadi penyebab Hanindita mengalami kontraksi dini.
Hanindita memang telah memasuki trimester ketiga, tapi usia kandungannya belum genap 9 bulan. Oleh sebab itu, ia begitu panik saat tahu ternyata istrinya hendak melahirkan. Berryl makin panik saat mengingat kalau kandungan istrinya itu rentan. Tak ingin ambil risiko lebih besar, ia pun segera meminta sopir keluarganya mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.
Tak butuh waktu lama, setibanya di rumah sakit, Hanindita langsung digiring masuk ke ruang persalinan. Namun, karena ketuban Hanindita telah terlebih dahulu pecah di perjalanan, belum lagi fisik Hanindita yang tidak begitu kuat, dokter pun menyarankan agar Hanindita menjalani operasi Caesar. Demi keselamatan istri dan anak-anaknya, Berryl pun setuju.
"Wah, selamat bro akhirnya loe jadi Daddy," seru Vino sambil mengulurkan tangannya ke arah Berryl yang disambut Berryl dengan sumringah lalu mereka saling menabrakkan salah satu pundak, mungkin itu salam ala-ala persahabatan mereka.
"Wah, gue kira tempo hari loe beneran impoten lho!" seru Vano seraya tergelak. "Gue pikir, ah loe pasti udah ancam istri loe supaya bilang ke kami kalau loe itu nggak impoten, tapi setelah melihat wajah baby loe yang 11 12 copy paste wajah loe, gue baru yakin, ternyata junior loe berfungsi dengan baik," imbuh Vano lagi membuatnya mendapatkan delikan tajam dari Berryl. Sedangkan Hanindita, ia justru mengulum senyum dengan wajah merah padam saat mendengar candaan absurd sahabat suaminya itu.
"Tutup mulut lucknut loe kalau loe nggak mau gue kasih tau musuh loe siapa black phantom sebenarnya," desis Berryl tajam membuat Vano gelagapan.
"Ck ... dicandain kayak gitu aja udah ngambek. Kayak cewek lagi PMS aja sih loe, Ryl." Vano berdecak kesal lalu ia menghampiri duo baby boy Berryl dan Hanindita.
"Kak Vano sama kak Vino lucu deh!" ujarnya seraya terkekeh.
__ADS_1
"Enak aja, emangnya kami badut," sergah Vino yang kini juga melangkahkan kakinya menuju box bayi tempat dimana duo Baby boy terlelap.
"Siapa yang bilang kakak badut? Justru menurut aku kakak itu kayak kembara kembar nakal yang ada di kartun Upin Ipin lho, lucu dan menggemaskan. Tinggal dibotakin aja, pasti kakak kece badai deh kayak mereka," imbuh Hanindita tergelak yang bukannya membuat si kembar itu marah, melainkan sebaliknya. Berryl memasang wajah masam saat mendengar Hanindita memuji Vano dan Vino lucu dan menggemaskan.
"Menggemaskan dari mana? Dari cerobong asap," ketus Berryl. Bisa-bisanya istrinya ini memuji pria lain di hadapannya.
"Ck ... istri loe gimana sih Ryl masa' kami disamain Upin Ipin, nggak banget deh!" cetus Vano yang bersungut-sungut.
"Kamu itu gemesin banget deh dek Anin, pantesan aja si freon kulkas bisa meleleh jadi bucin. Kira-kira masih ada nggak ya cewek kayak kamu," cetus Vino yang kini telah berada di samping box bayi sambil melirik ke arah Berryl.
"Maaf, yang kayak Anin stoknya cuma satu dan udah sold out. Kalau loe mau, ambil tuh Megan biar kalian bener-bener jadi botak entar."
"No, enak aja!" seru Berryl dan Hanindita kompak.
"Cie, kompak nih ye!" tukas Vano dan Vino seraya terbahak-bahak.
"Udah, udah, kalian berisik banget sih! Entar cucu mommy bangun gimana?" celetuk Ivanka yang dari tadi hanya mendengarkan candaan keempat orang itu.
__ADS_1
"Ya tinggal suruh Berryl diemin onty, kami juga pingin lihat gimana Berryl gendong terus mendiamkan baby nya yang sedang menangis," tukas Vano yang mendapat kekehan dari Hanindita.
"Hubby belum berani gendong. Katanya takut tulang baby twinsnya remuk," ujar Hanindita seraya terkekeh.
"Really?" seru Vano dan Vino dengan mata membulat lalu Hanindita mengangguk mantap membuat tawa mereka pecah karenanya.
"Yang benar aja loe, Ryl, takut gendong anak sendiri, gimana itu?" ujar Vano sambil geleng-geleng kepala merasa aneh dengan temannya satu itu, punya anak kok nggak berani gendong.
Ivanka mendesah kasar, bukannya mereka berhenti mengobrol, justru kini kembali mengobrol lagi. Merasa lelah, Ivanka lun merebahkan tubuhnya bersandar di sandaran sofa.
"Ck ... nggak usah ketawa loe kunyuk! Gue takut aja, gimana kalau tanpa sengaja gue ngeremukin tulangnya coba? No, gue nggak berani coba-coba. Tapi next gue bakal latihan kok, tangan gue juga udah gatal rasanya pingin gendong baby Alfaro dan Alfero," sahut Berryl seraya mengusap pipi baby twinsnya menggunakan ujung jari telunjuknya. Seperti kata Vano, baby boy twins itu merupakan copy paste Berryl mulai dari rambut kecoklatan, warna bola mata abu-abu, bentuk hidung, alis, dan bibir pun sama, namun warna kulitnya lebih putih seperti Hanindita. Mereka merupakan bayi kembar identik. Yang membedakan mereka hanyalah letak lesung pipi. Seakan mereka telah disetting agar mudah dikenali, Alfaro memiliki lesung pipi di sebelah kanan, sedangkan Alfero di sebelah kiri. Sungguh menggemaskan.
"Eh ... Alfaro, Alfero, itu ... "
"Benar sweetie, itu nama our baby boy twins. Bagaimana kau suka? Alfaro Van Houten dan Alfero Van Houten," tukas Berryl seraya merapikan rambut Hanindita yang terurai di pipinya ke belakang telinganya.
"Hmmm ... bagus, aku suka," ucap Hanindita dengan mata berbinar sayu. Sadar istrinya masih kelelahan pasca melahirkan, Berryl pun segera meminta Vano dan Vino keluar sebab Hanindita harus kembali beristirahat.
__ADS_1
...***...