Terjerat Pesona Gadis Desa

Terjerat Pesona Gadis Desa
Ch.57


__ADS_3

Langit sore ini tampak tak secerah biasanya. Ada awan mendung menyelimutinya, menghalangi terik mentari menerpa orang-orang yang tengah berduka di depan sebuah pusara. Seakan tahu duka lara mereka karena kepergian seseorang yang dicintai.


Hanindita mengingat jelas peristiwa 6 bulan yang lalu, saat ia untuk pertama kali memeluk sang ayah setelah sekian tahun tidak merasakannya. Sang ayah sempat drop hingga mereka segera membawanya menuju rumah sakit. Ia pikir saat itu merupakan saat-saat terakhir kebersamaan dengan ayahnya, namun ternyata yang kuasa masih begitu mencintai dirinya. Ia masih diberikan kesempatan untuk merasakan kasih sayang ayahnya meskipun hanya sebatas 6 bukan saja. Ya, saat itu ayahnya menang sempat dirawat beberapa waktu akibat malnutrisi dan komplikasi yang entah sejak kapan diderita ayahnya. Namun berkat pengobatan yang teratur, kondisi ayahnya dapat lebih baik meskipun penyakitnya belum berhasil disembuhkan.


Hari-hari Hanindita menjadi begitu indah. Hidupnya seakan diberkati dengan kehadiran Berryl, kedua putra kembarnya, lalu kini ayahnya. Hanindita bahkan mengajak Handoko tinggal bersama mereka untuk mengobati kerinduan juga kasih sayang yang sempat hilang.


Di kesempatan itu, Handoko benar-benar mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya membuat dunia Hanindita terasa kian sempurna.


Bahkan untuk pertama kalinya ia bisa melihat binar bahagia terpancar di mata sang ayah apalagi saat bermain dengan anak-anaknya.


Kecewa itu pasti ada, tapi bahagia karena bisa merasakan kasih sayang yang pernah hilang itu membuatnya Hanindita mampu menepis rasa kecewanya. Lagipula semua itu bukan 100% kesalahan ayahnya. Selain itu, ikatan darah mereka tak mungkin ia tepis. Ia murni anak kandung ayahnya. Tanpa ada ayahnya, maka takkan mungkin ada dirinya.


Namun sayang, kebahagiaan itu hanya sementara saja. Selang 6 bulan kemudian, ayahnya kembali sakit-sakitan. Komplikasinya makin parah. Mungkin karena faktor usia, mungkin juga karena memang sudah waktunya, akhirnya ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan tersenyum bahagia di dalam pelukannya.


Ya, ayahnya pergi dengan tersenyum bahagia. Mungkin itu karena ia telah diberikan kesempatan untuk menebus waktu yang hilang bersama putrinya. Walaupun hanya sementara, tapi ia tidak menyesalinya. Pun Hanindita.


Awalnya Hanindita memang sedih dan tidak menerima ayahnya pergi di saat ia baru saja mengenyam kebahagiaan disayangi sang ayah. Namun nasihat Berryl mengingatkannya untuk ikhlas. Ia sepatutnya bersyukur karena diberikan kesempatan untuk merasakan kasih sayang sang ayah. Sungguh, momen kebersamaan ia, ayahnya, dan si kembar Alfaro dan Alfero takkan pernah ia lupakan. Beruntung ia sempat mengabadikan kebersamaan mereka jadi bila sewaktu-waktu ia merindukannya, maka ia bisa melihat kembali foto-foto yang sempat ia abadikan.


Melihat Hanindita yang masih terpaku dalam lamunan di depan pusara sang ayah, Berryl pun segera menepuk pelan pundaknya. Hanindita lantas menoleh ke arah Berryl.


"Ikhlaskan, sweetie! Ayahmu sudah tenang di sana. Bahkan mungkin saja ia sudah kembali bertemu dengan ibumu," tukas Berryl seraya tersenyum manis.


Hanindita mengangguk lalu tersenyum, "Kau benar hubby. Terima kasih, hubby. Terima kasih atas segalanya. Sungguh kehadiranmu bagaikan pelita dalam hidupku yang gelap gulita. I love you, hubby," ucap Hanindita seraya tersenyum. Namun senyum itu tidak selebar biasanya. Ia tahu, istrinya sekarang sedang membutuhkan sandaran. Ia masih terluka dan merasakan kehilangan. Berryl lantas mengangkat kedua tangannya meminta Hanindita agar masuk ke dalam pelukannya.


Hanindita yang paham, lantas segera melemparkan dirinya ke dalam pelukan Berryl. Lalu Berryl pun mendekapnya erat. Pelukan itu sangatlah nyaman, hangat, dan menenangkan. Ia bersyukur dipertemukan suami seperti Berryl yang mampu membuatnya sangat dicintai dan dihargai. Berryl selalu melimpahinya dengan kasih sayang, perhatian, dan cinta yang luar biasa. Dan karena Berryl juga ia kini memiliki buah hati yang sangat tampan. Dan lagi-lagi berkat Berryl, ia dapat berdamai dengan sang ayah dan merasakan kebahagiaan yang sempat hilang walaupun hanya sementara saja.


...***...


Hari ini merupakan hari peluncuran ponsel pintar terbaru produksi perusahaan VH Corporations. Untuk itu, Berryl meminta Hanindita bersiap karena ia akan memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Hanindita sebagai istrinya di hadapan semua orang.


Acara peluncuran itu akan diadakan di sebuah ballroom hotel terbesar dan ternama di negara itu. Dengan mengusung tema bertajuk Change the World, Berryl akan memperkenalkan ponsel yang bukan hanya canggih, tapi juga unik dan menarik. Ia yakin, ponsel keluaran perusahaannya ini akan langsung menguasai pangsa pasar baik lokal maupun internasional sesuai dengan target yang telah ia tetapkan.

__ADS_1


Hanindita tampak telah siap dengan gaun bernuansa gold yang membalut tubuhnya. Gaun itu memang panjang sampai mata kaki, tapi terdapat belahan di samping dari ujung hingga pertengahan pahanya membuat kaki jenjang Hanindita makin terlihat indah. Tak lupa untaian kalung yang bandulnya bertahtakan berlian Koh-i-Noor berbentuk oval membuat penampilannya bak seorang putri kerajaan. Penampilan Hanindita terlihat begitu sempurna membuat Berryl tak mampu mengalihkan pandangannya walau sejenak.


"By, matanya bisa dikondisikan nggak sih! Aku jadi risih ni. Penampilan aku aneh ya?"


Melihat Berryl menatapnya tanpa berkedip sontak membuatnya sibuk berargumentasi sendiri. Namun saat argumen itu berhasil Berryl patahkan dan menggantinya dengan senyum malu-malu.


"Mana ada. You're so perfect. Istri siapa sih ini? Duh, aku jadi takut bawa kamu ke pesta itu, sweetie."


"Takut? Takut kenapa?" tanya Hanindita penasaran.


"Takut wajah cantikmu jadi santapan para pria hidung belang dan takut kamu dirayu pria lain. Kalau itu sampai terjadi, aku bersumpah akan mematahkan tangan mereka," ujar Berryl dengan mata berapi-api.


Hanindita sampai bergidik ngeri membayangkan Berryl mematahkan tangan orang lain. Tak ada yang tahu, Berryl bisa bersikap sangat kejam bila orang-orang terdekatnya diusik apalagi itu istrinya sendiri.


"Ck ... aku nggak secantik itu sampai bisa menarik perhatian orang lain."


"Hanya orang buta yang tidak menyadari kecantikanmu, sweetie. Common, here we go!" ajak Berryl seraya mengulurkan tangannya untuk dirangkul. Hanindita pun segera melingkarkan tangannya di lengan Berryl kemudian mereka pun segera turun ke lokasi pesta.


...***...


Namun kedatangan duo baby boy mereka bersama sang nenek dan dua baby sitternya mematahkan argumen-argumen tak benar itu.


"Daddy,"


"Mommy,"


Seru Alfaro dan Alfero yang baru saja masuk ke dalam ballroom. Bahkan sakin girangnya melihat sang mommy and Daddy , mereka langsung berontak ingin diantarkan ke orang tua mereka. Kini usia si kembar sudah menginjak usia 10 bulan, tapi mereka sudah bisa mengucap kata Daddy and mommy dengan lugas. Para tamu undangan dan awak media pun kian heboh dengan kenyataan kalau Berryl ternyata telah menikah dan memiliki putra kembar yang sangat lucu, tampan, dan menggemaskan. Akhirnya, rumor yang mengatakan kalau Berryl merupakan seorang impoten dan ada juga yang menyebutnya gay berhasil ia patahkan. Tak perlu banyak bicara, cukup bukti nyata yang menunjukkan kebenaran.


...***...


Acara peluncuran pun dimulai. Berryl mengajak Hanindita ke atas panggung untuk menggunting pita bersama. Setelahnya, ia juga mengajak Hanindita untuk memperkenalkan diri barulah dilanjut memperkenalkan ponsel pintar ciptaan perusahaannya. Awalnya Berryl meminta bagian lighting mematikan lampu di area panggung. Setelah lampu dipadamkan, Berryl pun membuka layar ponselnya dan memproyeksikan foto-foto dan video menggemaskan anak-anaknya di udara.

__ADS_1


Decakan kagum bersahut-sahutan saat melihat betapa canggih ponsel itu. Namun, decakan kagum itu juga bercampur kekehan lucu karena tingkah laku menggemaskan putra kembar Berryl dan Hanindita. Tak perlu proyektor, hanya dengan sebuah ponsel kita dapat melihat gambar dan video dalam ukuran besar di udara. Gambar itu terlihat jelas dan nyata, tanpa pecah sama sekali. Sungguh teknologi yang sangat mutakhir dan baru VH Corporations yang mampu melakukannya.


"Terima kasih atas antusiasme semuanya. Terima kasih juga untuk para karyawan VH Corporations yang telah bekerja keras menyukseskan produksi ponsel pintar. Tanpa kerja keras kalian, mungkin produksi ponsel pintar ini takkan berhasil." ujarnya di sesi penutup yang disambut dengan tepukan tangan semua orang. "Oh ya, di kesempatan malam ini, saya juga ingin mengucapkan sesuatu pada ratu hatiku, siapa lagi kalau bukan istriku. Terima kasih istriku, Hanindita, kehadiranmu sungguh begitu berarti untukku. Terima kasih karena kau mau menerima ku sebagai suamimu dan terima kasih karena telah membalas cintaku. I love you, sweetie. Ik hou van jou," tutup Berryl seraya memberikan ciuman jauh membuat semua orang berseru hingga bertepuk tangan.


"Ailopiyu too, Daddy," balas duo Al girang mewakili sang mommy.


Setelah mengucapkan itu, Berryl pun langsung menghampiri Hanindita dan memeluknya erat lalu tanpa aba-aba apalagi malu, ia memagut mesra bibir istrinya di hadapan semua orang. Beruntung kedua baby sitter duo Al sigap menutup mata Alfaro dan Alfero sehingga mereka tidak sempat melihat adegan romantis itu.


Semua orang bersorak. Tak ada yang menyangka lelaki seperti Berryl yang terkenal tak dapat ditaklukkan oleh gadis manapun bisa takluk dan bertekuk lutut pada seorang perempuan bernama Hanindita.


Setelah adegan romantis itu, satu persatu tamu undangan mendekat, bukan hanya ingin memberikan selamat atas kesuksesan peluncuran ponsel pintar malam itu, tapi juga memberikan selamat atas pernikahan yang sudah bukan lagi sebuah rahasia.


Sepanjang acara, Hanindita tak henti-hentinya bersyukur pada yang kuasa, akhirnya ia bisa mengenyam bahagia.


"I love you too, Daddy. Emmuach ... " balas Hanindita yang sedikit terlambat.


...***...


...THE END...


Yeay, tararatengkyu para pembaca setiaku! Akhirnya kita telah tiba di penghujung cerita Berryl dan Hanindita nih. Terima kasih untuk segala dukungan kakak-kakak semua ya! Terima kasih banyak yang udah komen, like, vote, jadi hadiah juga. Dukungan kalian merupakan semangat buat othor.


Jangan lupa mampir ke cerita othor lainnya ya! Untuk cek, tinggal klik aja nama othor entar kalian bisa liat karya-karya othor yang lain.


Silahkan mampir kak ke karya othor yang baru! ☺️


...See you and bye bye! 😘😘😘...



...Happy reading πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2