Terminator Warrior

Terminator Warrior
Opini Yang Masuk Akal


__ADS_3

“Alpha! Ursa!”


Okul mendobrak pintu masuk ruangan khusus yang diberikan untuk regu Algol dalam mengawasi kedua tawanan mereka. Ia tiba-tiba melemparkan dua belati yang tadi dititipkan Joa. Karena terlalu tiba-tiba dan mengejutkan Alpha dan Ursa tidak bisa menghindarinya, alhasil belati-belati tadi menggores pipi mereka sebelum menancap ke rak buku di belakang.


Anggota regu lain memandang Okul kebingungan. Pria itu memang seseorang yang dingin, keras kepala, dan kasar, namun bukan tipe sembrono yang menyerang tiba-tiba tanpa alasan jelas. Untuk sementara mereka hanya diam memperhatikan.


“Mr. Okul... ada apa?” tanya Ursa sopan setelah hilang kekagetannya.


“Kau mau membunuh kami, ha!?” Alpha bereaksi kebalikannya.


“Harusnya itu sudah kulakukan sejak dulu,” balas Okul dingin. “Aku memperingati kalian di setiap sesi interogasi untuk mengatakan segala informasi yang kalian punya, tapi kenapa tidak pernah mengatakan apa pun mengenai Guardian?”


Alpha dan Ursa ternganga. Mereka saling pandang tidak percaya. ‘Bagaimana Mr. Okul bisa tahu,’ benak mereka.


“Okul. Bagaimana dengan gadis itu?”


“Dia berhasil kabur. Tapi kami mendapatkan informasi. Gadis itu memang penduduk Desa Mayall, teman dari mereka,” katanya melirik Alpha dan Ursa. “Dia bilang kalau Alpha dan Ursa adalah orang penting untuk desa mereka. Dia juga menyinggung sesuatu tentang Guardian. Jadi...” Okul mendekat menghadap Alpha dan Ursa, “apakah yang dimaksud Guardian ini?”


“Err... itu—”


“Jangan mengada-ada. Gadis itu mengatakan sesuatu tentang kandidat Guardian telah bergerak sejak lima tahun lalu, dia hanya memberitahuku itu, artinya kalianlah yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku.”


‘Joa...!’ geram Alpha dalam hati.


Ursa menepuk pundak teman sejak kecilnya tersebut. Ia mengangguk, menyatakan kalau membuka kedok mereka bukanlah masalah besar. Berkat hubungan dekat mereka Alpha tahu kalau tatapan Ursa menyiratkan agar menyerahkan masalah itu kepadanya dan memintanya untuk setuju-setuju saja.


“Baiklah,” kata Alpha pada akhirnya.


Ursa tersenyum penuh kelegaan karena Alpha tidak keras kepala. Ia lalu menarik kursi dan duduk di belakang meja. Tindakan itu diikuti semua orang, yang mana mengindikasikan kalau pembahasan mereka kali ini akan cukup lama.


“Karena Joa mengatakannya pada kalian mengenai itu maka kami akan mengungkapkan kalau kami juga adalah kandidat Guardian, sama seperti Joa. Guardian merupakan orang-orang berbakat yang dipilih untuk melindungi desa kami. Misinya adalah untuk mencari tahu siapa-siapa yang berpotensi menjadi musuh kami lalu melenyapkannya sebelum mereka mendekati desa kami. Dengan kata lain adalah melakukan tindak pencegahan.”


“Demi?”

__ADS_1


“Demi sesuatu yang dilindungi oleh desa kami,” jawab Ursa terhadap pertanyaan Diphda. “Alpha, kau ingat dengan nenekku?”


“Ya. Dia meninggal saat kau masih tujuh tahun.”


“Nenekku termasuk orang-orang pertama yang bergabung ke Desa Mayall, ia juga adalah teman si Pendiri Desa. Nenek pernah menceritakan padaku apa yang dikatakan si Pendiri Desa. Dia bilang kalau desa kita sangat diberkati karena memiliki limpahan cahaya alam yang jauh lebih baik dari tempat di mana pun di Earthland.


Tanah-tanah yang subur, udara yang bersih dan menyejukkan, air segar yang tak pernah berhenti mengalir, dan juga batu cahaya kualitas tinggi yang berlimpah adalah buktinya. Semua itu terdapat di desa kita karena desa kita diberkati banyak cahaya alam oleh Para Sang Bintang. Itulah yang dikatakan oleh si Pendiri Desa.


Tetapi apakah yang menyebabkan Para Sang Bintang memberkati desa kita aku tidak tahu, tapi aku yakin alasan yang masuk akal ada di baliknya, namun hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Dan sesuatu inilah yang membuat kita semua hidup nyaman dan damai di Desa Mayall.


Karena itulah... demi membalas budi baik yang sesuatu ini datangkan ke desa orang-orang mulai rela mengajukan diri sebagai pelindungnya, lalu terbentuklah Guardian desa kami. Tugas Guardian tetap sama, namun seiring waktu orang-orang menganggap Guardian adalah pelindung desa secara keseluruhan.” Ursa menghela nafas panjang mengakhiri penjelasannya. “Itulah segala yang kutahu.”


“Musuh yang kalian bilang adalah para ramplite, kan. Mereka selalu mengincar desa kalian?” tanya Kraz.


“Ya. Bisa dikatakan kalau selain mendatangkan berkah cahaya alam yang menguntungkan sesuatu yang dimiliki oleh desa kami ini juga menarik perhatian para ramplite,” jawab Ursa.


Ursa lalu melanjutkan lagi. “Aku pikir sesuatu yang para ramplite incar itu ada di tanah desa kami, namun setelah mengetahui bahwa mereka tidak mengambil alih desa yang kami tinggalkan membuatku berpikir bahwa sesuatu itu mungkin saja adalah seseorang.”


“Seseorang... kenapa kau menyimpulkan begitu?”


“Tidak dari mana pun. Hanya asumsi asal-asalan yang muncul di kepalaku,” jawabnya kalem.


“Ursa.”


Pemuda bersurai hitam dengan mata cokelat tua itu tersentak kaget. Ia lalu tersenyum ketika sadar belum menjawab pertanyaan Okul yang diajukan sebelum protes Alpha.


“Maaf, Wakil Kapten Okul, akan kujawab segera.” Ursa berdehem untuk melancarkan tenggorokannya sebelum kembali bersuara. “Para ramplite mengincar kesempurnaan selama ini, maka menurutku bukan hal aneh jika mereka menginginkan hal yang sama kali ini. Dan yang mampu memberikan kesempurnaan kepada para ramplite hanyalah darah manusia bintang.


Hal ini semakin menggiring opiniku kalau yang mereka incar dari desa kami adalah seseorang yang bisa memberikan kesempurnaan dengan mudah. Kemungkinan terburuk adalah jika seseorang itu ternyata memiliki teknik yang mampu mengubah ramplite menjadi makhluk sempurna. Jika itu benar maka para ramplite akan sangat menginginkan seseorang tersebut, apabila mereka mendapatkannya maka kita semua tahu akan kejadian buruk apa yang mungkin terjadi. Yaitu perang besar-besaran antara manusia dengan para ramplite untuk menentukan siapakah yang akan mendominasi siapa.”


Semua orang yang duduk di meja itu setuju dengan pendapat Ursa. Pemuda itu adalah orang yang cerdas dan teliti, perkataannya bukan karangan asal-asalan berdasarkan imajinasi semata, semuanya masuk akal. Memikirkan perang bisa saja terjadi membuat bulu kuduk mereka berdiri. Sebagai prajurit mereka sangat tahu seperti apa ramplite itu, mereka memiliki sifat-sifat buruk yang terkumpul dalam diri mereka, dan meskipun mereka bukan makhluk sempurna kekuatan mereka sangat hebat. Maka apabila para ramplite itu mencapai kesempurnaan sempurna maka bisa dipastikan kekalahan berada di pihak manusia. Hal itu tidak bisa dibiarkan.


Atmosfer kaku di sana membuat Ursa kikuk. Ia menghela nafas panjang. Lalu dengan menggebrak meja secara tiba-tiba dan mengagetkan mereka semua ia memberikan pengumuman.

__ADS_1


“Hei, hei, jangan terlalu serius menanggapinya! Itu semua hanya teori dariku semata. Lagi pula tidak ada seseorang yang terlihat memiliki kekuatan menakjubkan semacam itu di desa kami, benar kan, Alpha?”


“Oh. Kalau diingat-ingat lagi memang tidak ada. Kecuali Guardian dan prajurit keamanan desa seluruh penduduk hanya orang-orang biasa yang ingin hidup damai setiap harinya. Mereka hanya petani, peternak dan penambang biasa.”


“Nah, kan? Kalau pun ada seseorang seperti itu di desa kami dia pasti sangatlah terkenal dan memiliki sejarah hebat. Tapi tidak ada yang seperti itu di desa kami,” sambung Ursa masih berusaha menenangkan ketegangan yang ia buat sendiri.


Algol mengelus dagunya yang tanpa jenggot. Ia terpikirkan sesuatu secara tiba-tiba setelah mendengar perkataan Ursa. “Bicara tentang sejarah hebat, bukankah memang ada beberapa benda langit menakjubkan yang jatuh ke Earthland bertahun-tahun yang lalu?”


“Karena kau mengingatkannya lagi, Kapten, aku jadi mengingatnya,” sergah Diphda.


“Benda langit... kata itu muncul karena orang-orang zaman dulu tidak mengetahui bahwa yang mereka saksikan jatuh dari langit adalah penduduk Dunia Atas yang terjatuh ke Dunia Bawah. Jika berhasil bertahan hidup maka mereka kembali menjadi manusia yang memiliki kekuatan cahaya, itulah asal usul manusia bintang. Namun apabila gagal mereka akan mati dan kekuatan cahaya mereka menjadi berkah untuk alam sekitarnya.


Bertahun-tahun yang lalu, ada dua benda langit menakjubkan yang jatuh ke Earthland. Benda langit itu berbeda dari benda langit biasanya karena cahaya yang dipancarkannya tidak hanya satu, melainkan sangat banyak. Lalu tidak lama setelah itu jatuh benda langit serupa, hanya satu, tetapi tidak lama kemudian terjatuh lagi dua benda langit yang sama menakjubkannya.


Itu sudah jadi cerita lama. Namun anehnya, benda-benda langit itu tak pernah diketahui keberadaannya hingga sekarang, apakah mereka selamat dan hidup sebagai manusia bintang atau apakah mereka tewas dan melebur dengan alam. Sayangnya prajurit-prajurit yang mencari tahu tentang mereka tidak pernah menemukan apapun.”


Okul mengetuk-ngetukkan jarinya di meja.


“Aku pernah membaca di sebuah buku tua kalau manusia bintang yang memiliki banyak kekuatan cahaya adalah mereka yang memiliki kedudukan tinggi di Dunia Atas. Mereka juga sangat mungkin memiliki teknik-teknik menakjubkan. Seandainya... bila ternyata mereka masih hidup dan salah satunya memiliki teknik dapat menyempurnakan ramplite, maka bukan hal mustahil manusia bintang itu ada di Desa Mayall sehingga menjelaskan kalau desa itulah yang diserang.” Okul mengakhiri cerita panjangnya dengan tatapan tajam lurus kepada Alpha dan Ursa.


Algol menoleh pada dua pemuda di sana. “Alpha. Ursa. Apakah ada—”


“Aku yakin tidak ada orang yang seperti itu. Benar-benar yakin.” Alpha mengatakannya tanpa keraguan sedikit pun. Ursa pun menyetujuinya. "Jangan mencurigaiku berbohong karena aku mengatakan yang sejujurnya," imbuhnya lagi.


Algol mengangguk mengerti. “Baiklah. Pembahasan ini akan kita simpan sebagai teori saja. Tapi jangan sampai melupakannya, karena justru teori inilah yang paling masuk akal.”


“Baik, Sir!”


...***...


Author Notes :


Hai pembaca sekalian! Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca karyaku ini. Ini adalah karya pertamaku di Noveltoon, jadi mungkin masih banyak kekurangannya, maka dari itu sangat diharapkan respons dari pembaca sekalian berupa komentar, kritik, dan sarannya.

__ADS_1


Mungkin pembaca sudah sadar akan hal ini, tapi tetap akan aku ungkapkan, hehe... nama-nama orang dan tempat di karya ini diambil dari pengetahuan astronomi. Ide cerita ini terpikirkan ketika aku ingat scene meteor jatuh di anime Kimi no Nawa dan berpikir gimana jadinya kalau meteor yang jatuh ke bumi itu bukan sekadar meteorit biasa melainkan manusia yang memiliki kekuatan super dan... tadaaa! jadilah cerita ini.


Karya ini masih baru, mohon dukungannya. Terima kasih banyak.


__ADS_2