Terminator Warrior

Terminator Warrior
Menuju Desa Mayall


__ADS_3

Rencana perjalanan ke Desa Mayall tetap dilakukan keesokan harinya. Algol sudah melaporkan kejadian mengenai Joa kepada Puppis dan mendapatkan jawaban kalau tidak masalah membawa Alpha dan Ursa dalam perjalanan kali ini, karena bagaimanapun Alpha tidak akan bisa melarikan diri. Lagi pula Joa hanya datang untuk melihat mereka, bukan untuk mencoba membebaskan Alpha dan Ursa. Tapi karena Joa tidak melakukan hal itulah yang membuat Algol kebingungan.


Saat ditanyai mengenai hal itu Ursa menjawab kalau mereka berdua bukan prioritas utama Joa. Mungkin gadis tersebut memiliki sesuatu yang lebih mendesak daripada mengorbankan diri membebaskan keduanya yang mana kemungkinan berhasilnya tidak pasti. Karena tugas Guardian adalah melindungi desa dan penduduknya, bukannya malah Guardian lain yang jelas-jelas aman tanpa bahaya.


“Selesai!” Alpha menepuk-nepuk punggung kuda yang akan ia tunggangi nanti. Ia baru saja memasangkan tali kekang ke kudanya tersebut. Ketika ia menoleh ia mendapati Ursa masih setengah jalan menyelesaikan urusannya. Alpha mendatanginya dengan heran. “Wajahmu murung, ada apa?”


“Aku baru sadar kalau yang kukatakan semalam adalah teori paling masuk akal mengapa desa kita diserang. Harusnya aku tidak mengatakan itu. Mungkin gara-gara itu aku telah secara tidak sengaja membongkar rahasia desa.”


“Jangan berkecil hati begitu. Itu hanya dugaan. Walaupun masuk akal tapi belum tentu benar. Benar sekali pun, kau tidak bersalah sudah mengatakannya, karena wajar bagi kita bertanya-tanya mengenai apa yang kita lindungi. Apapun atau siapapun aku tidak peduli. Aku hanya ingin melindungi desaku dan penduduknya. Itu saja sudah jadi alasan cukup bagiku untuk bertarung melawan musuh, bukankah begitu?”


Ursa menghilangkan wajah murungnya. Ia tersenyum sembari mengangguk. “Kau benar. Kalau pun itu benar seseorang, dia juga adalah penduduk Desa Mayall, tidak ada alasan untuk tidak melindunginya.”


“Nah, kan?” ujar Alpha. “Omong-omong, apakah kau punya gambaran siapakah orang yang mungkin sangat penting dan kuat ini?”


Ursa membuat kedua alisnya saling bertautan karena memikirkannya terlalu serius. Ia menyortir setiap nama-nama hebat yang terkenal di desa mereka. Baik dari sisi Guardian, prajurit keamanan desa, petinggi desa, atau juga penduduk biasa. Lalu tiba-tiba muncul gambaran seorang pria botak, yang memiliki banyak bekas luka di wajah dan kepalanya, seorang pria dengan wajah dingin menyeramkan namun berhati hangat dan lembut.


“Mr. Regor!”


“Regor!”


Alpha dan Ursa berseru bersamaan sambil saling menuding. Mereka lalu tersenyum lebar menanggapi kebetulan tersebut.


“Tentunya dia adalah orang pertama yang langsung terpikirkan saat kita membayangkan orang terkuat di desa.”


“Ya. Dia memang hebat. Tidak hanya menjadi komandan pasukan desa dan Guardian, dia juga adalah orang kepercayaan para petinggi desa. Nah, tapi kalau dipikir-pikir Mr. Regor hanya memiliki satu kekuatan cahaya, tidak lebih.”


“Kau benar. Jadi tidak mungkin dia.”


“Alpha, kalau saja ayahmu adalah manusia bintang maka aku akan berpikir kalau seseorang itu adalah ayahmu. Dia terkuat kedua setelah Mr. Regor.”


“Aku juga sependapat, tapi dia hanya manusia biasa. Itu sangat jelas terlihat dari penampilanku. Kalau saja aku mewarisi kecantikan ibuku pasti aku akan jauh lebih tampan dari yang sekarang,” katanya mengeluh.


“Hei, jangan menyalahkan ayahmu untuk itu! Dia akan sedih jika mendengarnya.”


“Dia sudah tahu dan dia tidak jengkel. Gara-gara penampilanku ini aku sering diejek bukan anak ibuku karena tidak mewarisi penampilannya sama sekali kecuali sebelah mataku dan sedikit warna rambutku. Makanya aku sangat menjaga keduanya karena hanya itu yang mewakili gen ibuku.”


Ursa terkekeh. Temannya itu tidak berubah. Bahkan Alpha paling enggan disuruh memotong rambutnya karena akan mengurangi rambut warna aqua-nya yang hanya terdapat di bagian-bagian ujungnya. Saat ini pemuda itu gondrong, sehingga warna aqua di rambutnya itu cukup panjang.


Ursa ingat, dulu saat Alpha melakukan latih tanding dengan teman mereka rambutnya tidak sengaja tertebas. Alpha marah besar dan karena itu ia mengamuk hingga mampu memenangkan pertarungan. Namun sayang ia tidak berhenti dan malah terus menyiksa temannya itu hingga babak belur, hasilnya Alpha kena hukuman dan ia pulang sambil menangis.


“Oi, apa yang kau tertawakan?!”


“Tidak ada,” jawab Ursa sambil menahan tawa.


“Jangan bohong! Aku tahu kau menertawakanku! Kau pasti berpikir aneh kalau laki-laki sepertiku merawat rambutnya, kan?!”

__ADS_1


“Tidak, tidak, jangan memfitnahku sembarangan!” balas Ursa dengan gelengan kepala kuat. “Aku tahu alasan kenapa kau begitu merawat rambutmu dan aku tidak berpikir itu lucu, aku tidak akan menertawakanmu.”


“Bagus kalau begitu!” dengus Alpha.


“Kalian berdua tampak sangat bersemangat, huh.” Diphda mendekati keduanya sambil menggoda. Ia mengamati tampilan keduanya dan mengangkat alis tinggi-tinggi. “Kalian berdua belum siap juga? Cepatlah. Kita akan segera berangkat,” tegurnya.


“Baik!”


Ursa segera menyelesaikan pekerjaannya memasang tali kekang yang terhenti di tengah jalan. Setelahnya ia menyusul Alpha memakai atribut prajurit mereka. Yaitu seragam warna biru dongker dengan banyak saku, sabuk, sepatu boots, lencana warna merah yang menunjukkan bahwa mereka prajurit tingkat rendah, serta sebuah pedang.


Ursa menambahkan kantong senjata yang berisi berbagai macam senjata kecil yang ia pesan khusus ke sabuknya. Ia juga membawa tali tambang. Serta tidak lupa belati yang diberikan Joa. Ursa menimang-nimang belati dengan ukiran bunga snapdragon di pegangannya tersebut, arti dari bunga tersebut adalah kekuatan dan keanggunan, di desa mereka juga banyak tertanam bunga tersebut.


“Kita akhirnya memegang belati ini... meskipun hanya satu,” ungkap Alpha tiba-tiba. “Tapi dengan belati ini membuktikan bahwa kita juga telah resmi menjadi Guardian.”


“Ya. Kau benar.”


“Berkumpul!”


Algol memberi instruksi agar semua anggota mendekat padanya. Ia menjelaskan rute perjalanan yang akan dipakai untuk menuju Desa Mayall. Karena letak desa itu di timur sedangkan Milky Way berada di barat laut maka bisa dibilang kalau tujuan mereka cukup jauh. Akan makan waktu perjalanan empat belas hari dengan berkuda cepat di rute tercepat, itu pun jika mereka tidak mendapatkan halangan di tengah jalan.


Dalam petanya Algol menandai kalau mereka tidak akan melewati Kota Large Magellanic Cloud yang berada di tengah-tengah Negeri Earth, melainkan lewat desa tetangganya, yaitu Small Magellanic Cloud karena ada sedikit urusan yang harus diselesaikannya di markas militer desa tersebut. Baru dari sana mereka akan lewat selatan Kota Bode dan menuju ke Desa Mayall yang berada di ujung timur wilayah Padgontry di Earthland.


Setelah selesai dengan penjelasan rute serta titik-titik di mana mereka akan beristirahat rombongan regu Algol berangkat dari markas militer. Tidak butuh waktu lama bagi mereka keluar dari kota. Daerah-daerah di sekitar Milky Way pun juga daerah yang tergolong aman. Jalanannya rata dan luas, tidak terlalu sepi, serta di sepanjang perjalanan terdapat padang rumput dan hutan-hutan kecil yang asri.


Alpha dan Ursa sama sekali tidak tahu akan pemandangan tersebut karena ketika mereka dibawa ke Milky Way saat itu kondisi mereka tak sadarkan diri. Mereka salah mengira selama ini. Karena mereka menganggap bahwa jalan-jalan di luar kota atau desa adalah hutan yang cukup berbahaya di mana para ramplite bisa menyergap kapan saja. Pemikiran itu didapat karena begitulah keadaan di luar desa mereka.


Selain jalan itu Desa Mayall tidak memiliki akses lain. Bagian selatan desa merupakan jurang curam. Sisi sebelah barat ada sungai besar berarus deras. Sedangkan wilayah timur adalah hutan lebat yang sangat luas. Meskipun hutan tersebut tidak termasuk bagian dari Darkotry, namun para ramplite sering masuk ke hutan untuk menyelinap dan mencoba untuk masuk desa, meskipun usaha mereka akan selalu digagalkan karena prajurit keamanan desa selalu berpatroli tidak hanya di dalam melainkan juga di luar desa.


Wilayah hutan itu juga merupakan tempat untuk latihan kandidat Guardian. Hutan itu sudah seperti replika sederhana mengenai gambaran bertahan hidup untuk para Guardian. Karena mereka biasanya dilatih untuk melacak sendiri keberadaan ramplite di hutan tersebut dan menghadapinya sendirian, serupa dengan misi mereka sebagai Guardian.


Alpha tertawa geli mengingat-ingat dirinya dulu sering gagal dalam sebuah tugas. Tugas itu adalah tugas menggembala. Di mana seluruh kandidat Guardian diberikan seekor kambing untuk mereka gembala di dalam hutan dan diminta menganggap kalau kambing itu adalah orang yang harus mereka lindungi, jika mereka gagal—misalnya membiarkan kambing itu kabur atau mati—mereka akan mendapatkan hukuman. Hukuman itu berupa membesarkan anak kambing hingga dewasa untuk kandidat Guardian manusia biasa dan membuat tiruan kambing untuk manusia bintang atau campuran yang memiliki kekuatan cahaya.


‘Ah, aku jadi ingin mencoba teknik mimikri itu lagi,’ batin Alpha.


Dan Alpha langsung melakukannya. Ia berkonsentrasi penuh. Lalu mengalirkan kekuatan cahayanya ke seluruh tubuh kuda yang ditungganginya, di awal-awal percobaan ia kesulitan menyesuaikan kekuatan cahayanya karena kuda itu tak berhenti bergerak, namun ia akhirnya bisa setelah beberapa kali gagal. Tapi keberhasilan itu hanya sejenak, karena kuda yang ia naiki tiba-tiba berdiri dan meringkik sangat keras. Alpha yang terkejut langsung terlempar dari atas kuda.


Semua orang mendadak berhenti. Algol dan Okul yang memimpin di depan berbalik dan mendekat.


Alpha mengaduh kesakitan. Ketika ia mendongak dan melihat kalau kuda itu masih diselimuti kekuatan cahayanya Alpha segera menarik kembali kekuatan tersebut. Baru setelah itu si kuda perlahan-lahan merasa tenang.


“Alpha. Apa yang kau lakukan barusan?” tanya Diphda curiga.


“Huh? Apa lagi? Tentu saja mencoba teknik mimikri. Aku ingin meniru kuda itu.”


“Bodoh! Itu teknik berbahaya, kalau gagal kau malah akan membunuh kudanya!”

__ADS_1


“Aku tahu.”


“Lalu kenapa kau menggunakannya?”


“Karena aku yakin aku bisa melakukannya.”


“Meskipun baru saja kau terjatuh dari kudamu? Hahaha. Jangan melucu!” ejek Kraz.


Alpha menggeram dengan kesal. Ia menggaruk kepalanya dengan bingung. Kemudian ia kembali naik ke kudanya. Ia menepuk-nepuk kepala kuda itu sambil meminta maaf karena telah mengagetkannya.


“Aneh, padahal aku dulu bisa melakukannya,” gumamnya merasa bingung.


“Mungkin karena kuda jauh lebih rumit daripada kambing ataupun hewan kecil lain yang pernah kau tiru, Alpha. Ditambah lagi dulu kau bisa menggunakan teknik mimikri itu karena kau sudah lama berinteraksi dengan kambing yang kau jadikan objek, sedangkan kuda itu adalah kuda baru yang belum mengenalmu sama sekali. Kurasa hubungan kedekatan juga diperlukan, apalagi untuk hewan-hewan cerdas,” kata Ursa panjang lebar.


“Kau mungkin benar,” balas Alpha lega seperti mendapatkan pencerahan. Ia kembali menepuk-nepuk kepala kudanya. “Baiklah, aku tidak akan menyerah. Pertama-tama aku harus mengenalmu dulu.”


“Aku bertaruh kau membutuhkan waktu lama. Kudamu tidak terlihat mudah diajak berteman.”


“Oi, jangan meremehkanku, Ursa!”


Tanpa kedua pemuda itu sadari seluruh regu Algol menatap Alpha dengan penuh kecurigaan. Teknik yang baru saja dicobanya itu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan juga berbahaya, tapi Alpha malah mengatakan kalau ia biasa menggunakannya dan berhasil. Tanggapan mereka padanya saat ini sama semua, yakni bahwa Alpha ternyata masih belum menunjukkan kekuatan aslinya. Mungkin uji kekuatan yang lalu masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.


‘Sebenarnya... sampai mana batas kemampuannya? Apa selama ini dia hanya berpura-pura menjadi lemah?’ batin mereka semua serupa.


...***...


Author Notes :


Hai pembaca sekalian ^_^


Aku lupa ngasih pengumuman kemarin, jadi biar kukasih tahu sekarang aja ya...


Yaitu mengenai up terbaru setiap harinya, aku akan up bab baru setiap hari setelah jam 8 atau 9 malam. Yang suka sama cerita ini pantengin jadwal update setiap harinya.


Oh, dan mungkin aku akan menambahkan sedikit fun fact mengenai cerita ini setiap beberapa bab sekali. Dibaca juga ya karena berhubungan sama ceritanya. Dan kalau berkenan... tolong berikan pendapat kalian terhadap adegan pertarungan di cerita ini dong, kritik dan saran akan sangat membantu author.


Fun fact :


- Nama-nama karakter di cerita ini terinspirasi dari nama bintang dan konstelasinya. Contoh : Algol Perseus. Algol adalah nama bintangnya, sedangkan Perseus adalah nama konstelasi/rasi bintang di mana bintang itu berada. Sejauh ini kecuali Alpha dan Ursa namanya berdasarkan hal tersebut.


- Awalan nama teknik di cerita ini merupakan nama ilmiah/resmi dari bintang tersebut. Misalnya adalah Okul, nama resmi/ilmiahnya adalah Pi Capricorni. Jadi Okul atau Pi Capricorni sebenarnya adalah bintang yang sama.


- Karena nama bintangnya adalah nama karakternya maka warna dari kekuatan cahaya juga adalah warna dari bintang tersebut. Contoh nih, warna kekuatan cahaya Diphda adalah oranye kemerahan karena itulah warna asli bintang tersebut.


- Sekadar info juga, jika kalian bingung membayangkan seperti apa kekuatan cahaya itu... author terinspirasi dari bentuk susano'o di serial Naruto, namun yang ini lebih fleksibel dan bisa dibentuk sesuka penggunanya. Btw, kalau ada yang gak tahu apa itu susano'o bisa cari di google ya, hehe.

__ADS_1


- Informasi astronomi ini aku ambil dari blog berbahasa Inggris bernama Universe Guide, kali aja ada yang penasaran dan ingin mengecek bisa langsung kunjungi blog tersebut.


Sekian dulu fun fact kali ini, jika ada yang bingung bisa ditanyakan langsung pada author. Jangan sungkan-sungkan, aku sangat menunggu respon kalian kok ^_^


__ADS_2