Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 11: Ketahuan


__ADS_3

"Asli kakak keren juga ya, gilaaaaaa, coiii" 


Riko menepuk punggung Reki yang masih terheran dengan kakaknya sampai tidak menghiraukannya.


Sambil membetulkan kaca matanya Riki sampai menganga melihat Raka seperti tarzan menggunakan tali untuk menuju kamarnya.


" Kaya tarzan yaa, hebattt mangkanya kakak banyak yang naksir"


Ketika sikembar masih menggeleng-gelengkan kepalanya tiba-tiba terkaget karena Roki bertepuk tangan kearah telinga mereka.


"Plooooookkkk, ploooookkkk, plokkkkkkkkk" 


"Ahhh, Roki bisa tuli ini telingaku awas kamu" 


Riko memegang telinganya karena terkejut suara tepukan Roki.


"Iya nih awas kamu duhhhhhh" 


Ucap Reki juga memegang telinganya.


Riki hanya memandang Roki dengan wajah sinis dan melotot.


"Maaff gaessss, lha lihat kalian menganga aja tar kemasukan lalat mulutnya gimana, woiiii" 


Ucap Roki dan menarik saudaranya masuk kedalam rumahnya.


Sementara dikamarnya Raka langsung merebahkan badannya dan memegang dadanya yang terus melompat- lompat. Dia merasa gelisah memikirkan Alen yang selalu didalam pikirannya.


"Ahhhhhh, kenapa dia selalu ada dikepalaku, aku selalu memikirkannya, tapi kasian juga tadi sampai menangis, apa aku terlalu keras ya ama dia, awwwww duhh sakit"


Raka berbicara sendiri sambil menerawang memikirkan Alen. Tiba- tiba telinganya tersenggol tangannya dan merasa ada luka disana. Lalu Raka berdiri menuju cermin dan melihatnya.


"Ahhhh, telingaku ada bekas gigitannya, hmmmm ternyata liar juga dia....hehehe, ini pertama kalinya ada cewek yang brani menggigitku, hmm menarik sekali aku suka"


Raka tersenyum sendiri melihat telinganya yang memerah akibat digigit Alen.


******************************************************************************************


Rumah Alen.


Elena, Siti, Mira, Siska, masih saling memandang dikamar Alen sambil menunggunya bangun.


Ketika mereka melihat Alen menguap, dengan serentak mereka berdiri dihadapan Alen sambil menyilangkan kedua tangan mereka didada.


Alen membuka matanya dan terkejut melihat keempat sahabatnya berada dihadapannya dengan wajah yang aneh.


"Kalian kenapaaa, kok wajahnya seperti ituuuuuu, duhh serem ahhh" 


Alen kemudian berdiri dari ranjangnya dan hendak menuju kamar mandi, Elena menariknya dan menunjukkan jarinya menyuruh Alen duduk dikursi.


"Udah dongggg ahh... aku mau pipis nih Elenaaaa"


Percakapan Elena, Siti, Mira, Siska, Alen.


"Okeyyy, jelaskan pada kami why si jutek sampai gendong kamuuu masuk rumah cuman diam melewati kita, anddd syuuurr itu pakai tali kayak tarsan Sampai kekamarnya, oh myyy im very shock" (Elena)


"Itu bukannya pakai z yaa tarzan gitu bukan tarsan" ( Siska )


"Ga ada hubungannya siskaaa.....iya Lennn, sampai kita ini kaget banget si...siapaa itu tadi eh iya Raka, tau kamarmu loo sambil gendong" (Mira)


" Trus dia mandangin kamu...kayaaaa mau cium gitu cup..cup.... duhh romantis banget"


( Siska)


"Andd lepas sepatu kamu, nyelimuti, so sweeettt" ( Elena)


"Kayak pacaran dong" (Siska)


"Iya Lennn jelasin donggg, kalian ini pacaran atau enggggakkk" ( Mira)


"Wessssss,wessss, stop, sudahhh yo gaesss ndak kasihan lihat Alen sampai tengok sana-sini bingung jawab, wes sekarang diam dulu biar Alen njelaskan ayo Len" ( Siti)


"Aku tidak ada hubungan apa-apa beneran, tadi aja galak banget waktu ngajari aku nari sampai jatuh trus aku dimarahi.....liat nih kakiku lecet " (Alen)


" Apaaaaaaa, latihan tariiiiiii"(Empat sekonco)


"Waitttt, jadi kalian satu kampus gituuuu" (Elena)


"Satu jurusan kaliiiiii.....kan jelas- jelas sudah tahu satu kampus" ( Siska )


"What everlah, Siska please dehhhh, okelah satu kelas" (Elena)


"Kok bisaaa kebetulan gitu sihhh" (Mira)


"Hadeww wesssss ndak lihat Alen sampai megang kepala, sekarang biar Alen jelaskan jangan ada yang motong yoo, wes Len ayoo" (Siti)


" Gaesss... aku ga tauuu jadi aku itu disuruh keatas kayak ruang tari khusus gitu. Trus ruangannya besar baguss banget......aku langsung muter- muter seneng banget....ehhh tiba- tiba guru tarinya masuk dan ternyata..... " (Alen)


"Ternyataaaaaaaaaaa" ( empat sekonco)


" Yaaa...si jutek itu, siapa namanya tadi Mira, Raka yaaaa" ( Alen )


"Apaaaaaaaaaa guru tarimuuuuuu"


(Empat sekonco)


"Wahhh ini luar biasa banget Len, hebat kamu" (Siska)


"Hebattttt ??....hebat apanyaaa lihat nih kaki merah gini sakittt, dimarah melulu aku sampai nangis tauu" (Alen)


"Hmmmmm, wait gaess kayaknya si Raka itu sokk jaim, pandai berpura-pura" (Elena)


"Iya pastilah.... kan dia dikeluarganya paling susah deket ama cewek, mungkin dia suka kamu Len" (Siska)


"Hmmmm, tau dari mana kamu Siska" (Mira)


"Kan ayahku bekerja ama sikaya raya itu ayah Raka" (Siska)


"Sudahhhhh stopp, aku ga ada hubungan apa-apa kalaupun ada pasti kalian tauu, udahhh wawancara selesaii aku mau pipissss" (Alen)


"Wessss ayo keluar kan kita harus istirahat biar besuk ndak terlambat lagi yoooo" (Siti)


"Tapikan masih jam 6 malam iniii, laperrrr nih perutku bunyi kriukk" ( Siska)


"Iuuuhhhh genduttt eatt aja, sebel" (Elena)


"Hmmm aku juga laper heheh" (Mira)


"Iyooo wesss aku masakk....yang penting ayooo mandi dulu ganti baju yoo, wes Lenn pipis sana" (Siti)


"Akhirnya mereka keluar juga, duhhh kebelet bangettt" (Alen)


******************************************************************************************

__ADS_1


RUMAH RAKA.


Raka masih tersenyum sendiri dan terus melihat surat Alen walaupun cuman tulisan yang sangat singkat. 


"Sekarang dia tahu aku melihatnya, lucu banget wajahnya pas kaget dan marah...narik wajahku lagi, tau gitu aku cium aja, ahhhhh apa sih yang aku pikirkan" 


Raka kemudian menuju tirai balkonnya dan mengintip kamar Alen dan ternyata disaat yang bersamaan Alen juga mengintipnya.


"Hahh, dia juga mengintip lagi, kangen ama aku kali ya, hihi lucu banget"


Raka tersenyum sendiri melihat Alen yang mengintipnya, tiba- tiba Raka teringat saudara kembarnya saat di taman biologi. Mereka membicarakan foto yang diambil Roki saat Raka dan Alen jatuh di depan toilet.


Tentu saja membuat wajah Raka yang semula ceria menjadi geram dan segera keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga dilantai bawah.


"Kaliannnnnn semuaaa kesini sekarang juga, jika dalam hitungan ketiga tidak ada didepanku rasakan akibatnya cepattttt!!"


Teriakan Raka yang sangat kencang membuat empat kembar berlari kearah Raka dengan cepat.


PERCAKAPAN LIMA KEMBAR.


"Hahaha, lagi-lagi pakai handuk doang, Rikiiii celana gajahmu dipakai gak"


(Riko tos  Reki )


"Gajah apaan....nihh aku uda gantiiii, sesuai perintah siseksiku"


( Riki menjulurkan lidahnya ke Riko, Roki)


"Diammmmm, sudah ribut aja!" (Raka)


"Siapp aku ga bicara apa-apa kak!"


(Roki mengangkat kedua tangannya keatas )


"Barusan kamu bicara, sudah diam semua dengarkan, sekarang hp kalian dalam hitungan ke 10 harus ada didepanku jelass, dan Riki tolong pakai baju, kamu membuat mata kakak sakit" (Raka)


Mereka berempat langsung dengan cepat menuju kamar mereka dan saking paniknya saling bertabrakan.


"Wadewww gimana nih foto kakak ama siteriak harus dihapus....yes aman, aku datangg kakk" (Riko)


"Duhhh, ayooo jangan bleng donggg , yes hapuus aman, siappp datang kakk " ( Reki)


" Haaahhh lemotttttt batreee lupa casss, duhhh lama banget sihhh, ok hapuss yes syukurr lahhh......kalau ketahuan bisaaa duh berabe, kakkk im coming" ( Riki)


Ketiga kembar sudah meletakkan semua hp mereka dihadapan Raka kecuali Roki yang lama tidak muncul jugaa.


"Rokiiiiiiii, segera kemari cepattt!" (Raka)


"Ngapain sih tuh anak lemot banget" ( Riko )


"Sttttttt....gaess jangan-jangan hpnya mati ga dicas" (Reki)


"Kan ga masalah, malah aman ga bisa dibuka" (Riki)


"Aman gimana, ingat ga waktu kita foto kakak diem-diem hpmu mati Riki ehhh... malah kakak bawa trs dicash dinyalain... teriakan kakak kayak halilintar. Dan kitaaaa tidakkkk.......duhh mampus" (Reki)


"Asli sebulan melongooo, gagal deh rencana kencanku ama putri jowo" (Riko)


"Rokiiiiii, jika kamu tidak berdiri didepanku sekarang juga, kalian berempat akannnnnn" (Raka)


"Tungguuuu aku datang, hufff ini kak maaf tadi heeee pipis trus keterusan" (Roki)


Ketiga saudara kembarnya yang awalnya tegang takut Roki ga muncul akhirnya lega dan bergantian mukul pelan kepala Roki.


"Oke aku lihat isi hp kalian semuanya" (Raka)


Rakapun memeriksa hp adik kembarnya satu persatu, dan dengan percaya diri mereka berempat tersenyum dan tos karena foto Raka dan Alen sudah mereka hapus semua.


"Riki apa paswordnya hp kamu ini?" (Raka)


"Hmmmm, iiuhh seksi pakai k ama i, heheheh" (Riki)


"Huuuuuuu, dasar iuuuhhhh" (Riko)


"Hahahahahahah" (sikembar4)


Melihat adiknya tertawa Raka menggeleng-gelengkan kepalanya dan memukul meja dengan tangannya dan membuat adik kembarnya langsung terdiam.


"Braaaakkkkkkkk!!!!" (Raka)


Saat mereka asik dengan wajah santainya tiba- tiba wajah Raka berubah saat melihat hp Riki. Ternyata foto di hp Riki belum kehapus. Raka menatap keempat sodaranya dan tersenyum sinis.


Pelan- pelan Raka mengarahkan layar hp Riki kearah mereka. Terlihat di layar ada tulisan batal dan hapus.


" Aduhhh....lupa gak ta pencettt"


( Riki menepuk jidatnya sendiri)


Ketiga sodaranya langsung menutupi telinga mereka bersiap- siap mendengar suara halilintar.


"Siapaaaaa yang beraniiiii melakukan ini jawaaabbbb!!!!!" (Raka berteriak)


Teriakan Raka membuat sikembar empat reflek berpelukan dan mengarah sinis kewajah Riki yang ceroboh.


"Keulang lagiiiiiiii, Rikiiiiiiii !!!!!!"


(Tiga kembar yang berteriak ketelinga Riki)


Kemudian mereka mendorong Riki kedepan supaya dia yang bertanggung jawab.


"Hmmm ituuu, anuuuu kakkkk ehhhhh kok aku sihhh" (Riki)


"Udahhhhh kamu aja itukan hpmu" (Roki)


"Sudahhh, kalian mulai besukk, hmmmmm mengerjakan semua pekerjaan dirumah!


Pelayan tidak boleh datang besuk.


Riki memasak, Roki mencuci baju, Riko menyapu, Reki mengepel, dan saat kakak datang kalian ber4 harus memijat kakak, ada yang protes!!" (Raka)


"Siaapppppppp!!" ( sikembar 4 bersamaan)


Raka menepuk jidatnya dan kesal dengan adik-adiknya karena ulah jahil mereka, Raka mengirimkan fotonya dengan Alen kehp pribadinya dan menghapusnya dihp Riki.


Sikembar empat duduk dengan kesal di sofa karena hukuman mereka. tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"Riko, buka pintunya" (Raka)


"Siap kakakkkk" (Riko)


Saat Riko membuka pintu, diapun sangat terkejut ada beberapa orang laki-laki yang kemayu seperti perempuan membawa alat-alat salon kerumahnya.


"Halo....... apa kabar duh ganteng amat cinn"

__ADS_1


(laki- laki kemayu sambil nyubit pipinya Riko)


" Ihhhh.....apaan sih...mas...eh mbak mau apa? ( Riko)


" Mau kamu boleh gak cin... hihi...misi mo lewat"


Merekapun dengan beberapa pengawal langsung memasuki rumah sikembar dan menuju tempat yang sudah ditentukan Raka yaitu halaman belakang rumah mereka.


******************************************************************************************


FLAS BACK PERJALANAN DIMOBIL.


"Mereka pikir ini lelucon, gawat jika Alen tidak bisa membedakan aku dan sodara kembarku yang sangat identik ini bisa- bisa tar dia salah orang, ahh ini tidak boleh terjadi, aku akan melakukan sesuatu"


(ucap Raka dalam hati)


Raka akhirnya menelepon seseorang dan ternyata adalah sebuah salon yang diperintahkan mewarnai rambut saudara kembarnya dengan warna yang sama sehingga hanya Raka yang mempunyai warna rambut yang berbeda.


"Halo, nanti malam kamu harus kerumahku..apa gak bisa? ya uda suruh beberapa pegawaimu kerumah pokoknya harus malam ini, bawalah warna coklat, pengawalku akan menuntun mereka"


******************************************************************************************


Melihat para pria pegawai salon yang kemayu datang kerumah membuat sikembar memegang kepala.


"Gawat apa lagi ini kok salon" (Reki)


"Perasaanku ga enak bangettt duhhh"


(Roki sambil memegang kepalanya)


"Kita kayaknya akan diwarnai nih duhhhh siapa kemaren yang bilang pakai jas kakak trus sama persis kayak kakak"


(Riko sambil melotot kesaudara kembarnya)


"Rikoooo, kamu sendiri yang ngomongkan" (Riki)


"Oh iyaaaaa...gawatt" (Riko)


"Sssssstttttt, ayo kalian kesana" (Raka)


"Kakkkkk warnanya jangan kembar ya tar kita berempat yang ketuker... lagian kok mereka sih kak yang datang? Emang tukang salon langganan kakak kemana?" (Riki)


" lagi ga bisa datang....uda jangan protes"


( Raka)


" Okeehhh...kita mulai ya cinnn"


( lelaki kemayu)


" Hehh...jangan pegang- pegang ta hajar baru tau rasa" ( Riko)


" Auww...serigala ganteng- ganteng...eh kebalik ganteng- ganteng serigala...hihi"


( lelaki kemayu)


Akhirnya sikembar hanya bisa pasrah dengan kamauan kakaknya. Wajah merekapun sangat manyun membayangkan jika siempat sekonco nanti tidak akan bisa membedakan mereka karena pasti akan sama persis.


Rakapun kembali kekamarnya dan membuka hpnya untuk melihat foto dirinya dan Alen saat terjatuh.


Raka tersenyum sendiri dan terus memandang foto Alen tanpa mengedipkan matanya.


"Cantik banget, kenapa aku tidak menciumnya sekalian aja ya, ahhhh kenapa selalu mikirin itu terus sih tapi cantik, lucu, cengeng, galak, aku suka"


Disaat Raka asik memandang fotonya dengan Alen tiba-tiba terdengar suara lemparan batu kejendela kamarnya dan Rakapun segera melihatnya.


"Daaaggg, daagggg, daggg"


(suara batu dilempar)


"Apa itu, hah Alen, tapi kok pakai baju handuk sengaja apa ya.....sudahlah aku akan keluar" (Raka)


Alen yang sudah berada di balkon Raka langsung menariknya duduk jongkok saat Raka keluar.


"Sttttt ayoo jongkokkk, pak guru Raka jangan sampai ada yang tau ya kejadian tadi siang, pleassss oke"


" Kok Pakkkkk?...ohh kamu uda tau namaku, aduhhh" ( Raka)


Alen memukul Raka dadanya karena kesal.


"Kok dipukul sih" (Raka)


" Jangan bercanda pak guru Raka, yaaa jangan ada yang tau" (Alen)


"Tau apa sih" (Raka)


"Kita tadi tidak sengaja ituuuu ditaman"


(Alen sambil menutupi wajahnya)


"Iyaaa tidak sengaja apanya" (Raka)


"Ihhhh nyebelin....itu tadi lho ciumannnnn" (Alen)


"Ciumannn"


(Mulut Raka langsung ditutup Alen dengan jarinya)


"Hih jangan keras-keras" (Alen)


Kemudian Alen menempelkan hansaplast kedagu Raka yang berdarah terkena kakinya pada saat kelas tari. Raka terdiam dengan terus menunjukkan wajah juteknya.


"Ok janji ya pak guru Raka" (Alen)


Kemudian Alen berdiri dan mengambil tali dan akan berayun kekamarnya tetapi ditahan oleh Raka.


"Hehhh sini ama aku...tolong pegang bentar hpku"


Raka yang kemudian langsung mendekap Alen dan berayun membuat Alen terkejut sampai memegang dadanya yang dag dig dug.


"Lihat bajumu jangan berayun pakai baju handuk ceroboh amat sih tar kelihatan lagi"


"Duhhh kok aku ceroboh banget sih" (Alen)


"Aku mau tutup mulut tapi besuk bawakan aku makan siang dan harus masakanmu sendiri ok...oiya mana hpku"


Raka yang akhirnya berayun kembali setelah mendapatkan hpnya dan masuk kekamarnya, membuat Alen terpana.


"Duhhh, klo aku masak makan siang tar teman-teman bertanya gmn?"


Alen yang kebingungan bagaimana cara memasak sambil memegang kepalanya, tetapi Alen tersadar hp yang Raka titipkan padanya ada foto mereka saat terjatuh didepan toilet.


"Hah hp Raka tadi ditangannya kok ada fotoku waktu jatuh ama dia ya... kok bisa, gawat jangan-jangan ketahuannn...tidakkkkk!!!

__ADS_1


__ADS_2