Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 2 : Kemunculan Tetanggaku kembar lima yang tampan.


__ADS_3

Kelima sahabat itu akhirnya sampai dirumah Alen yang sangat besar dan megah. Tentu saja Alen adalah anak dari produser terkenal yang sangat kaya raya.


"Akhirnya kita sampai, leganyaaa rasanya leherku sudah mau patah ini, pegelll" Alen yang mengajak semua sahabatnya turun untuk masuk kedalam rumahnya.


"Iyooo, Lennn nek pegel iku biasanya dijogja pakai minyak jelantah ituu minyak sisa masakan gitu dikasi brambang iku bawang merah" Siti yang masih dengan logat jawanya hanya membuat keempat sahabatnya geleng-geleng.


"Iuuuuuhhhh bauuu dong Sitiii, kalau pegel itu messages dispaaaa, pakai apa tadi minyakk apaaa, ahh" Elena membalas Siti dengan logatnya yang selalu membuat teman-temannya menirukannya.


" iiiiuuuhhhhh, ini kutekku rusyaaakkkk" Alen ikut menirukan gaya Elena dan membuat tertawa keempat sahabatnya.


"Weleh-weleh iki omah opo emoll too Lenn, gede bangett lo ikiii, biyuhhhh, trus nyapu ngepele piye lennn" Siti takjub dengan Rumah Alen yang besar dan dilengkapi taman yang indah, kolam renang, sarana olah raga basket kegemaran Alen, dan tentunya ruangan band tempat mereka nanti latihan.


"Rumah kali, Sitttttt, duhhh bukan emolll" Mira menggoda Siti, yang masih melongo kagum.


" Ahhh dimana inii, aduhh di dompet, tas, celana ga ada semuaaa, celaka ini " Alen kebingungan mencari kunci rumahnya.


" Alenn, kenapa sih kamuuu kebingungan " Mira heran melihat Alen mondar-mandir membongkar semua tasnya.


" Paling yoo ilang kuncine yo lenn " Siti tiba-tiba mengagetkan semua temannya.


" Lohhh kok kamu tau Siti " Alen heran


" Loh iyo to, gampil coba tas, dompet, koper dibongkar truss dari tadi kita didepan ga mlebu-mlebu omah, opo maneh nek ga ilang kuncine Lennn " Siti dengan santai membuat para sahabatnya diam dan melihat ke arah Alen.


" Gaessss maafinnnn akuuu yaa, kuncinya tertinggal dimeja makan rumahku tadi pagi " Alen dengan lemas dan membuat para sahabatnya kaget.


" yesss, aku bener too, ga salah nek aku pas sekolah juara terus yoooo, piyeee pinter to aku " Siti masih santai tidak sadar ketiga temannya lemas dan kaget.


" Aahhhh Sitiii shut upp, diaaammm, Alenn are you seriussss, truss kita nanti malam tidur dimanaaa, tidakkk aku bisa kehilangan kulit muluskuuu " Elena dengan logat sok kebuleannya lemas dan kembali memasuki mobil.


" Alen telepon ayah atau ibumu biar besuk dikirim sekilat-kilatnya " Mira memberikan hpnya kepada Alen agar segera menelepon Orang tua Alen di Indonesia.


" Ya ampunnn, tau ga kalau malam itu banyak nyamuk yang menggigit dan membuat bentol, terus kita bisa sakit demam namanya aidess adess desss apaa sih ituuu" Siska selalu cerewet membuat kesal Elena.


" Siskaaaa stoppp, sstttt berisik." Elena teriak menyuruh Siska diam.


Alen berusaha menelepon ayah dan ibunya dan tidak ada yang mengangkat telepon.


Terpaksa Alen menelepon Adolf adiknya yang selalu jail.


" Haloo Adolf ini kakak, bilang ayah dan ibu nanti suruh segera telepon kakak yaaaa " Alen terpaksa menelpon adiknya dan berharap kali ini adiknya tidak jahil kepadanya.


" Hmmm kakak mencari kunci kannnn,enaknya aku sembunyikan dimana yaaaa " ternyata Adolf kembali jahil dan menggoda kakaknya.


" Adikku Adolf yang tampan bangett pakai bangettt tolongin kakak yaa nanti kakak kasih hadiah " Alen merayu adiknya agar menyerahkan kunci ke ayahnya.


" hmmm 500ribu transfer kerekeningku okeh deal " Adolf meminta uang dan membuatnya kesal.


" iiiiyahhhh adikku matreee, awas ya kasih ayah segera jika ingin kakak transfer " dengan sebal Alen menjawab adiknya.

__ADS_1


" yeaaaaa, okeh kakak Edward " dengan gembira Adolf menjawab kakaknya.


" apa Edward, hihh menyebalkan " Alen yang sangat kesal menutup telepon dan memasuki mobilnya.


Kemudian terdengar suara petir dan hujan deras membuat kelima sahabat itu berwajah muram.


" Siitiii jangan membacaa, pakai senter lagi, nanti matamu sakitt " Mira yang mengingatkan Siti agar tidak membaca di dalam mobil.


" iyo Mirrr, di jogja namane sentolop Mirr, trus mripat iku Mirr namanya mata, wes-wes ojok ganggu aku lagi serius iki " Siti melanjutkan membaca dan tidak menghiraukan Mira.


" yahhh mulai lagi dehh, sentoloppp opo iku Sittttiii, sontoloyoooo maksudmuuu " Hahaha keempat sahabat nya bersama-sama tertawa mendengar Mira.


" Ahhh udahlah ayo tidur udah malam ini jam sepuluh ngantuk banget aku " Alen yang menguap dan kemudian tidur dikursi depan mobil disebelah Siti.


" Duhhhhh Siskaaa kamu kokk gendut sekali sihhh, sesek tauuuuu " Elena selalu ribut dan mendorong Siska hingga wajah Siska menempel dikaca.


" please deh Eleenaaa nanti kalau kena kaca mukakku jadi pesek trus tulangku jadi oesssteeeerooo oesterooo apa sih ituuu " Siska banyak bicara membuat Alen terbangun dari tidurnya.


"Oesteroporosis maksudmu Sis, umur kamu berapaaa, hadew udah tidur dong ngantuk nihh, aku matikan ac nya dingin banget, hujan lagi " Alen mematikan ac mobil dan kembali tidur.


" Siiiiitttiii, udah dong bacanya serius amaaat" Mira kembali mengingatkan Siti.


" Di jogja kui moco Mirr, iyooo wes tinggalen tidur iki kurang sitik Mirr " Siti menyuruh Mira tidur dan kembali membaca dengan serius.


" aah taulah Siitt " Mira membalas Siti dan segera tidur.


Pada saat pukul tepat tengah malam Elena bangun dari tidurnya dan menarik Siti yang masih asik membaca untuk mengantarkannya buang air kecil.


" Iyo-iyooo, kebelet opo sih Ellll " Siti segera turun dari mobil dan mengikuti Elena.


" Ya pasti kebelet pipis lah Siti emang apaaa " Elena merapatkan kakinya mencari toilet dan tidak menemukannya sambil terkena air hujan.


" Duhh, ga ada toilet hujan lagi, yahhh rambutku yang halusss, Siti ini kemana lagi, Sitttt, Sitiiii, ini rumah siapa sih besar banget tapi kok ga ada penghuninya duhh seremmm " Elena yang masih kebingungan dan ketakutan melihat rumah disebelah Alen kemudian dikejutkan Siti membawa baskom kecil berwarna pink.


" Wesss sini Elll, ayooo pipis disini " Siti mengejutkan Elena dan memberikan baskom kecil tersebut.


" Whattt, iiiiuuhhhhhh Sitiii please dehh, nooo no no, tidak Siti mana mungkin aku, tidak " Elena dengan memalingkan wajahnya menolak tawaran Siti untuk pipis dibaskom.


" Wesss, Elll daripada rokmu yang dari Paris yang namanya Criss criss sopo kui ga paham aku rusak piyee, wess ayoo Ell " Siti terus merayu dan memaksa Elena.


" Huaaaaaa, Sitiii aku akan mencekikmuu, kok tegaa sihhhh " Elena akhirnya menuruti Siti.


" Sitii, jangan sampai ada yang tau aku sicantik Elenaaa pipis diiiiii, ahhh " Elena segera meninggalkan Siti dan masuk kedalam mobil.


" Elenaa iki piyee dibuang dimana ikii " Siti kemudian meninggalkan baskom dan ikut kembali dimobil.


Pukul menunjukkan jam Dua malam dan Alen, Siska, Mira, Elena masih tidur terlelap kecuali Siti yang masih dengan bukunya.


" Ealah Alennn cah ayuu kok tidurnya mendengkur, pamalii kata ibukku, weslah aku pinjem peniti ama jarummu yaaa " Siti mengambil peniti dan jarum Alen di tasnya. Dan mencoba membuka pintu rumah Alen dengan petunjuk di buku yang dibacanya dari tadi.

__ADS_1


" Yessa, berhasil terbukaaaa " Akhirnya Siti berhasil membuka pintu rumah Alen dan masuk kedalamnya.


" Wesssss gedeneee, iki asli emoll to omahh, weslah ta bangunkan papat sekoncoku" Siti lari menuju kemobil.


" Alenn lenn, Miraaa, Sisss Siiskaa, Elenaaa, duhh angele yooo bangun, ya wess sesuk wae ta bangunkan lagi " Siti berlari kembali masuk kerumah Alen dan memilih tidur disofa karena bingung kamarnya dimana.


Pukul menunjukkan jam tujuh pagi dan sinar matahari membangunkan Alen dari tidurnya.


Kemudian Alen segera keluar dari mobil karena kaget Siti tidak ada disebelahnya.


" Hahhh segar banget udaranya, kemana lagi nih anak sukanya menghilangg aja, Siittttiiii dimana kamuuu " Alen berteriak memanggil Siti dan melihat sekeliling mencarinya.


" Duhhh sana Siskaaa, berat banget sih badannya " Elena menyingkirkan kaki Siska diperutnya dan segera keluar mobil.


" Hah siapa hilang lagi " Mira mendengar suara Alen dan mengikutinya ingin tau apa yang terjadi.


" Duhhh, kok sepi semua pada kemana ini " Siska ikut keluar mobil dan mencari para sahabatnya.


Keempat sahabat Siti berteriak mamanggil Siti dan mencarinya.


" Alennn, itu kokkk pintu rumahmu bergerak sendiri coba lihat gaessss " Mira dengan ketakutan, disusul Siska dan Elena bersembunyi dibelakang Alen ternyata dikejutkan sesuatu yang keluar dari pintu rumah Alen.


" Haii gaess, wes bangunn yooo, iki ayo sarapan, iku dikulkas ada bahan makanan lengkap lan ciamik ayo masuk ga laper tah " Siti membuka pintu dan membawa piring mengagetkan semua sahabatnya kenapa dia bisa masuk kedalam rumah Alen.


" Siiiiiiiitiiiiiiiiiiiiii" Teriak keempat sahabatnya


" Ya Allah Sitiii tega banget sihhh, kok bisa ga ngajak kita masukkk " Elena merengek dan segera mengambil koper masuk kedalam rumah.


" Lohhh aku wes bangunnkan looo, lha ga bangun, wess ayoo saraapannnn " Siti menyiapkan sarapan dan keempat sahabatnya masuk kerumah Alen dan segera melahap makanan yang dimasak Siti.


"Jadiiii buku ituuu cara membuka pintu yang terkunci, hebat banget kayak film-film itu " Alen heran dengan kepintaran Siti.


" Aarrrghhhhhh, siapaaa ituuuu " Elena di dapur kemudian berteriak dan Alen, Siska,Mira segera menghampirinya, sementara Siti membuka pintu karena bel berbunyi.


" Weleh sopo yo iki gede dhuwur gantengeee mbuangirr irungee, ono opo mass " Siti dikejutkan pria yang tinggi berambut coklat sangat tampan.


" Haiii, aku Riko baru pindah dari India, rumahku disebelah, ini aku bawakan kue, seee uuu " Riko tetangga baru Alen yang menempati rumah tepat disebelah rumah Alen.


" Iyooo, yoo see yuuuu tuuu sami-sami, wong kok yo gede gantenge hihi " Siti yang tertawa sendiri melihat Riko.


Sementara itu didapur Alen, Mira, Siska, melihat Elena berteriak kencang.


" Kenapa sihhh Ellll " Alen berusaha menenangkan Elena.


" Haaantuuuuu, aku melihat hantuuu " sambil bernafas terengah-engah Elena meminum segelas air dengan cepat.


" Aku tidak melihat apa-apa disana " Mira menjawab.


" Disebelah Rumah kamu ada hantunya, aku melihat laki-laki disana-sini sama semua wajahnya " Elena berusaha menjelaskan.

__ADS_1


" Gaesss nanti malam kita harus memeriksa sebelah rumah dan membuktikan perkataanku benar " Elena meninggalkan dapur dan menyiapkan rencana untuk menyelidiki sebelah rumah.


Ketiga sahabatnyapun mengikutinya dan penasaran dengan perkataan Elena, Sitipun ikut mengikuti Elena menuju kekamarnya diatas.


__ADS_2