Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 26 : Kecemburuan Raka


__ADS_3

Setelah mendapat pesan dari adik kembarnya, Raka merasa sangat emosi. Dadanya tiba-tiba terasa sesak hingga Raka harus melonggarkan dasinya. Sikapnya yang tiba-tiba berubah tentu saja membuat ayahnya bingung.


"Kamu kenapa Raka? Apa ada masalah?"


" Ti..tidakk. Hanya masalah kecil saja" Raka mencoba menutupi emosinya di depan ayahnya.


" Kalo begitu ayah harus kembali ke ruangan ayah...oh ya satu lagi, apa kau tau kenapa ayah begitu mencintai ibumu? Karena hanya ibumu satu-satunya wanita yang berhasil memberikan ketenangan dihati ayah dan tentu saja membuat ayah gelisah setiap malam jika tidak bersamanya. Semoga kamu menemukan wanita yang bisa membuatmu seperti itu" Tuan Robert meninggalkan ruangan Raka.


Raka hanya terdiam mendengarkan kata-kata ayahnya sambil memegang dadanya. Raka teringat beberapa saat sebelum melakukan penerbangan dia sempat mengunjungi Alen di kamarnya.


Flash back on


Setelah menyiapkan segala sesuatunya, sebelum bergi ke bandara Raka memasuki balkon Alen.


" Sepertinya aku harus meninggalkamu untuk beberapa waktu hufff... kenapa berat sekali ya?hihi...tidurmu lucu sekali dasar gadis ceroboh dan berantakan"


Raka memunguti guling dan bantal yang tegeletak di lantai dan meletakkan di sebelah Alen yang masih tertidur dengan kaos yang terangkat hingga memperlihatkan perutnya yang mulus.


" Duhh..bikin pusing aja... gemesin banget" Raka menutupi tubuh Alen dengan selimut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.


Ketika dirinya hendak pergi, Raka berhenti dan memandang wajah Alen kembali.


" Kenapa aku malas sekali berjauhan dengannya...cup..cup " Raka mengecup kening dan bibir Alen.


Setelah itu Raka kembali kekamarnya dan pergi ke bandara bersama beberapa pengawalnya untuk menaiki jet pribadi keluarganya ke negara x dan langsung menuju kantor ayahnya.


Sesampainya ke depan gedung kantor ayahnya, seseorang membukakan pintu mobil kemudian Raka keluar dan disambut oleh para staff dan beberapa pengawal yang sudah menunggunya di depan pintu masuk.


"Selamat datang tuan muda, senang bisa berjumpa dengan anda kembali. Tuan Robert sudah menunggu anda diruangannya" Salah satu bawahan tuan Robert menyambut Raka.


" Terimakasih. Saya akan langsung ke ruangan ayah saya"


Raka berjalan melewati para staf yang membungkuk padanya. Bahkan beberapa karyawan wanita berbisik-bisik mengagumi ketampanannya.


" Tok..tok..permisi tuan, tuan muda Raka telah sampai"


" Suruh dia masuk"


" Hai ayah, apa kabarmu" Raka memasuki ruangan ayahnya.


" Anakku tersayang...akhirnya kau datang. Ayah sangat merindukanmu. Bagaimana keadaan adik-adiku disana apa mereka membuat masalah?" Tuan Robert memeluk Raka.


" Mereka baik-baik saja, ayah tidak perlu kawatir"


Raka dan ayahnya duduk santai di sofa.


" Hahh..syukurlah. Adik-adikmu itu lebih menurut padamu dari pada sama ayah..hahaha..dasar anak-anak tampanku yang nakal"


" Raka, sepertinya kamu harus segera andil dengan perusahaan kita. Kamu tau kan perusahaan kita semakin memiliki banyak cabang. Ayah ingin kamu memimpin cabang perusahaan kita secepatnya"


" Kenapa secepat ini ayah, aku kan belum lulus"


" Kamu kan sudah punya banyak gelar, lagian kuliahmu yang sekarang itu kan hanya untuk menyalurkan hobby mu saja. Jadi kau tidak harus menunggu sampai lulus"


" Tapi ayah...tidak bisa seperti itu. Bukankah dulu ayah yang menyarankan aku mengambil jurusan seni tari, kenapa sekarang harus berhenti secepat ini...aku tidak mau ayah"


" Kenapa kamu tidak mau? Jangan-jangan kamu uda punya pacar disana ya..katakan pada ayah seperti apa cewek yang berhasil dapatin hati kamu hah?"


" Ayah apaan sih...pokoknya Raka tidak mau gabung sama perusahaan sebelum Raka lulus..kan sebentar lagi juga Raka lulus"


" Hahh...ayah kira kamu uda punya pacar. Duhh..pupus harapan ayah dan ibumu punya menantu. Ya udah ayo kita pulang, ibumu sudah menunggu"


Raka dan ayahnya meninggalkan kantor menuju ke rumah mereka. Bersama dengan beberapa pelayan Nyonya Puja sudah menanti untuk menyambut kedatangan anak dan suaminya.


Nyonya Puja memiliki wajah yang begitu cantik dan tubuh yang tinggi langsing karena memang sebelum menikah Nyonya Puja adalah seorang model dari India.


" Anakku yang tampan akhirnya kau pulang juga, ibu sangat merindukanmu sayangku" Nyonya Puja memeluk Raka dengan erat.


" Aku juga merindukanmu ibu"


" Tunggu dulu kenapa badanmu hangat? Apa kau sakit? Wahh bagaimana ini sepertinya anakku sakit. Pelayan cepat panggil dokter sekarang juga!" Nyonya Puja terlihat panik.


" Ibuuu...tidak usahh...aku baik-baik saja. Aku hanya ingin bersama ibu saja..( aku harus manja sama ibuku klo tidak pasti ibu sudah memanggil semua dokter kerumah)..aku sangat lapar ibu. Aku ingin makan masakan ibu" Raka menyandarkan kepalanya di pundak ibunya.


" Baiklah...ayo kita masuk. Ibu sudah memasak makanan kesukaanmu. Nanti ibu akan menyuapimu. Setelah itu kau harus minum susu kenari"

__ADS_1


" Ehemm...sepertinya ada yang lupa kalo aku juga disini" Ayah Raka menyilangkan tangannya dengan wajah cemberut.


" Ahhh suamiku tersayang...kemarilah jangan cemburu sama anak sendiri dunk..cup..cup..aku juga akan menyuapimu nanti setelah anak kita ya..kalian duduklah dulu ibu akan menyuruh pelayan menyiapkan semua". Nyonya puja menuju dapur.


" Raka, ngapain sih pake acara sakit segala? Bukankah sudah ada yang merawatmu? Katanya langsung sembuh, kok masih sakit?"


" Maksud ayah siapa?"


" ( aduh keceplosan)emm...maksud ayah pelayan dan pengawal yang menjaga kalian kan banyak..pasti mereka kan yang merawat kamu?"


Tak lama Nyonya Puja datang membawa segelas susu diikuti oleh beberapa pelayan yang membawa berbagai macam makanan.


" Ibu akan menyuapimu.Ayo buka mulutmu..aaa" Nyonya Puja menyuapi Raka sampai lupa tidak memperhatikan suaminya.


"Sayangg...aku juga sangat lapar. Biasanya kan kau yang menyuapiku tiap hari, lagian anak kita sudah besar biar dia makan sendiri"


" Tidak...selama anak-anakku belum menikah...aku akan terus mengganggap mereka seperti bayi-bayi mungilku yang menggemaskan (Nyonya Puja mencubit kedua pipi Raka dengan gemas)...sabarlah suamiku setelah ini aku akan menyuapimu...kau mau disini ato dikamar kita?" Nyonya Puja mengedipkan satu matanya kepada suaminya.


" Apa kau sedang menggodaku istriku? Hihi baiklah aku tunggu dikamar ya...muaahh" Tuan Robert mencium istrinya dan pergi kekamar.


Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat tingkah kedua orang tuanya yang selalu romantis.


" Ibu, aku sudang kenyang. Aku kekamar dulu ya"


" Baiklah jangan lupa minum susumu dulu, lalu gosok gigimu dan pake pakaian yang hangat"


" Iya ibuku sayang" Raka berjalan dengan cepat kekamarnya.


" huff...jika aku tidak buru-buru ke kamar, entah apa yang ibu akan lakukan padaku, bisa-bisanya ibu menganggapku bayi"


Setelah mandi dan berganti pakaian, Raka merebahkan badannya di kasur.


" Apa yang sedang Alen lakukan ya? Kenapa dia tidak menelponku? Apa aku yang harus menelponnya dulu? Aku telpon ah...tut...tut..kenapa tidak diangkat?" Raka mencoba beberapa kali menelpon Alen tapi tidak pernah diangkat tentu saja membuatnya gelisah sepanjang malam.


Flash back off


" Pantas saja dia tidak pernah mengangkat telponku, ternyata asyik dengan guru itu...menyebalkan"


Raka mengambil hp nya dan menelpon adik nya.


" Ceklek( suara pintu dibuka) Ayah, maaf aku harus segera kembali. Ada urusan penting yang harus aku lakukan di kampus"


" Ayah tau kau akan minta itu ke ayah. Baiklah, besuk pesawat ayah akan mengantarmu. Dan ingat Raka,menyatakan perasaan itu penting dan lebih baik daripada menyimpannya"


Raka hanya terdiam dan kembali keruangannya.


Dirumah 4 kembar.


" Gaess...kata kakak kita akan ikut lomba band" Riko


" Sudah kuduga...tapi bener juga kita harus kasih pelajaran sama cewek-cewek sebelah biar mereka tau kita juga jago alat musik kaya bule depan rumah itu" Reki


" Mulai sekarang kita harus cuek sama cewek-cewek sebelah ya...biar mereka yang mohon-mohon minta perhatian sama kita...gimana gaess?" Riko mengulurkan satu tangannya.


" setujuuu" 3 kembar yang lain tos di tangan Riko.


4 kembar lalu menuju tempat gym mereka di dekat kolam renang. Mereka mulai melatih otot-otot mereka saat libur agar kekar seperti kakaknya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi.


" ting..tong" bel pintu


Riko segera berlari membuka pintu.


" Hai mas Riko, ini Siti bawain pisang goreng masih hangat" Siti tersenyum dengan membawa piring


" Maaf, kita lagi diet, bye..brakk(pintu ditutup)" Riko langsung menutup pintu tapi mengintip di jendela.


" lhoo..kok ditutup? Kapan hari minta dibikinin, mumpung hari minggu ta bikinin susah-susah kok malah diet...ya wes lah ta kasihkan tetangga baru aja" Siti


" Apa...mau dikasihkan bule itu...tidak bisa" Riko membuka pintunya kembali


" Siti tunggu...sini pisangnya! bye...braakk (pintu tertutup)" Setelah mengambil pisang goreng Siti, Riko langsung menutup pintu dan kembali mengintip di jendela


"Kok tiba-tiba galak ya mas Riko, ya wes lah aku pulang aja" Siti langsung menuju rumahnya dengan santai.


" Duhh...kenapa aku nggak tega ya liat Siti" Riko memakan pisang goreng sambil membayangkan wajah Siti.

__ADS_1


Rumah Alen


Alen merasa malas untuk keluar kamar. Akhirnya memilih memainkan gitarnya sambil menatap kamar Raka.


Selain vocal sebenarnya Alen pandai memainkan beberapa alat musik tapi karena ke 4 sahabatnya tidak ada yang bisa menyanyi maka posisi vocal jatuh padanya.


" Kenapa Raka jahat banget ya...tega-teganya pergi gitu aja tanpa bilang apa-apa. Awas aja tar klo ktemu ya!" Alen memetik gitarnya sambil membayangkan wajah Raka.


Keesokan harinya saat 5 sekonco brangkat ke kampus menggunakan mobil Siska mereka merasa ada yang aneh dengan sikap 4 kembar. Saat Siska hendak menyapa 4 kembar dari jendela mobilnya, 4 kembar memasang wajah yang cemberut dan melirik sinis. Namun 5 sekonco cuek saja dengan sikap 4 kembar


Bahkan saat di kampuspun 4 kembar tetap tidak mau menyapa 5 sekonco.


Alen yang cuek dengan sikap 4 kembar langsung menuju ruang tari Raka. Sesampai disana seseorang menghampirinya.


" Maaf nona Alen, hari ini anda berlatih di ruang bawah bersama dengan yang lain" mari ikuti saya.


Alen hanya pasrah mengikutinya. Setelah masuk di ruang latihan , Anton terkejut melihat Alen tidak berada di ruang khusus lagi.


" Alen, what are you doing here? Kenapa kamu gak sama Raka lagi? Jangan-jangan dia mencampakkan kamu ya..haha..tenang saja masih ada aku yang siap memberikan kehangatan untukmu" Anton mendekati Alen dan berbisik ditelinganya.


Dengan penuh emosi Alen meninju wajah Anton lalu menendang perutnya hingga Anton tersungkur dengan tengkurap.Kemudian Alen mendekati Anton dan menjambak rambutnya kebelakang.


" Kamu pikir aku ini cewek murahan ya? Jangan pernah mendekatiku lagi atau kubuat wajahmu yang sok ganteng itu menjadi rata! Kau paham?"


" arghhh....i..iya.." Anton


" Apa kalian liat..liat..mau tak tonjok juga" Alen berteriak


Semua orang yang melongo melihat kejadian tersebut, langsung berhamburan.


Saat jam istirahat, 4 kembar duduk santai di taman. Dengan sikap yang sok cuek, mata mereka masih melirik kesana kemari mencari cewek-cewek sekonco.


" Pokoknya gak boleh ada yang menyapa mereka...awas kalo dilanggar ya" Riko


" Iya tenang saja....kalo Elena lewat aku akan pura-pura gak liat" Riki


Tiba-tiba dari jauh Elena berjalan dengan gaya sexynya mendekati 4 kembar.


" Aku belum berterima kasih sama Riki kapan hari. Aku akan berterimakasih padanya sekarang" Elena dalam hati.


" Tuh yang barusan kamu omongi muncul" Reki memalingkan wajahnya


Sesampai di depan 4 kembar, Elena menyapa Riki.


" Hai Riki, bisa kita bicara sebentar?" Elena mengedipkan kedua matanya.


" Ha..i..iya bi...bisa sexyku" Riki tersenyum tanpa memberhatikan 3 sodaranya yang menarik dirinya.


"Katanya pura-pura gak liat...ah kita tinggalin aja" 3 kembar meninggalkan Riki berdua dengan Elena.


"Kamu lagi ngapain Riki, disini? " Elena


" Lagi belajar..hehe"


" Belajar kok disini? Belajar apaan sih" Elena sambil menyibakkan rambutnya.


" Belajar menjadi yang terbaik buat kamu, sexy..hihi" Riki tersipu


" Iiiiuhhhh...gombalan kamu garing tau nggak?"


" Enak dunk garing..kriuk-kriuk"


"Plak( tamparan di pipi)..ehh maaf Riki itu di pipi kamu ada nyamuk..nih liat besar kan nyamuknya" Elena cemas karena menampar Riki sambil menunjukkan ngamuk yang mati di tangannya.


" Aduhh...panas pipiku" Riki memegang pipinya.


" Aku cuman mau bilang makasih ya kamu kapan hari mau jadi hero aku....cup" Elena mencium dan mengelus-elus pipi Riki


" Haaa...ini bukan mimpi kan? Tapi kok cuman satu pipi ya" badan Riki tiba-tiba kaku tidak bisa bergerak


" Iiiuhhh...ok deh..cup( mencium pipi satunya)..daaa Riki" Elena kembali mencium dan pergi meninggalkan Riki yang mematung.


"Gaess...tolongin aku gaess..gak bisa gerak nih kakiku " Riki


3 sodara kembarnya pun langsung menuntun Riki menuju kelasnya.

__ADS_1


"Huhhh...akhirnya pipi kamu laku juga ya...hahaha" 3 kembar tertawa.


__ADS_2