
Pagi itu Raka bangun dengan wajah berseri. Bahkan Raka sedikit bernyanyi dan menari di kamarnya. Sesaat Raka memandang ke cermin dan melihat bibirnya yang sedikit bengkak memerah.
"Jadi dia mau main tanda-tandaan...awas ya aku balas nanti..hihi"
Saat asyik tersenyum mengingat malam indahnya bersama Alen, wajah Raka tiba-tiba kembali jutek dengan dahi yang mengernyit.
" Gawat..aku harus mengawal mereka saat tiba di kampus."
Raka bergegas mandi dan bersiap. Tak lama Raka menuju lantai bawah dan menemui ke 4 saudaranya yang sedang sarapan.
" Apa kalian lupa hari ini hari apa?" Raka menatap tajam.
" Ini hari Senin. Emang kenapa kak?" Reki sambil menikmati sandwichnya.
"Riko, apa kau ingat hari pertama kita setelah tampil diperlombaan kita tahun lalu? Apa kamu tidak berpikir itu juga akan terjadi sama 5 sekonco?" Raka menatap Riko.
"Gaessss....ini gawatt. Kita harus bergegas. Mereka tidak boleh sendiri ke kampus."
Riko menyadarkan 3 kembarannya dan mereka bergegas bersiap.
Rumah Alen
Seperti biasa 5 sekonco menikmati sarapan yang disiapka Siti saat hendak ke kampus. Kali ini menunya lontong sayur.
" Siti, ini enak banget. Nambah kerupuknya dunk" Siska
" El, cobain dunk masakannya Siti, enak tau! dari pada kamu lemes gitu tar kurang gizi gimana?" Mira
"Oke, tapi aku gak pake lontong ya tapi banyakin krupuknya...aku suka krupuk" Elena manja ke Siti.
" Iya ini, tapi buruan tar telat lho" Siti
" Males banget ke kampus. Masih ngantuk..huaa( menguap)." Alen.
" Sapa suruh pulang malam-malam. Emang kamu kemana aja sama si Raka?" Mira
" Deket-deket sini aja. Udah ahhh..ayo kita berangkat." Alen mengalihkan 4 sahabatnya yang sama-sama menatapnya.
5 sekonco menuju mobil dan hendak pergi ke kampus. Tiba-tiba Raka mendekati mobil mereka.
" Raka, ada apa?" Tanya Alen.
" Sepertinya hari ini kalian harus ikut mobil kita. Aku sudah menyiapkan mobil satu lagi untuk kalian. Roki yang akan mengendarai mobil itu."
" Emang knapa? Biasanya juga kita brangkat sendiri." Alen kembali bertanya diikuti yang lain penasaran.
" Nanti setelah sampai di kampus, kalian juga akan tahu. Ayo cepat!"
5 sekonco turun dari mobil Siska dan pindah ke mobil Raka yang ada didepannya.
Raka menarik Alen untuk ikut satu mobil bersamanya. Sedangkan 4 sekonco berada di mobil satunya bersama 4 kembar.
Didalam mobil, Raka duduk disebelah Alen dan merangkulkan satu tangannya ke pundak Alen. Sedangkan Alen menatap Raka yang ada disebelahnya dengan penasaran.
Setelah sampai di kampus, Raka melarang Alen untuk turun duluan. Raka membukakan pintu untuk Alen dan menggandeng erat tangannya.
Begitu Alen keluar dari mobil, tiba- tiba banyak cowok-cowok dikampus yang sudah menunggunya.
Mereka langsung berlari ke arah Alen. Ada yang ngasih bunga, ada yang ngasih surat cinta bahkan banyak yang memfoto dirinya dengan hp mereka.
" Alen, kenalan dunk...gila suara kamu keren." Salah satu cowok di kampus diikuti oleh cowok-cowok yang lain yang juga ingin kenalan dengan Alen.
Raka merasa geram di sebelah Alen dan langsung menarik Alen menjauhi para cowok-cowok itu.
" Apa kalian tidak lihat dia sedang bersamaku? Minggir kalian semua!"
Cowok-cowok itu sempat terdiam tapi saat Raka sudah lewat, mereka kembali memanggil-manggil Alen.
" Alen...im your fan...Alen i love u."
Hanya beberapa menit mobil Roki datang bersama 4 sekonco.
__ADS_1
Riko, Reki dan Riki keluar dari mobil duluan dan memandang tajam ke arah para mahasiswa yang bergerumun di parkiran mobil.
Setelah 4 sekonco keluar para cowok-cowok langsung mendekati mereka.
" Kamu Siti ya...permainan gitar kamu keren bangett...kenalan dong!...uda punya pacar belum?....foto sama aku dunks!...." fans Siti
"Ehh...lho...hah...hehe..aduhh" Siti yang noleh sana sini.
" Kalian jangan dekat-dekat! Mundur semua! " Riko berteriak membuat semua fans Siti mundur.
Saat Riko berjalan ke depan dengan mengandeng Siti, para fans Siti yang ada dibelakangnya memberikan ciuman jauh dan tanda cinta ke Siti saat Siti menoleh ke arah mereka tanpa diketahui Riko.
Lain dengan para fans Siska dan Mira, mereka sudah mundur duluan saat melihat Roki dan Reki melipat lengan baju mereka hingga memperlihatkan otot lengan yang kekar dan mengepalkan tangan ke arah para fans yang ingin mendekat.
Elena hanya tersenyum dan malah menyapa para fansnya. Namun Riki dengan gagahnya menghalangi fans Elena untuk mendekatinya seperti bodyguard di film-film.
Secepatnya Roki merangkul Siska dan mengantarkannya sampai ke kelas begitu juga dengan Reki dan Mira.
Dengan wajah dinginnya, Raka menggandeng Alen sampai di ruang tarinya. Dan betapa terkejutnya saat mereka masuk ke dalam ruang tari, ternyata banyak sekali bunga-bunga dan hadiah-hadiah dari para fans untuk Alen.
" Wahhhh...gilaaa...kenapa mereka tiba-tiba ngefans sama aku ya?" Alen dengan santai membuka hadiah dan memegang bunga-bunga.
" Jauhkan tanganmu dari benda-benda tak berguna itu!" Raka berteriak dan melempar semua bunga-bunga dan hadiah-hadiah dari fans Alen.
" Raka...kenapa marah-marah sih? Kamu gak boleh dunks kaya gitu. Ini kan buat aku bukan buat kamu."
" Jadi kamu mau nerima hadiah dari cowok-cowok itu?kamu belum tau bagaimana mereka, Alen."
" Gimana aku bisa tau mau nerima hadiah itu atau tidak, aku bahkan belum membukanya." Alen memalingkan wajahnya dengan cemberut.
" Mereka itu bisa sangat berbahaya dan kamu tidak akan tenang jika ada beberapa fans mu yang gila. Jadi lebih baik kau tidak usah membukanya!"
" Mana ada yang seperti itu. Kau terlalu berlebihan. Bilang saja kalo cemburu! Menyebalkan."
" Kenapa kamu keras kepala sekali sih? Ya udah buka aja kalau kamu tidak percaya!"
" Ok...aku buka." Alen mengambil beberapa hadiah dan membukanya.
Satu persatu hadiah dibuka oleh Alen. Namun Alen terkejut saat membuka salah satu kotak.
" Hahh...ini apaan? Dia memberiku lingerie dan surat."
Raka secepatnya merebut hadiah itu dari tangan Alen.
" Dasar kurang ajar. Aku akan cari tau siapa yang mengirimkannya."
" Raka...liat deh suratnya! Dia bilang aku harus jadi pengantinnya. Hiiii...mengerikan sekali."
Alen memberikan surat itu ke Raka. Secepatnya Raka menelpon para pengawalnya.
" Halo, kalian selidiki siapa saja yang meletakkan hadiah di ruanganku untuk Alen! Secepatnya!" Raka menutup telponnya dan duduk sambil memegang kepalanya.
" Raka...maafin aku. Aku tau kamu hanya khawatir aja." Alen mendekati Raka dan membelai rambutnya dan memeluknya.
" Aku hanya tidak mau kau terluka." Raka memeluk pinggang Alen.
" Apakah kira sekarang akan latihan?"
"Kepalaku rasanya sakit. Mungkin sedikit pijatan membuatku lebih baik dan kita bisa latihan."
" Baiklah akan aku pijat. Ada lagi yang sakit?" Alen sambil memijat kepala Raka.
" Ada..nih( menunjuk ke bibirnya) ada yang menggigit bibirku tapi tidak mau bertanggung jawab." Raka tersenyum licik.
" Kamu mau aku bagaimana?"
" Tiup dunk...duhhh..rasanya perih sekali."
Alen meniup bibir Raka dan Raka langsung mengecup bibir Alen.
" Iiihhh Raka...ini dikampus tau. Jangan aneh-aneh ahh."
__ADS_1
" Dikit aja jangan pelit-pelit. Ayo kita mulai latihan."
Raka dan Alen mulai latihan seperti biasa dan melupakan hadiah aneh yang diterima Alen.
Begitu juga 4 sekonco yang lain, mereka pun mendapatnya bunga, surat cinta dan hadiah-hadiah kecil dari masing-masing fans mereka tapi tidak ada satu hadiahpun yang aneh seperti milik Alen.
Seharian di kampus 5 sekonco seperti terkurung. 5 kembar benar-benar menjaga ketat para cewek- cewek. Bahkan Riko rela ikut kelasnya Siti dan tidak mengikuti mata kuliahnya sendiri. Begitu juga Roki , Riki dan Reki.
" Iiuhhh...kamu sampai kapan ngikutin aku terus, Riki. Elena sudah biasa punya banyak fans, jadi kamu gak usak khawatir!"
" Tidak bisa, aku harus tetap menjagamu. Aku tidak rela jika ada laki-laki lain yang menyentuh atau mengganggumu, seksiku sayang."
" Ya sudahlahhh...terserah kamu ajahh." Elena menjawab sambil memegang dagu Riki.
Tak terasa hari sudah sore, 5 sekonco telah selesai mengikuti semua mata kuliahnya hari itu. Mereka ingin segera pulang kerumah. Dan tentu saja 5 kembar selalu bersama mereka sepanjang hari.
" Alen, pake jasku! Aku tidak mau mereka melihatmu."
Raka menutupi tubuh Alen dengan jasnya sampai di depan mobil Raka. 4 kembar dan 4 sekonco telah duluan berada di mobil mereka.
Raka memasuki mobilnya dengan Alen. Kedua mobil mereka bergegas meninggalkan kampus sebelum jam pulang para mahasiswa selesai. Mereka sengaja pulang mendahului.
Didalam mobil, Raka memeluk Alen dengan lengannya dan sesekali mencium rambutnya. Terlihat kekawatiran di matanya.
Setelah sampai di rumah, 5 kembar mengantarkan 5 sekonco sampai didepan pintu. Dan betapa terkejutnya saat Alen melihat di depan pintu ada kotak hadiah persis seperti yang diterimanya tadi.
" Raka...lihat itu! Bukankah itu sama dengan yang kampus tadi?"
Alen bersembunyi dibalik Raka. Dengan perlahan Raka membukanya dan isinya adalah pakaian dalam yang sangat seksi dengan surat
" Kau harus menjadi milikku, Alen"
Raka memberi isyarat kepada pengawalnya untuk mendekat.
" Panggil semua anak buahmu dan suruh mereka berjaga disini mulai malam ini!"
" Baik, tuan."
Akhirnya 5 kembar menemani 5 sekonco memasuki rumahnya.
" Kalian jangan sampai keluar rumah, ya. Kalo membutuhkan sesuatu, kalian bisa menghubungi kami" Riko mendekati Siti dan membelai rambutnya.
" Makasih mas Riko."
4 sekonco masuk ke kamar masing-masing dan meninggalkan 4 kembar.
Sedangkan Raka mengantar sampai ke kamar Alen karena Alen sangat ketakutan.
"Tenanglah ! Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu. Para penjaga sudah berjaga di depan. Kau bisa istirahat sekarang!"
Raka membelai Alen dan memeluknya.
" Aku sudah merasa tenang, kau pulanglah."
" Gantilah bajumu! Aku akan menunggumu sampai kau tertidur."
Setelah mengganti bajunya, Alen merebahkan dirinya di ranjang. Raka dengan begitu lembut memasangkan selimut ke Alen dan mengecup keningnya.
Alen memegang tangan Raka dan lama-lama tertidur. Raka merasa terlalu berat meninggalkan Alen. Dan dia memutuskan untuk tidur di kursi sofa .
Saat tengah malam, tiba-tiba hp Alen berbunyi. Alen terbangun dan mengangkat hpnya.
" Halo."
" Halo cantik. Kau sudah menerima kadoku. Sebentar lagi kita akan bersama. Kau akan menjadi pengantinku..hahaha" suara orang misterius
" Halo..halo..kau siapaaa?" Alen berteriak dan membangunkan Raka. Raka langsung memeluk Alen dan mengagetkannya.
" Alen..ini aku Raka. Tenanglah!"
" Raka...dia menelponku. Aku takut." Alen semakin memeluk Raka.
__ADS_1
" Tenanglah...aku tidak akan membiarkan apa yang terjadi padaku dulu terjadi padamu."