Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 27 : Akhirnya bertemu


__ADS_3

Alen benar-benar berlatih dengan penuh semangat di kelas tari.


Dia ingin membuktikan bahwa dirinya pasti akan menguasai jurusan yang dia pilih.


" Aku harus bisa membuktikan sama ayah dan si jutek kalo aku bisa jadi penari. Emang nya cuman kamu aja ya yang bisa menari dengan keren? Yaa, meskipun emang keren kalo kamu nari sih, tapiiii aku juga pasti bisa" Alen berbicara dalam hati sambil membayangkan tarian Raka.


Anton yang sudah merasakan bogeman dari Alen, masih kaget sehingga memutuskan untuk bolos saat itu juga.


Hari itu geng sekonco pulang lebih cepat dari biasanya, kecuali Siti.


" Aku dan Siska kebetulan uda gak ada jadwal kuliah nih. Kalian gimana?" Mira


" Aku juga sih...tadi gak tau tuh, dosennya tiba-tiba gak datang...kamu gimana Alen" Elena


" Karena mau ada pre test tari, kita dipulangin cepet buat latihan. Jadi kita bisa bareng-bareng pulang cepet nih" Alen


" Ehhh wes-wes jangan....aku hari ini full jadi ndak bisa pulang cepet yo. Habis ini aja aku mau ada praktek ngedel-ngedel mayat lagi. Wes kalian pulang aja dlu yo..nanti aku pulang sendiri" Siti


" Beneran nih, siti? Gak takut pulang sendiri?"Siska


"Wes-wes tenang aja ndak apa-apa ya gaes, aku kayak anak kecil aja kayak adikku dijogja itu ibukku selalu khawatir hihi kan memang anak kecil yo, tapi makasih yo perhatiannya gaes. Hati-hati ya pren..." Siti


"What..iiuhh Siti aku tak mengerti maksudmu...udahlah..and Friend Siti, bukan pren...iiuuhhh" Elena


4 sekonco menggeleng-gelengkan kepalanya dan akhirnya pulang mendahului meninggalkan Siti.


Riko yang saat itu lewat tidak sengaja mendengarkan percakapan 5 sekonco.


" Halo, bawain motor ke kampus, aku nanti pulang sendiri!..iya parkir di tempat biasa" Riko menutup telpon lalu masuk ke kelasnya.


Seperti biasa Siti menyelesaikan pelajaran kuliahnya dan pulang saat hari menjelang petang.


Dengan santai Siti berjalan ke depan gerbang hendak memesan ojek online.


3 kembar telah diantar dulu oleh pengawal mereka.


Dan sesuai perintah Riko, salah satu pengawal menyiapkan motor untuknya dengan alasan ada kuliah tambahan.


" Din..din..(bunyi bel motor)..Siti, mas Riko antar ya?"


" Eh mas Riko, kok belum pulang?"


" Iya, tadi ada kuliah tambahan. Ayo, naik!" Riko memberikan helm ke Siti lalu Siti naik ke boncengan motor Riko.


Dirumah Alen


" Alen tolong dunk, kamu bilangin Erick, klo bisa kita malam ini latihan!" Mira


" Iya tar abis makan aku bilangin" Alen


4 sekonco memesan makanan lewat online karena Siti yang hobby masak dan yang selalu memasak buat mereka, belum datang.


Mereka juga memesankan untuk Siti karena pasti Siti belum makan sepulang dari kampus.


Rumah 5 kembar


" Katanya, kakak bentar lagi datang nih. Kita harus beresin rumah gaes...dan Riki, kamu harus kena denda karena tadi kamu udah melanggar janji. Ngerti nggak?" Reki


" Iya, maaf. Abis aku gak bisa nolak sama Elena. Lagian kan lumayan pipi aku nih gak bakalan ta cuci seminggu..hihi" Riki membayangkan kecupan Elena tadi siang.


" Bau tauuu...dasar penghianat...bukk" Reki melempar bantal ke Riki.


" Biarin..wekk..bukk" Riki membalas lembaran Reki.


Roki pergi ke dapur pura-pura mengambil minuman tapi sebenarnya dia lagi telpon Siska secara diam-diam.


" Halo manisku, maaf kmaren gak angkat telpon...jangan marah ya...miss u so much..ooo mau latihan...kamu jangan deket...( telpon langsung ditutup oleh siska)..ehh kok ditutup? Pasti si bule datang tuh...hihhhh...awas nya kalo brani-brani deketin cewekku..tak botakin rambutnya" Roki menelpon Siska sambil berbisik agar saudaranya yang lain tidak mengetahuinya.


Di perjalanan, Riko sengaja memutar jalan biar jarak ke rumah mereka lebih jauh dari kampus. Sesekali Riko mengerem dadakan motornya supaya Siti memeluk pinggangnya.


" Siti, denger-denger kalian punya guru musik baru ya?..emang gimana orangnya?" Riko bertanya sambil mengendarai motornya.


" lho kok tau Mas Riko? Bener mas, guruku itu wes top markotop pokoknya, buaekkk orangnya udah gitu ganteng banget" Siti dengan polosnya menjawab dan tidak tau wajah Riko yang cemberut didepannya.


" Emang kamu suka sama guru itu?" Riko bertanya dengan kesal

__ADS_1


" Iya pasti suka, wong dia baik kok. Nanti kapan-kapan tak kenalin ya.Tar Mas Riko pasti ya suka"


" Duhhh...cewek ini polos banget sih, bisa-bisanya bilang suka ma cowok lain didepanku" Riko menggerutu dalam hati.


Rumah Alen


Setelah selesai makan, Alen berjalan menuju tetangga depan rumahnya untuk meminta Erick kembali mengajari mereka.


" Hai Erick, kamu sedang apa?" Alen


" Hai Alen, ini aku lagi beresin mainan anak- anak . Mereka selalu meninggalkan mainannya mereka ditaman. Oh..ya ada yang bisa aku bantu ?" Erick yang saat itu berada di taman depan rumahnya.


" Apa kamu bisa mengajari kami malam ini?"


" Baiklah, 15 menit lagi aku kerumahmu ya"


" Ok, kita tunggu ya" Alen kembali memasuki rumahnya.


Raka yang baru tiba di bandara segera pulang menuju rumahnya dengan perasaan gelisah.


" Apa tuan Raka ingin mampir membeli makanan sebelum pulang kerumah? Karena pelayan yang biasanya masak buat makan malam, hari ini tidak masuk , tuan." Tanya pengawalnya yang sekaligus menjadi sopirnya.


" Gak usah, kita langsung pulang saja. Nanti aku telpon adik-adiku supaya mereka pesan makanan lewat online saja" Raka sudah tidak sabar sampai kerumahnya.


" Halo Riki, kalian pesan makanan aja ya malam ini! Kakak langsung pulang kerumah"


Sampai di depan rumahnya tiba-tiba Raka dikejutkan harus melihat Alen berbincang-bincang dengan tetangga baru depan rumahnya dengan sangat akrab.


" Jadi ini guru barunya? Jelas-jelas aku lebih tampan dari dia.Ngapain juga ngobrol deket banget petang hari gini? Tidak akan kubiarkan dia dengan laki-laki lain...brakk( menutup pintu mobil dengan keras)" Raka mengamati Alen dari dalam mobil kemudian memasuki rumahnya tanpa menyapa Alen.


" Eh..itu kan Raka, kok dia gak nyapa aku sih...ihhh nyebelin banget emang gue pikirin..dasar jutek" Alen segera menutup pintu rumahnya.


Tak lama Riko datang bersama Siti.


" Makasih ya Mas Riko sudah mau tak repoti" Siti


" Emmm...mau latihan ya? Kok rame amat rumahnya ? " Riko bertanya dengan sinis.


" Iya, barusan di sms sama Elena bentar lagi mau datang guru kita. Makanya temen-temen persiapan"


Siti dengan santai masuk ke rumah dan tidak memperhatikan perubahan sikap Riko.


Setelah Erick datang, seperti biasa para sekonco berlatih dengannya. Elena dan Mira masih berebutan mendapatkan perhatian dari Erick.


Mereka berlatih sampai pukul 9 malam. Lalu Erick berpamitan pulang dan kali ini Mira yang mengantarnya sampai di depan pagar sambil bercanda.


" Mira ngapain sih ketawa-ketawa sama bule itu? Gak tau apa uda malam..pengen ta pites aja tuh bule" Reki yang melihat mereka dari jendela.


Raka yang sejak datang sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Ke 4 adiknya yang sudah terbiasa dengan sikap kakaknya tidak mau mengganggunya.


Mereka asyik menikmati makanan yang mereka pesan .


Biasanya Raka tidak memperbolehkan sodara-sodara kembarnya pesan makanan fast food.


Tapi kali ini Raka tidak mempermasalahkannya.Bahkan oleh -oleh dari ibu mereka, para pengawal yang memberikan kepada adik-adiknya.


" Tumben kakak gak marah kita pesen makanan fast food begini? Ternyata enak banget ya..hehe" Roki


" Sering- sering aja kakak galau biar kita bisa bebas pesen makanan...ehhh tapi jangan lupa kita punya misi bikin badan kita kekar biar cewek-cewek klepek- klepek sama kita" Reki


Riko sedang sibuk membuka oleh-oleh dari ibunya yang diserahkan oleh pengawalnya.


" Lihat nih gaesss! Haha...ibu ngasih kita kaos kembar gambarnya mr. Smile...ini kan kaya kaos kita waktu kita sd dulu ya cuman sekarang size nya besar. Dipikiran ibu, kita itu anak-anak terus ya...wkwkw" 4 kembar tertawa karena sudah biasa dengan perlakuan ibu mereka yang selalu menganggap mereka seperti anak kecil.


" Nih ada susu bubuk sama kenari bubuk ada tulisannya lagi( minum setiap mau tidur biar tumbuh sehat)... lha kita uda tinggi segini mau tumbuh seberapa lagi...wkwkwk...ibuku yang cantik ini ada-ada aja" Riko tertawa kembali dengan ke 3 saudaranya. Tiba-tiba pengawal datang menemui mereka.


" Maaf tuan, saya diperintah Nyonya Puja untuk memfoto saat anda semua meminum susu kiriman dari Nyonya sekarang juga" pengawal


" Apaaa?...hufff ya udah Riki, cepet bikinin buat kita. Kamu kan kena denda jadi sekarang kamu yang harus ngurusin kita" Reki


Setelah susu jadi, ke 4 kembar bergaya dengan penuh aksi didepan kamera sambil memegang gelas susu mereka dan meminumnya sampai habis.


Pengawal yang memfoto gaya kocak mereka tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kamar Raka

__ADS_1


Raka hanya duduk memandang kamar Alen sambil menunggu Alen memasuki kamarnya.


" Jadi suara bising ini yang membuat adik-adiku gak bisa tidur? Benar-benar payah band mereka. Aku jadi gak sabar liat mereka tampil"


Beberapa saat kemudian suara musik berhenti. Kamar Alen yang semula gelap berubah menjadi terang.


" Sepertinya latihan mereka sudah selesai. Hemm..Alen sudah masuk kekamarnya" Riko mengintip dari jendela.


" Aku akan beri pelajaran dia" Raka keluar dari balkon menuju tembok pembatas kamar mereka dan memasuki balkon Alen.


Kamar Alen.


" Kenapa sikapnya kaya gitu sih...tiba-tiba menghilang tanpa kabar...ehh pulang-pulang cuek gak mau nyapa..iiihhh...awas ya klo ktemu aku akan..." Sebelum Alen melanjutkan ucapannya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu balkonnya.


" Tok...tokk"


" Siapa"


" Raka"


" Raka siapa?"


" Raka tetangga kamu yang ganteng"


" Gak kenal, kenalnya cuman sama Raka yang jutek dan nyebelin..pulang sana"


" Ayo buka! Klo gak aku dobrak pintu kamu"


" Maksa banget sih...ceklek( membuka pintu)..ngapain kesini...kirain uda menghilang entah kemana" Alen menatap Raka dengan Sinis sambil menyilangkan tangannya di dada.


Tiba-tiba Raka mendorong Alen hingga punggungnya menyentuh tembok dan kepalanya menunduk ke wajah Alen dengan sangat dekat.


" Kenapa tidak mengangkat telponku? Katakan yang sebenarnya?"


" ( aduh deket banget wajahnya) Emang kapan kamu telpon aku hah?"


Raka mengambil hp Alen yang berada di kasurnya.


"Buka dan liat ada berapa banyak miscall dari aku!"


" Masa sih? ( mengecek hpnya dan ternyata memang banyak miscall dari Raka) sorry aku gak denger jadi gak ku angkat"


" Hah...bilang aja kamu tertarik sama guru bule kamu itu kan? Sampe kamu gak mau angkat telponku"


" Iihhhh...kok marah-marah sih? Klo iya emang kenapa?..Lagian kenapa kamu marah? Sapa suruh menghilang gak bilang-bilang...sekarang lepasin aku!" Alen mendorong Raka tapi Raka malah mendekapnya lalu mencium leher Alen hingga merah dan meninggalkan tanda kepemilikan.


" Aduhhhh, sakittt...aku uda bilang gak boleh cium aku lagi!"


" Siapa yang cium kamu, aku cuman cium leher kamu kok dan itu hukuman karena tidak mengangkat telponku" Raka melepaskan dekapannya dan memberikan kotak besar kepada Alen.


" Ini aku bawakan kamu sesuatu. Besuk waktu kuliah wajib dipake ngerti nggak?" Raka mendekatkan wajahnya ke Alen


" Ngasih kok maksa? Trus kalo aku gak mau gimana?"


"Kalo sampe aku liat kamu gak pake, aku akan kasih hukuman lagi, mau?" Raka berbisik di telinga Alen kemudian kembali ke kamarnya.


" Dasar cowok nyebelin...sakit tau..brakkk" Alen masuk kekamarnya dan menutup pintu dengan keras.


Sampai di dalam kamar, Alen langsung membuka kotak pemberian Raka.


" Apaan sih ini, ngasih tapi kok ngancam...bener-bener cowok yang aneh. Apa dia gak bisa gitu ya romantis dikit gitu" Alen membuka plastik pembungkus di dalam kotak. Ternyata Raka memberinya jaket kulit yang sangat bagus.


" Wahh...bagus banget ya...aku coba ahh. Pas banget sama badanku kok dia bisa tau size ku ya? Kita liat aja besuk aku akan memakainya ato gak. Enak aja merintah-merintah sembarangan. Siapa takut?"


Alen berbaring sambil memeluk jaket pemberian Raka. Karena kelelahan akhirnya Alen tertidur.


Kamar Raka


" Gila tuh cewek, tetep aja galak. Aku kok kangen banget ya rasanya pengen meluk terus dan gak mau kulepas...hampir aja tadi ta cium...hufff..tahan Raka, kamu harus wujudkan impiannya" Raka berbaring sambil memikirkan Alen.


" Kira-kira dia pake gak ya hadiah dari aku? Awas aja klo brani ngelawan...ihhh semakin gemas aku"


Raka akhirnya tertidur dengan pulas setelah bertemu dengan Alen karena beberapa hari berjauhan dengan Alen, dirinya selalu gelisah setiap malam sehingga kurang tidur.


Hari mulai berubah menjadi terang, Alen membuka matanya dan pergi ke kamar mandi. Saat menatap cermin hendak menghosok gigi, Alen terkejut melihat tanda merah berbentuk lonjong di lehernya.

__ADS_1


" agrhhhhhh....dasar Raka nyebelinnnnn" Alen berteriak.


__ADS_2