Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
BAB 3 : Tanpa Sengaja


__ADS_3

Alen, Siska, Mira, mengikuti Elena yang berjalan sangat cepat menuju kamarnya diatas dan Sitipun setelah meletakkan kue dari tetangga barunya dari India yang bernama Riko ikut mengikuti temannya pergi ke kamar Elena diatas.


(Alen sitomboy yang cantik dan pintar)


" Duhhh, Eleeenaaa, kenapa sihh bikin kita penasaran aja sih " tanya Mira


" iyaaa dari tadi jalann cepattt nanti kalau kakiku kesleo pas menaiki tangga trus bengkak nanti aku, aarrghhh " Siska yang banyak bicara diberi permen coklat dimulutnya oleh Elena supaya berhenti bicara.


" Elena, aku selama tinggal disini sejak kecil tidak pernah melihat apapun yang seperti hantuuu" Alen yang lompat keranjang Elena masih penasaran apa yang dilihat oleh Elena pada saat didapurnya tadi.


" wesss-wesss, jangan ribut to yoo, kasik kesempatan Elena menjelaskan jelas yoo, wes diem disik semua yoo, wess ayo Ellll" Siti yang selalu bijak menenangkan ketiga temannya yang ribut membuat Elena sampai tidak bisa berkata-kata.


( Siti yang pintar dan paling bijaksana diantara teman-temannya)


" Siti i like uu " jawab Elena


" like like opo to Elll ndak paham, wess ayoo mulai keburu iki tiga ribut maneh, Ell " Siti yang menyuruh Elena segera menjelaskan kepada keempat sahabatnya ada apa sebenarnya.


" Alright, okk, gini gaess aku tadikan laperr dan waktunya minum vitamin kulitku, supaya kulitku tidak kendor dor, dan selalu kencang sampai mulus putih " Elena yang terlalu banyak bicara membuat para keempat sahabatnya kesal.


( Elena Siseksi dan cetarr paling populer dikampusnya)


" Eeeeeeleeeeenaaaaa" keempat sahabatnya Alen,Mira,Siska,Siti berteriak bersama-sama agar Elena segera melanjutkan ceritanya.


"Maappp, iyaa jadi gini akukan ambil air dan minum didepan jendela dapur yang menghadap kerumah sebelah, aku melihat didalam rumah itu ada sekelebat bayangan gitu, terus aku maju dan sampai menempelkan wajahku kekaca jendelaa, daaannnnnn yang aku lihat ada laki-laki yang mukaknya sama semua gaesss, dan tau gaa, mana mungkin ada laki-laki kembar persis lima sih aku hitung, kalau ga hantu, iiiuuuhhhh takuttttt " Elena yang menjelaskan dengan penuh semangat kejadian tadi didapur belakang, dan keempat sahabatnya mendengarkan dengan sangat serius.


" Serius Elena tolong jangan berbelit ya" Mira yang selalu bergaya elegan berdiri dan menghampiri Elena sambil menepuk pundak Elena agar segera menjelaskan maksudnya.


( Mira yang selalu tampil elegan, rapi, dan sempurna)


" Ok ok, gini aku punya rencana bagaimana kalau kita nanti malam menyelinap kerumah sebelah dan menyelidiki ada apa sebenarnya supaya aku bisa tenang " Elena yang membuat rencana dan keempat sahabatnya hanya menggangguk dan menurutinya karena sama-sama penasaran.


" Iyaaah, oke nanti aku kabari ya, aku mau istirahat, gerah banget mau mandi " Alen yang kemudian beranjak dari ranjang Elena dan berjalan menuju kamarnya tepat disebelah kamar Elena.


Sementara Siti dan Siska tidur berdua karena Siska tidak bisa tidur sendirian karena penakut.

__ADS_1


" Duh, Elena bikin merinding aja, klo merinding buluku berdiri terus aneh kan Siti " Sambil berjalan menggandeng Siti, Siska menuju kekamarnya bersama Siti karena masih ketakutan.


( Siska dengan model baju gaya kunonya yang banyak bicara tapi lucu )


" All, besar banget kamarmu kayak emoll hahah, emang Sitiii " Mira yang masuk kekamar Alen dan kagum melihatnya karena mewah dan luas.


" Gerah banget " dengan menggerakkan tubuhnya dan membuka bajunya sehingga Alen hanya memakai bra dan cd aja membuka balkon kamarnya dan berputar-putar dibalkon.


" Nah begini rasanya nyaman" guman Alen sambil berjoget dan menggoyangkan pinggulnya seperti gaya ngebor.


" Heii, cewek aneh ga takut ada yang lihat, ga pakai baju dibalkon ga takut dilihat orang, atau hantu kembar disebelah yang dilihat Elena" Mira mengingatkan Alen yang hanya mengenakan pakaian dalam keluar dibalkon kamarnya agar berhati-hati.


" Sebelah rumah kosong Mira, yeaaa bebaass aku" Alen yang masih berjoget dibalkon menjawab Mira.


" Anehh, oke deh aku kembali kekamar, jangan lupa nanti malam kita harus ikuti maunya Elena kalau gaaakk, hadewe iuuuuuhhh, hahah " Mira yang menirukan gaya Elena dan kembali kekamarnya sendiri sementara Alen masih asyik berjoget dan kali ini dengan gaya dada getar dibalkonnya.


" Ehh, hujann yaaaa" Alen yang akhirnya diam berdiri terkena hujan dan membuat pakaian dalamnya menembus kekulitnya sehingga seperti telanjang dan terlihat semua tubuh Alen.


" Aahhh dingin aku skalian mandi aja, baru kali ini aku bebas banget rasanya" Alen menuju kamar mandi dan membuka pakaian dalamnya kemudian berkaca sambil telanjang melihat tubuhnya dan membandingkan dengan Elena siseksi.


" Ehhh, siapa ituu, kenapa ada bayangan dikamar sebelah rumah" Alen yang terkejut melihat bayangan yang dilihatnya dikamar rumah sebelah yang menghadap tepat dibalkon kamarnya.


" Ah paling halusinasiku, coba aku lihat lagi dari dekat, aahhh tidak ada siapa-siapa " Alen yang berdiri dari bath upnya dan memandang kamar sebelah rumahnya dan Alen masih tidak berpakaian apapun.


" Kok jadi kepikiran ama cerita Elena ya, tapi aku tadi melihat bayangan, aku yakin itu, tapi ah ga mukin paman disebelah sudah pindah ke India, dan katanya rumah itu mau dijual, jadi ga mukin ada orang, sepi banget kok" Alen kembali duduk dibath upnya dan melanjutkan mandi sambil mendengarkan musik.


" Alennn, ayoo udah mandinya turun makan siangg nihhh, Siti masak capjay ama omelet keju enak banget , ntar dihabisin anak-anak looo" teriak Siska yang memberitahu Alen supaya segera turun makan siang.


" Duhh Siska nih ga tau orang lagi mau tenang diganggu aja, tapi asli laper banget aku " Alen yang berjalan dan memakai handuk kembali berkaca dan membuka handuknya lalu hanya memakai bra dan cd duduk di kaca riasnya menyisir rambut panjangnya yang indah. Kemudian memakai baju kesukaannya kaos dan celana pendek turun kebawah untuk makan siang bersama keempat sahabatnya.


" Wowww masakannmu harumm banget Siti, jadi laper banget" Alen dengan cepat mengambil piring dan mengambil capjay omelet yang sangat lezat dan harum.


" Aslii enak banget masakanmu Siti, kamu dijogja masak setiap hari " tanya Mira


" iyooo, ibukku yang ngajari setiap hari " jawab Siti

__ADS_1


" iya Siti iniiii rasanya endes endosss mantap bana pokoknya lezatossss" Siska yang dengan cepat melahap masakan Siti.


" Enak sih, tapi waitt aku hanya sayur aja ya, Siti help ok sayur aja, no keju no omelet, nanti perut rataku mengembung kayak gunung, iuuhhhhh, no no no" Elena yang masih dengan sok kebuleannya sambil melihat kearah Siska yang paling gendut diantara geng limo sekonco.


" iiiiiiuuuuhhhhhhhhh" keempat sahabat Elena mengikuti gerakan Elena bersama-sama dan tertawa " Hahahahahaha"


" Netijennn Elenaaa, selalu iri ama siseksih Elena " dengan menjulurkan lidahnya kepada keempat sahabatnya Elena kesal dan melanjutkan makan.


" Wesss-wesss jangan ributt wae, ayo makan cepet nanti malamkan mau jadi detektif katanya, biar kuat habis ini pada tidur siang yaa merem semua matanya, istirahat yaa " Siti yang berbicara sambil membereskan dapur Alen tanpa dia sadari ketiga temennya Alen, Mira, Elena sudah kembali kekamarnya masing-masing kecuali Siska yang menunggu Siti beres-beres karena takut dikamar sendirian.


" Ayolah Sitiii aku ngantukkkk " Siska yang tertidur dimeja makan menunggu Siti beres-beres


" Hadeww kasihan Siska, wess ayoo sini naik nang atas kamar, duh berate yo Siska pirang kilo iki( berapa kilo) " Siti membopong Siska menuju kamar mereka.


Sementara dikamar Alen tidur hanya menggunakan pakaian tidur tipis dan hanya memakai cd tanpa bra.


Alen menari-nari dan tentunya kelihatan seluruh tubuhnya karena tipisnya pakaian tidur yang dipakainya.


" Aahhh, siapa ituuu, kenapa sih aku lihat cahaya disebelah rumah, kok aku jadi merinding nih, mending hantu lah yang melihatku daripada orang beneran, duhh aku ga pakai baju lagi dari tadi siang, ahh gak itu halusinasi, tenang Alennn, tenang " Alen yang kaget melihat sekelebat cahaya dikamar sebelah rumahnya, dan karena merasa merinding ketakutan, kali ini Alen segera menutup jendela kamarnya.


Tok, tok, tok, tok, ada suara mengetuk kamar Alen dan membuatnya terkejut. Alen segera membukanya dan ternyata Elena.


" Nanti jam 9 malam tepat okey, kekamarku pakai baju detektif yang sudah aku siapkan bajunya, kalau bersama Elena harus seksih badai, semua udah aku kasih undangan jadi ingat jam 9 no lebih no kurang, understaind ok " Elena yang membuat Alen sampai tidak bisa berkata-kata melihat Elena yang berbicara sangat cepat.


" Lennn, kok melongo too ojok melamun pamali Lennnn, " Siti yang meneriaki Alen dari kamarnya, tentunya harus berteriak karena jarak antara kamar satu dengan kamar yang lain berjauhan.


" Iyaa Sitii maturnuwunn " teriak Alen kepada Siti


" Wessss hebat bicara jowo yo Len" sambil memberi jempol pada Alen Siti masuk kembali kekamarnya.


" Ahh, aku tidur aja mumpung masih jam dua siang " sambil mengintip dari jendela kamar yang sudah ditutupnya, Alen masih penasaran dengan bayangan cahaya yang dia lihat.


*********************************************


" Hahh, kenapa jendelanya ditutup sihh, baru kali ini aku lihat cewek cantik, seksi banget, dan lucu hahahaha " kata laki-laki yang berada dikamar rumah sebelah yang berhadapan persis dengan kamar Alen.

__ADS_1


__ADS_2