Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 25 : Latihan dengan guru baru


__ADS_3

5 sekonco kaget saat membuka pintu ternyata tetangga baru mereka yang tampan adalah guru musik mereka. Tentu saja mereka kegirangan dan malah salah tingkah.


" Mr. Erick silahkan masuk! Anggap saja rumah sendiri ya" Elena langsung berada di depan Siti dan menarik tangan Mr. Erick dan mengajaknya masuk.


" Trima kasih Elena, tolong panggil saja Erick..emmm kalian berlima ya...saya belum mengenal yang 3 ini?" Erick


" Ini Mira, ini Siska dan ini Alen" Elena memperkenalkan ketiga sahabatnya.


" Hai Mira, hai Siska, hai Alen" Erick menyapa


" Haiiii..." ketiganya berbarengan sambil malu-malu.


" Ok...bagaimana jika kita mulai latihannya? Are you ready girls?"


" Yes sir...." kelimanya serempak.


Mereka menuju ke ruang musik dan mempersiapkan peralatan mereka masing-masing.


" Kalo kalian siap, coba kalian mainkan alat musik kalian masing- masing ya. Start from you Siska..let's play your drum!" Erick


"Dum..dum..ces...dum..duru..dudum..ces" Siska bersemangat.


" Waww...thats good...sekarang coba Elena..play your keyboard"


" Ting..tung..ting..tung ( memainkan lagu beethoven dengan sangat indah)" Elena tersenyum menggoda.


" Woww...talented girl...ok your turn Siti!"


" Tueenggg..tuengg ( memainkan melodi gitar gun n roses dengan bagus)" Siti


" Amazingg...you shocked me Siti. Mira, show me what you can!"


" Dem..dem..dem( memainkan bass lagu dewa 19)" Mira


" this realy excites me yeahhhh" Erick sambil berteriak diikuti 5 sekonco.


" Yeehhhhh.." 5 sekonco


" And now last but not least...Alennnnn show your voice"


" Bila berat melupakan aku..pelan-pelan saja( Alen menyanyikan lagu kotak dengan suara serak khas nya dengan gaya metal)"


" Ohhh...my...goddd...all of you are very talented...yeahhhhh" Erick berteriak


" Yeahhhh.." 5 sekonco ikut berteriak.


" Nah...sekarang kalian mainkan satu lagu bersama-sama ya...wahh pasti keren ini..one..two..three"


5 sekonco memainkan alat musik mereka masing-masing dalam sebuah lagu dan seperti biasa band mereka menjadi amburadul.


"Wowww...wait...stoppp..huhhhh...sepertinya akan sulit menyatukan musik kalian...ok kita pelan-pelan ya"


Rumah Raka


" Halo...gimana uda dapat info orang itu? Ok katakan!" Riko berbicara di telepon


Setelah selesai berbicara di telepon, Riko menemui ke3 sodaranya.


" Gawat gaess....aku uda tau siapa tetangga baru kita itu" Riko


" Emang siapa dia, Riko?" Riki, Reki, Roki duduk didepan Riko


" Dia itu keturunan mexico indonesia punya anak kembar 3 cewek semua umur 9 th. Dulu dia ikut grup band terkenal tapi kluar dari band sejak istrinya meninggal.Kabarnya dia ini banyak disukai sama cewek-cewek karena tampan banget, gaesss" Riko menjelaskan


" Ahh..masak sih? Mana ada yang lebih tampan dari kita? Pastilah bukan tandingan kita" Roki berbicara dengan santai.


" Pekerjaan dia itu sekarang jadi guru musik privat gitu...dan parahnya gaesss...sekarang dia jadi guru band nya sekonco" Riko

__ADS_1


" Apaaaaa?" 3 kembar barengan


"Sepertinya kita harus kesebelah gaess...pengawal bilang pagi ini laki-laki itu sudah mulai mengajari mereka" Riko


" Let's go bro..." 4 kembar menuju rumah Alen dan seperti biasa pintunya tidak terkunci.


Saat 4 kembar mengintip dari pintu ruang band, mereka melihat 5 sekonco berebutan mendapatkan perhatian dari guru musik mereka yang tampan.


" Erick...sini dunks ajarin aku..aku tidak bisa sama nada yang ini" Elena menarik tangan Erick


" Iiihhhh...Elena antri kenapa sih! Erick kan masih ngajarin aku" Mira menarik tangan Erick kembali.


" Anak dua ini kok nyosor aja...jelas-jelas mister ini masih ngajari aku melodi. Mbok ya gantian...kasian diolor sana olor sini tar tangannya tambah panjang gimana? " Siti


" Iiiiuuuuhh...emang karet bisa molor" Elena cemberut


" Ok stop ladies...saya akan mengajari kalian satu persatu ya tolong jangan berebut!


Dibalik pintu yang sedikit terbuka, 4 kembar sangat geram melihat sikap para cewek-cewek.


" Gila gaesss...dia memang ganteng. Gak nyangka mereka juga terpikat sama orang itu. Siapa sih namanya? " Reki


" Namanya Erick...wahhh kita gak boleh tinggal diam ini. Kita harus melakukan sesuatu" Riko mengeluarkan hp nya di saku.


Saat itu giliran Alen yang diajari vocal oleh Erick.


Erick meminta Alen untuk berdiri dan mengajari teknik vocal.


" Alen , kamu harus menekan perutmu supaya nafasmu kuat! Nah caranya seperti ini"


Erick memegang perut Alen dengan tangannya.


Saat itu Riko langsung memfoto dengan hpnya.


" Kita harus kirim foto ini ke kakak. Nanti kita lihat reaksi kakak seperti apa... sekarang kita pulang" Riko kembali ke rumahnya diikuti ke 3 kembarannya.


"Girls...saya rasa latihan kita cukup hari ini, saya pamit pulang dulu. Anak-anak pasti sudah menunggu" Erick berpamitan pulang


" Iiiuhhhh...kok keburu sih...boleh nggak antar pulang? Saya mau ngasih sesuatu buat anak-anak. Mereka pasti lapar kan?" Elena menggandeng tangan Erick mengantar sampe ke pintu lalu bergi ke dapur sebentar dan kembali menggandeng Erick.


" Emang kamu ambil apaan di dapur Elena?" Mira menatap sinis piring yang dibawa Elena.


" oo..ini tadi pagi aku buat...emmm Siti ini apa namanya( menanyakan Siti sambil berbisik)oo iya dadar jagung...enak banget anak-anak pasti suka...ayo kita antar ke mereka" Elena berjalan cuek melewati teman-temannya sambil menggandeng Erick.


Sesampai didepan rumah Erick, ternyata 3 kembar anaknya sudah bersembunyi dibalik pohon.


" Sepertinya anak-anak sedang di kamar mereka, terima kasih makanannya nanti akan aku sampaikan kepada mereka. Sebaiknya kamu pulang hari sudah mulai gelap...thanks Elena..bye" Erick tersenyum lalu masuk ke rumahnya.


" Bye..Erick...aduhhh ganteng banget sih" Elena tersenyum dengan terlena.


Tiba-tiba ada suara 3 anak-anak menyapanya.


" Hai Elena...cariin kita ya?" 3 kembar bersamaan


" Ehh..kalian sedang apa disini, uda hampir gelap lho? Elena bertanya dengan ramah.


" ( saling menatap satu sama lain)emm...sedang nyemprot kamu.. croottt.. croottt.. hahaha... braakkk"


3 kembar tertawa dan langsung kabur masuk rumah sambil menutup pintu.


" Aaaagrhhhh...kenapa terjadi lagi...huaaaa" Elena menangis sambil berjalan masuk rumah.


"Wkwkwkwk...*****..*****..segerrr lagi...wkwk" 4 sekonco yang mengintip terpingkal-pingkal.


"Jangan ketawa...kalian menyebalkan..hiks..hiks" Elena menangis sambil mengelap wajah yang basah.


"Wkwk...aduh perutku sampe sakit..udah ahhh aku ke kamar dulu"

__ADS_1


Alen menuju kamarnya dengan masih tertawa terbahak-bahak. Namum setelah sampai masuk kamarnya, tiba-tiba wajahnya berubah muram.


" Kenapa aku sedih sekali ya...sampai hari ini Raka sama sekali tidak menghubungiku..sungguh keterlaluan" Alen membanting bantal dan gulingnya.


Di gedung kantor orang tua Raka


Tuan Robert Edison dan Nyonya Puja Mahendra Khan adalah nama orang tua si kembar lima. Mereka adalah salah satu pengusaha sukses dan ternama di negara x. Tuan Robert adalah orang paris dan Nyonya Puja adalah orang India tentu saja ke lima kembar anak mereka memiliki wajah yang rupawan. Waktu 5 kembar masih anak-anak, mereka sempat tinggal di Indonesia beberapa tahun.


Tuan Roberth adalah pimpinan yang sangat disegani. Pribadinya yang dingin dan angkuh membuat banyak orang segan dan takut padanya. Tapi itu semua tidak berlaku saat dirinya bersama dengan istrinya, tuan Robert menjadi laki-laki manja dan kekanak-kanakan.


" Braninya dia berkhianat, cepat bawa ke kantor polisi buat dia meringkuk di penjara selamanya..brakkk" Tuan Robert marah saat mengetahui bahwa perusahaanya disabotase oleh salah satu bawahannya. Tentu saja seisi gedung ketakutan saat tuan Robert mendapatkan hari yang buruk. Saat berjalan dengan tatapan dingin bersama para bawahan dan pengawalnya tiba-tiba hp nya berbunyi.


" Halooo( nada membentak)...ehhh maafkan aku istriku sayang...aku tidak tau kalo kau yang menelponku...ahhh jangan marah manisku...aku akan berikan apapun untukmu...baiklah aku segera mengatakan padanya..cium dulu dunk sayang..muahh" Tuan Robert mencium telpon genggamnya dengan tersenyum manja.


" Tuan Robert sungguh aneh barusan aja marah-marah..ehhh sekarang senyum-senyum kaya anak kecil aja..menggelikan" salah satu pengawalnya membatin sambil tersenyum.


" Kenapa kau senyum-senyum? Apa kau menertawakanku? mau ku pecat..hah? "


" Maaf, tuan. Saya tidak tersenyum, pipi saya gatal tuan" pengawal menjawab dengan ketakutan.


" Kita tidak jadi pergi, kita ke ruang anakku sekarang!"


Tuan Robert kembali berjalan dengan tatapan yang dingin menuju ke salah satu ruangan.


" Kalian tunggu disini aku akan bicara dengan anakku"


" Ceklek ( suara pintu dibuka)....hai Raka apa yang kau lakukan"


" Ayah, kenapa ayah yang keruanganku? Ayah kan bisa menelponku dan aku yang akan keruangan ayah" Raka


" Kenapa ayah tidak boleh ke ruanganmu hah? Apa kau menyembunyikan pacarmu disini? ( mencari di bawah kolong meja) ahh..aku lupa kau kan tidak pernah punya pacar ( menepuk jidatnya)...hahaha"


" Ayahhh, itu tidak lucu sama sekali" Raka dengan muka cemberut.


" Sungguh sedih ayah ini, punya anak ganteng tapi tidak laku" Tuan Robert menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Enak saja, banyak wanita yang mau denganku..akunya aja yang pilih-pilih" Raka menatap ayahnya dengan kesal.


" Iya...sekali uda milih gak bisa mengungkapkan perasaan..percuma aja tau"


" Maksud ayahhh?" Raka penasaran.


" ( Aduhhh aku keceplosan) hehe...maksud ayah kalo nanti uda dapat cewek yang pas, kamu harus bisa mengungkapkan isi hatimu biar ga keburu diambil orang ( semoga dia tidak curiga)..huff" Tuan Robert duduk dengan santai.


" Terus ada apa ayah keruanganku?"


" Aduhhh..ayah hampir lupa...itu tadi ibumu menelpon ayah supaya mengingatkanmu untuk makan siang tepat waktu gak boleh molor. Apalagi kamu baru sembuh. Ibumu minta ayah yang memberitahumu langsung"


" Haha...iya ayah aku ini sudah dewasa jangan perlakukan aku kayak anak kecil dunk"


" Ibumu yang seperti itu bukan ayah,makanya cepetan cari istri biar ayah tidak repot kaya gini. Liat ayahmu ini, dulu banyak sekali pacarnya hampir tiap kota ada...hebat kan" Tuan Robert tersenyum bangga.


" Hemm, benarkan? Akan aku adukan sama ibu nanti ya klo ayah dulu punya banyak pacar" Raka tersenyum mengancam.


"Apaaa...ja..jangan dunks Raka...hehe ayah cuman bercanda kok" tak lama hp Tuan Robert berbunyi lagi.


" Halo cintaku....iya sayang ini sudah di ruangan Raka...iya dia sedang makan( ayo cepetan makan). Kenapa kau cuman menanyakan Raka saja, aku kan juga belum makan. Kalo nanti malam aku cuma mau memakanmu saja..hihi. Baiklah aku juga akan makan...daa..muahh ( menutup telepon)..Raka cepat habisin makananmu trus foto nanti kirim ke hp ibumu"


Raka hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah ayahnya.


"Hufff..emang aku anak SD pake kirim foto segala"


Akhirnya Raka menyantap makan siang yang dibawakan oleh ibunya saat berangkat kekantor bersama dengan ayahnya. Saat mereka berbincang santai tiba-tiba hp Raka berbunyi.


" Halo, ada apa?....siapaa, depan rumah...apaaa? cepat kirimkan!" Raka tiba-tiba merasa sangat emosi


" Ting..( bunyi pesan masuk)...kurang ajar tak kan kubiarkan" Raka membanting barang dimejanya.

__ADS_1


__ADS_2