
Raka mengendarai mobilnya dengan sangat kencang hingga membuat Alen sangat khawatir.
"Raka...stop...jangan ngebut dunks"Alen
Raka langsung menghentikan mobilnya dengan mendadak dan membuat kepala Alen terbentur dijendela mobil.
"Ahhh...Raka..(jeduk)...sakitt".
Alen merengek sambil memegang jidatnya dan bibirnya yang manyun.
"Hahhhh...(nafas Raka)...sini lihat..ga pa2 kan maaf....huff..hufff..mmuah..(meniup jidat Alen dan menciumnya)"Raka
"(Ihh romantis kalau kayak gini)....Raka apa yang terjadi kita bisa kecelakaan nih.."Alen
Raka melepaskan tangannya dan marah.
"Apa yang terjadi hah...kamu pikir apa...kamu sadar perbuatanmu itu?"Raka
"Perbuatan apa?"Alen
"Perbuatan apa....jadi masih belum tahu juga?"Raka
"Raka..aku tau kamu uda menyelamatkan aku, dan aku berterima kasih untuk itu..tapi aku tetap tidak bersalah karena kamu bukan siapa-siapaku yang bisa mengatur hidupku.."Alen
"Apa bukan siapapun...ahhh..."
Raka keluar dari mobil dan berjalan meninggalkan mobilnya.
Alen segera mengejarnya dan merasa khawatir karena saat itu sedang hujan deras.
"Raka.... mau kemana sih? Kan hujan"Alen
"Gak usah mengikuti aku! Aku mau sendiri..pergi sana!" Raka
" Enak aja nyuruh pergi....ayo masuk dong kehujanan nih...dingin banget..Raka..."
Alen mengikuti Raka sambil kedinginan.
Raka merasa tidak tega melihat Alen yang kedinginan langsung menghampiri Alen dan memeluknya.
"(Dikit2 romantis dikit2 galak gimana sih..)..biar dipeluk juga tetep basah Raka sama aja.."Alen
"Sapa suruh ikut...sudah masuk sana aku masih mau disini" Raka
Raka masih tetap memeluk Alen dengan erat dan menyandarkan kepalanya kepundak Alen.
"Ayo...please..masuk ya..nanti sakit lo..ini masih dipeluk kok akunya disuruh masuk....udah ayo kita masuk ya!" Alen
"Aku bilang nggak ya nggak..." Raka
"Hmmm...nyebelin banget nih laki-laki. Gak mau ngelepas pelukannya tapi nyuruh masuk mobil ga tau maksudnya apa....aku coba lebih lembut lagi aja...duh basah kuyup lagi"
ucap Alen dalam hati.
"Ngapain lihat-lihat? aku bilang sana masuk mobil" Raka
"Kan masih dipeluk trus gimana aku mau masuk mobil? Raka sayang...masuk mobil yuk..."
Alen masih mencoba bersabar dan merayu Raka.
"Hah..apa..ulangi...aku nggak dengar..yang keras kalau ngomong.."
Raka mendekatkan wajahnya ke Alen hingga hidung mereka bersentuhan.
"(Loh kok...deket banget gimana mau ngomong lagian meluknya erat banget sampai ga bisa gerak)..Raka sayang masuk mobil ya..ayok"
Alen masih mencoba bersabar.
"Hahahaha...ngggakkk"
Raka pura- pura tertawa kemudian memasang wajah cemberut lagi.
Alen sangat kesal dan tidak bisa menahan kemarahannya lagi.
Alen melepaskan pelukan Raka kemudian menjambak rambut Raka dan berteriak sambil menunjukkan jarinya kearah mobil.
"Menyebalkannnn....Rakaaaaa..Rasakan ini.."Alen
"Aahhh...aduh...apaaan kamu"Raka
"Sekarang juga masuk kedalam mobil jika kamu mau selamat dari aku......jelas!!!" Alen
Raka sangat terkejut dan akhirnya masuk kedalam mobil sambil menggendong Alen yang sangat marah.
"Ehh turuninnnn.....ta gigit lagi telingamu..."Alen
"Ini udah aku turunin...gendut"Raka
"Ehh aku seksi bukan gendut....jutek" Alen
"Apa...berani bilang jutek akuu...ahhhh sakittt.."
Saat Raka masih marah, Alen tiba-tiba mencubit pipi Raka.
"Masuk mobil sekarang...cepat! kalau tidak aku gigit pipimu ini...ayo!"Alen
Raka akhirnya masuk mobil tanpa berkata apa-apa diikuti Alen yang membanting pintu mobil.
"Braakkkk....." pintu mobil Alen.
"Buka bajumu yang basah cepat......!!"Alen
"Apa buka didepanmu..aku gaa...(Alen menutup mulut Raka dengan tangannya)" Raka
"Lakukan ! Atau aku yang buka bajumu?"Alen
"Iya..iya..nih aku buka hadap sana dong....jangan ngintip ya"Raka
__ADS_1
"Atasannya aja yang dibuka, emang kamu mau buka yang mana? Lagian selama ini siapa yang suka ngintip?"Alen
" Iyaaaa...nih aku buka bawel amat..." Raka
Alen mengambil baju Raka yang basah dan membuang keluar mobil.
"Udah puasss.... sekarang aku pakai baju apa? Aku kan ga bawa baju lagi" Raka
Alen menarik Raka dan membersihkan air hujan diwajah dan badan Raka dengan saputangannya.
"Duhh badannya keker banget sih....ah mikir apa aku ini" ucap Alen dalam hati.
Raka memandang Alen dan terkejut dengan sikap Alen yang galak dan romantis.
"Cantik banget kalau basah begini seksi...dan perhatian banget ama aku...tapi galaknya bikin aku meleleh...cium gak ya..hihi" ucap Raka dalam hati.
"Ngapain lihatin aku kaya gitu pasti mikir yang macam-macamkan?...mau aku tinju hah...Nih..pakai jaketku!"
" Apaaa...masak aku harus pake jaket ini? Kekecilan tau...pink lagi warnanya...gak mau ahh" Raka
"Harus mau..gpp kekecilan dikit dan ga usah lihat warnanya pink..pakai cepat atau aku pites lagi..."Alen
"Iyaaa aku pake... kok dipites lagi sih....trus Kamu pakai apa... basah juga tuh bajumu..." Raka
"Aku kan pake baju fitnes ku..wekk"
" Kapan kamu pakainya...tadi perasaan kamu pas ganti cuman pake emmm...itu aja"
Raka membayangkan saat dirinya tidak sengaja melihat dari jendela mobil yang lupa ditutupnya saat Alen ganti baju.
" Itu aja apa? Dasar tukang ngintip...untung aku sempatin pake waktu ganti tadi...hufff"
Dengan santai Alen membuka bajunya yang basah dan hanya memakai atasan tang top dan celana jeans yang sangat pendek. Raka melihatnya dengan melotot sampai tidak berkedip.
"Ngapain melotot...gak pernah liat cewek cantik ninju mukamu ya?"
Alen mengepalkan tangannya dan mengarahkan ke Raka.
"Galak banget sih...sapa suruh ganti didepanku ya mau ga mau aku lihat dong...lagian aku uda tau isinya kok..." Raka
"Isi...isi..emang roti isi...!"Alen
"Iya kaya roti isi keju ama gula manis dan lembut....nyam-nyam.. hihi " Raka
"Hmmm mulai goda aku lagi..belum tau Alen yang sebenernya..." Ucap Alen dalam hati.
"Kenapa lihat-lihat hah...aku tampan ya ato mau ciumanku lagi? Bilang aja..hehe" Raka tersenyum menggoda.
"Enak aja cium- cium. Buka bajumu sekarang aku mau lihat....semuanya..!"Alen
"Hah apa? dibuka?beneran nih aku buka lo" Raka
"Iya buka aja semuanya aku mau lihat..ayooo...im waitinggggggg.."
Alen tersenyum menantang sambil menyilangkan tangannya di dada.
Raka dalam hati sambil mengusap rambutnya.
"Kenapa pink gitu wajahnya hah? malu ya....ayo buka semua sekarang!" Alen
"Kamu itu ngapain sih... nyebelin tau..!" Raka
"Makanya...lain kali jangan anggap cewek remeh dunk...sekarang nyalain mobilnya kita pulang oke...ato beneran mau ngerasain tinjunya cewek cantik ya!"
Alen benar-benar mengepalkan tangannya dan memukul dada Raka dan terasa sakit.
"Aww...ngeri juga ini cewek....tapi badannya bener-bener atletis banget....mangkanya terasa pukulannya...kayak keju hihi kenyel gemesin banget" ucap Raka dalam hati.
"Udah...jangan aneh wajahnya...jalan cepat!"
Alen memegang tangan Raka dan meletakkan dikemudi mobil tetapi Raka menarik tangan Alen dan mendekatkan wajahnya.
"Baik nona manis..tapi janji ya..jangan bikin aku marah..nanti aku beneran melakukan yang kamu minta dan memakan roti isi keju yang ada didepanku sekarang...dan hmmm ternyata besar juga ya"
Raka menatap wajah Alen sambil tersenyum menggoda.
"Ya besarlah....katanya uda liat semua kok baru sadar haahhh?"
" Ya kan dari jauh...klo sekarang kan deket banget jadi jelas terus..hmmmm..gampang makannya...mau aku makan?"
Alen langsung mendorong Raka dengan kuat dan membalasnya.
"Kalau yang makan roti isi keju juga bikin aku marah, akan aku kunyah sampai tidak tersisa....gimana? sekarang pulangggg!"Alen
Raka tersenyum dan mengendarai mobilnya menuju ke rumah.
"Ga sabar aku dikunyah ama roti isi keju..gimana ya rasanya? bikin badanku panas dingin aja ngebayangin..hihi..tahan Raka..tahann"
Ucap Raka dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
"Pasti pikirannya macam-macam ketawa sendiri..roti isi keju...apaan itu..tapi nih cowok gantengnya pake banget...mau dunks jadi rotinya hihi"
Alen tersenyum sendiri dan menutup mulutnya.
Raka dan Alen saling memalingkan wajah mereka dan sama-sama tersenyum sendiri dengan pikirannya masing masing.
"Pasti dia mikirin aku dasar nona roti isi keju..hihi...seksi banget duh....tahan..."
4sekonco dan 4 kembar menunggu dengan sangat khawatir dirumah Alen.
"Alen mana sih ini duh.. "
Mira menutup wajahnya dan Reki dengan lembut membelai rambutnya.
"Udah dong Mira sayang nangisnya jadi pengen meluk nih...."Reki
"Udah..kan ama Raka tenang aja.."
__ADS_1
Siska mencoba menenangkan temannya padahal hatinya juga merasa sangat kawatir.
Roki mendekati dan memegang tangan Siska untuk menguatkan.
"Siska sayang kamu juga tenang ya...tanganmu dingin ini.." Roki
"Aku mau minta maaf nih ama Alen..hiks..hiks" Elena
"Wess jangan dipikir. Alen ama mas Raka pasti baik-baik aja ya kan mas Riko?"
Siti menatap Riko dengan wajah memelas.
"Iya putri jowoku...mereka pasti baik. Duhh mana sih kakak..."
Riko menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Tenang kan pengawal ada dibelakang kakak.." Reki
Riki menghampiri Elena dan berusaha menenangkannya sambil memegang pipinya yang merah akibat pukulan Anton.
"Huhh ...perih banget sih..Elena tenang ya Alen gpp kok.." Riki
"Huuuuuu...aku khawatir...tapi itu pipi kamu gpp honey..."
Elena memegang pipi Riki dan mengelus-ngelusnya.
Riki langsung menganga dan tidak bisa berkata apa- apa.
Sodara kembarnyapun cekikikan bersama.
"Hihihi..."3kembar
Awas kemasukan lalat tuh....." Roki tos dengan Reki
"Hahah..hebat kamu Riki semalem jadi hulk sih " Riko tos dengan Riki yang tersenyum.
"Mira udah dong jangan nangis...Kakak itu orangnya sangat baik...ehhh tuh ada mobil kakak datang..ayo kesana.."Reki
4sekonco dan 4kembar segera berlari keluar melihat Alen dan Raka.
"Eh...jangan keluar pakai baju gitu..ntar adik2ku
lihat lagi..tunggu disini aku ambilkan jaket.."Raka
"Ahh...ga usah lagian aku kalau olah raga pakai gini kok..." Alen
"Apa..??" Raka
Alen langsung keluar dan mengejutkan semuanya.
"Itu Alen...kok bajunya hmm...habis diapain ama kakakku ya.." Riko
Ketika 4 kembar melotot melihat Alen yang sangat seksi, 4 sekonco langsung menutup mata mereka satu persatu.
"Cewek ini ceroboh banget...bikin pusing!" Raka
Raka keluar dari mobil dan mengagetkan 4sekonco yang langsung melotot melihat Raka hanya mengenakan jaket pink yang sangat pendek hanya menutup dadanya dan perutnya yang six pack terlihat begitu seksi sehingga tidak sengaja 4 sekonco melepaskan tangan mereka yang menutupi sikembar.
"Waww.....seksi banget kakak kalian.... haaaaa" 4sekonco
"Alen...tunggu..."
Raka menarik tangan Alen.
"Lepasin...kamu pulang sana dan segera ganti baju...jangan lupa cuci yang bersih..."
Alen berteriak sambil menunjukkan jarinya kearah Rumah Raka.
Raka hanya terdiam memandang Alen.
Alen masuk kerumahnya dan melarang 4kembar dan 4sekonco membuka mata mereka.
"Kalian...pejamkan mata semua...jika tidak aku tinju kalian jelas...ayo cepat!" Perintah Alen.
" Ehhh ayo tutup semua...gawat klo Alen marah kaya orang kesurupan"
Siti segera menutup matanya diikuti 3 temannya yang lain dan 4 kembarpun ikut2 menutup mata tapi mengintip di sela2 jari mereka.
" lagi ada adegan panas gini...rugi dunk ga liat hihihi"
Reki cekikikan bersama 3 saudaranya yang lain sambil pura2 menutup mata.
Ketika Alen sudah masuk kerumahnya, dia berbalik dan keluar lagi untuk menemui Raka.
Seketika itu juga Raka berteriak kepada pengawalnya.
"Kalian pejamkan mata kalau tidak aku pecat..!" Raka
"Hehh...Kamuuu..pulang sana dan jangan pernah mengetuk balkonku lagi jelasss!"
Alen berteriak lagi ke Raka dan segera masuk kerumahnya.
Tanpa menoleh ke teman- temannya Alen langsung menuju kamar dan menutup pintunya dengan keras.
"Brakkkk....."
Raka memegang kepalanya dan membuka jaketnya.
4sekonco yang sudah membuka mata mereka langsung melotot melihat badan Raka yang sangat bagus dan lebih kekar dibandingkan ke4adik kembarnya.
"Waw......kekar banget.... hebat...haaaaa...."4sekonco
"Eh....jangan dilihat..duhh kakak ini buka-buka baju sembarangan aja. Lagian ngapain sih kok pakai jaket pink pendek banget pasti itu punya Alen kan? Trus kenapa Alen juga pakai baju kaya gitu..jangan-jangan mereka...ahh tidak mungkin"
Riko menoleh kesaudara kembarnya dan 4sekonco sambil memegang pipinya dan merekapun berteriak bersamaan.
"Apaaa..masak....gak mungkinnn"
__ADS_1