Tetanggaku Pencuri Hatiku

Tetanggaku Pencuri Hatiku
Bab 30 : Diam-Diam


__ADS_3

Malam itu, Raka dan Alen menyatakan peperangan diantara keduanya. Tentu saja para sahabat Alen dan saudara-saudara kembar Raka mau tidak mau mereka harus mendukung geng mereka masing-masing.


" Woww...roti ini enak sekali. Aku sangat menikmatinya. Tapi, kita tidak mungkin berlatih malam-malam begini, kan?" Erick duduk santai bersama 5 sekonco sambil menikmati roti buatan Siti.


" Of course, kita akan latihan besuk sore karena pagi-pagi kita harus shopping buat costum kita. Ayo, aaaa....! Elena sambil menyuapkan roti ke mulut Erick dan Erick dengan tersenyum menerima suapannya.


" Ini sudah malam, aku harus kembali kerumah untuk menidurkan Em, El and En" Erick berdiri hendak pulang kerumahnya.


" Em, El itu apa to mister? Siapa yang mau dikeloni? Eh maksudku ditidurkan" Siti bertanya dengan serius


" Oh..aku lupa kasih tau nama anak-anakku. Aku biasa panggil mereka Em from Emma Donovan, El from..( tiba-tiba Elena memotong kata-kata Erick)"


" Pasti Elena kan? Memang nama Elena itu menandakan kecantikan tiada tara. Betulkan, Erick?" Elena sambil menyibakkan rambutnya yang indah dengan gaya seksinya.


4 temannya hanya tersenyum sambil memutar kedua bola mata mereka.


" Hahaha...you are funny girl. But, no....El from Elle Donovan and En from Enny Donovan dan tentu saja namaku Erick Donovan. Aku pulang dulu ya. Sampai ketemu besuk, bye" Erick meninggalkan rumah Alen.


" Bye, Erick handsome" 5 sekonco sengaja berteriak agar terdengar sampai kerumah sebelah.


4 kembar yang sedari tadi clingak- clinguk mengintip dari jendela rumah mereka, merasa geram mendengar ucapan handsome dari cewek-cewek sebelah.


" Handsome? Kita aja gak pernah dibilang handsome. Tau ahhh...aku tidur aja" Riko menuju kamarnya dengan cemberut diikuti yang lain.


Setelah Erick pulang, Mira langsung menuju kekamarnya diikuti Siska sambil menarik Siti. Elena dan Alen masih memandang 20 jaket pemberian Raka.


" Mau kamu apain nih semua jaket, len? Yang pasti you gak boleh kembalikan ke Raka karena ini sudah jadi milik kamu dan dari perancang terkenal. Iiuhhh..." Elena berkacak pinggang di depan Alen.


" Apa menurutmu begitu?" Alen memegang dagunya


" Tentu saja , sayang. Siapa suruh Raka membelikan semuanya untukmu? Biarpun kamu dan Raka sekarang lagi berperang, sebagai wanita kita tetap harus mendapat keuntungan. Trust me! Simpan, ok!" Elena menuju kamarnya.


Setelah berpikir beberapa saat, Alen membawa semua jaket pemberian Raka kekamarnya. Sampe dikamarnya Alen sengaja tidak menyalakan lampu kamar dan hanya menggunakan senter.


" Biarin aja kamarku gelap, biar si jutek ngirain aku gak dikamar....hihi. Bener kata Elena, mending aku simpen aja jaketnya. Tapi kesannya kok plinplan ya...ahh bodo amat sapa suruh beli banyak-banyak" Alen membawa semua jaket ke kamar mandinya dan mencoba satu-satu dengan tersenyum sendiri.


" Kok dia tau ya ukuran bajuku? Andaikan Raka bisa sedikit aja romantis dan gak sok merintah, pasti aku senang sekali jadi pacarnya. Gimanapun juga jaket pertamamu bagiku adalah yang terbaik" Alen memeluk dan mencium jaket pemberian pertama Raka dan tertidur dalam gelap.


Kamar Raka


" Apa aku terlalu keras ya? Aku kan cuma mau nyenengin dia aja. Bagaimana mungkin dia tidak mengganggap aku ini pacarnya setelah semua yang kita berdua lalui. Kamu hanya milikku dari pertama kali aku melihatmu, sekarang ataupun selamanya. Good night, roti isiku" Raka memegang dan mencium plester luka bergambar yang dulu pernah ditempelkan Alen ke wajahnya saat terluka.


Saat itu Mira sedang mondar mandir dikamarnya sambil memegang hpnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi dengan satu nada, Mira segera mengunci pintunya, melompat ke kasur dan berbisik dibawah selimutnya.


Percakapan Mira dan Reki di telpon


" Bib( suara satu nada dari hpnya) Halo, Reki kamu denger suaraku nggak?" Mira berbisik


" Iya, aku mendengarnya. Sayang, apakah kita benar-benar bermusuhan? Kita kan baru saja sehari jadian?" Reki merengek manja sambil berbisik.


" Gimana ya,emm..sepertinya begitu sampai Alen dan Raka baikan"


" Ahhh...aku tidak mau. Aku sangat merindukanmu sayang, tega sekali dirimu"


" Kalo begitu kita bermusuhan didepan mereka berdua dan Elena"


" Hehe..jadi sekarang kita gak musuhan dunk. Kalo begitu..emm apa aku boleh minta..ehemm yang kaya kmaren gak? Hihi" Reki menutup mulutnya tertawa pelan.


" Iihhh..apaan sih. Udah ahh aku mau tidur"


" Ehh jangan dulu! Lihat nih si Riki dari tadi nangis terus mikirin Elena. Kamu bantu dia dunk!"


" Duhh..gimana ya. Elena itu suka sama cowok yang keren dandanannya. Coba Riki suruh rubah itu dandanan! Jangan jadul gitu. Uda dulu ya Reki. Aku ngantuk banget"

__ADS_1


" Iya deh tar aku bilangin. Tapi besuk kita ketemuan ya sayang. Miss u... have nice dream..muahhh" Reki menutup telponnya.


Siti membaca buku dan duduk bersandar di tempat tidurnya. Saat itu Siska berada di kamar mandi. Hp Siti tiba-tiba berbunyi.


Percakapan Siti dan Riko


" Halo, ada apa mas Riko malam-malam telpon? Apa ndak ngantuk?"


" Emm..anu..Siti, boleh gak mas Riko tanya?"


" Iya boleh, mau tanya apa?"


" Sebenernya, Siti itu beneran mau musuhan sama mas Riko?"


" Ya beneran, kan teman-temanku nyuruhnya gitu, ya aku ngikut aja daripada aku yang dimusuhi. Hihi..padahal aku ya ndak paham kenapa kita disuruh musuhan. Ndak ngerti aku. Apa mas Riko ngerti?" Siti balik bertanya


" Hehe, aku ya ndak ngerti( mengikuti logat Siti) ya uda, sampai ketemu besuk ya, Siti. Daa..." Riko menutup telpon


Keesokan paginya, 5 sekonco memutuskan untuk bolos lagi. Mira pagi-pagi sekali keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap. Sampai di halaman belakang tiba-tiba seseorang menabrak punggungnya.


" Arghhh( menutup mulut) Siska, ngapain kamu disini" Mira sambil berbisik.


" Hehe, aku habis nemui Roki. Jangan bilang Elena dan Alen ya!" Siska memelas


" Iya deh aku gak bilang. Buruan sana masuk rumah!" Mira


" Okay...ehh tunggu dulu. Kamu ngapain pagi-pagi banget ada disini?" Siska bertanya penuh curiga.


" A..aku mau jogging" Mira berlari kecil di tempat.


" Jogging kok pake piyama? Pret..pret..Aduhhh, perutku mules. Aku masuk dulu ya. Biasa panggilan alam pagi-pagi..hehe" Siska berlari memasuki rumah.


" Hihhh...bau banget. Hufff...hampir aja. Mana sih Reki, katanya mau ktemuan disini, kok gak datang-datang" tiba-tiba seseorang memeluk Mira dari belakang.


" Kamu apaan sih tar ada yang lihat lho"


" Biarin aja. Cium dunk..." Saat Reki hendak mencium Mira ternyata Siti ada didepan mereka.


" Lho, kalian pagi-pagi ngapain kok ada disini?" Siti


" A..anu..kita lagi olahraga pagi..hehe" Mira berlari ditempat dan Reki pura-pura senam.


" Ooo...ternyata boleh ya musuhan tapi olahraga bareng" Siti menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


" Aku masuk dulu ya, mau mandi" Mira berlari kecil meninggalkan Reki dan Siti.


Reki menarik nafas panjang dan kembali ke rumahnya.


" ( duhh gagal deh morning kiss sama Mira)Aku juga mau mandi. Daaa...Siti" Reki memasuki pintu penghubung rumah mereka di halaman belakang.


Siti dengan santai kembali kedapur dan mulai memasak untuk sarapan.Setelah selesai, terdengar seseorang mengetuk pintu dapurnya.


" Tok..Tok...Siti, bukain dunk!" Riko sambil berbisik.


" Ehh, mas Riko ngapain pagi- pagi kesini? Ayo masuk" Siti ikut berbisik dan membukakan pintu.


" Baunya enak banget, emang Siti masak apa?" Riko duduk di kursi makan masih sambil berbisik.


" Aku masak tahu gimbal makanan khas Semarang. Mau nyoba?" Siti menjawab sambil berbisik dan mengambilkan 1 porsi masakannya.


" Hemm..enak banget. Kamu pinter ya masak. Mas Riko pengeennn banget punya pacar yang bisa masak, hehe( semoga kali ini Siti paham maksudku)"


" Wahh, kasian banget mas Riko. Padahal ganteng tapi kok ya ndak laku juga sampe ndak punya pacar. Mas Roki aja uda dapat Siska trus mas Reki uda dapat Mira. Dikira aku bego ya gak tau Mira sama mas Reki uda pacaran....hihihi. Soalnya tadi pagi aku liat mereka itu mau gini ( jari-jari tangan Siti menungkup menandakan orang ciuman)...hihi. Aku sebenernya malu liatnya soalnya ndak pernah ciuman" Siti menutup mulutnya sambil tertawa.

__ADS_1


" ( Sialan Reki, pagi-pagi uda nyosor aja) masak sih gak pernah ciuman? Emm..mau mas Riko ajarin gak?" Riko tersenyum licik


" Walah mas, isin aku. Ada-ada aja mas Riko ini.


Haduh mulutku capek berbisik terus, ngomong biasa aja ya " Siti mulai mengeluarkan suaranya dengan normal.


" ( Duhh polosnya semakin suka sama kamu Siti) Sttt...kita lagi musuhan jadi gak boleh ada yang tau kita ketemuan sekarang.( tiba-tiba seseorang memanggil nama Siti) waduh ada yang mau kesini aku harus sembunyi nih. Tapi dimana,Siti?" Riko berputar-putar mencari tempat sembunyi sambil membawa makananya di piring.


" Wes, masuk lemari situ aja. Jangan berisik!"


Riko memasuki salah satu lemari yang ada di ruang makan.


" Morning, Siti. Kamu lagi ngapain? Kok aku denger kamu kaya ngomong sama seseorang gitu?" Elena diikuti dengan Alen.


" I..iya aku lagi ngomong sama panci sama sutil. Mereka ini bandel banget uda disikat kok ndak mau hilang-hilang nodanya( haduhh bohong lagi dosa) kalian mau sarapan?" Siti


" Emang bisa ngomong tuh panci? Ehh bentar aku kok denger orang makan ya? Coba deh kamu dengerin Alen!" Elena curiga sambil mengambil makanan.


Ternyata di dalam lemari, Riko sedang menikmati tahu gimbal Siti yang belum pernah dicobanya.


"( duh mas Riko ini katanya sembunyi kok kriuk-kriuk di dalam lemari) Mana to El? Aku ndak denger apa-apa kok" Siti


" Ell, kok kamu pucat? Liat deh, mata kamu kaya panda pasti kamu kurang tidur ya?( kayanya ada yang sembunyi di dalam lemari)" Alen mengalihkan perhatian Elena yang clingak-clinguk mencari sumber suara.


" Whatttt? Oh no...masa sih, Alen? Itu tidak mungkin. Wajah Elena yang cantik tidak boleh terlihat pucat. Aku harus mengompres mataku dan memakai masker" Elena segera lari ke kamar dengan membawa sarapannya.


" Ehemm. Siti, ingat ya kita lagi musuhan sama cowok-cowok tetangga sebelah kita termasuk yang suka diem-diem datang kesini trus sembunyi sambil makan...(kriuk-kriuk terdengar kembali seseorang mengunyah makanan saat Alen menghentikan ucapannya) kalo sampe aku tau, siap-siap dapat bogeman dariku..brakkk ( uhuk-uhuk seseorang tersedak)" Alen memukul meja sambil melirik ke lemari.


" Sabar len, sabar...ndak baik pagi-pagi marah-marah" Siti yang sedari tadi tegang wajahnya.


" Aku sarapan di kamar aja. Tolong kamu usir tikus yang ada dilemari!" Alen membawa sarapannya ke kamar.


" Huffff...lama-lama kena serangan jantung aku. Mas Riko, ayo keluar!" Siti membukakan pintu lemari. Riko keluar dengan piring yang sudah kosong dan mulut yang masih mengunyah.


" Hehe..maaf Siti, ini bener-bener enak banget mas Riko gak kuat nahan. Boleh minta tambah lagi?"


" Iya sini tak bungkusin ya, tapi bawa pulang! Tar Alen tau, kamu bisa kena tinjunya tak jamin mbendol kepalamu, mas. Wes sana pulang!"


" Makasih Siti. Eh.. bentar"


Saat akan keluar dari pintu dapur, Riko berbalik dan tiba-tiba memeluk Siti dengan erat dan mencium kening Siti. Setelah itu Riko meninggalkan Siti yang mematung.


" Maaf Siti, aku uda gak bisa nahan perasaanku ke kamu" Batin Riko sambil berlalu.


"Kok mas Riko meluk aku ? Aduhh,ternyata rasanya dipeluk cowok itu sriwing-sriwing gitu ya..jeduk-jeduk jantungku" Siti memegang jantungnya.


Dikamar, Alen sama sekali tidak menyalakan lampunya hingga pagi. Sambil menghabiskan sarapannya Alen sesekali mengintip ke arah kamar Raka.


" Jadi selama ini dia pikir aku uda jadi pacarnya ya. Enak aja, kalo jadian kan harusnya yang cowok menyatakan perasaannya secara romantis gitu. Lha ini uda jutek, ngambekan, mrintah-mrintah lagi gak jelas. Tapi aku kangen..hiks..hiks. Kenapa kamu gak minta maaf aja sih? Dasar cowok nyebelin..buk..buk" Alen memukul-mukul bantalnya.


Kamar Raka


" Kenapa semaleman dia gak nyalain lampu ya? Apa dia gak tidur dikamarnya? Brani-braninya dia muji cowok lain. Dia gak tau apa aku kangen banget...buk..buk( memukul-mukul bantal). Aku harus kalahin mereka di lomba band nanti, biar dia minta maaf sama aku. Atau aku minta maaf aja sekarang ya? trus pelukan trus ciuman trusss..ahhh klo dia gak mau gimana? Kayanya aku harus melanjutkan pertarungan ini hehehe. Alen pasti akan mohon-mohon sama aku" tersenyum licik.


Raka bangun dari tidurnya dan keluar kamar mencari ke 4 saudara kembarnya.


Sampai dilantai bawah, Raka bingung kenapa rumahnya sepi sekali. 4 sodara kembarnya bahkan tidak terlihat. Raka menuju kolam renang dan memanggil adik-adiknya.


" Rikooo, Rekiii, Rikiiii, Rokiii....kemana kalian? Ehh, itu kok ribut-ribut, ngapain mereka?" Raka mengendap-endap dibelakang 4 kembar yang sedang rebutan tahu gimbal pemberian Siti.


" Kalian lagi ngapain?" Raka berteriak sambil melotot.


"Haaa...kakak...kagettt...prang...prang" 4 kembar berbarengan kaget dan melempar sendok dari tangan mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2